PEGADAIAN Indonesia

mengatasi masalah tanpa masalah

Saturday, October 25, 2008

Buatkan Saya Konsep Alur Pengiriman Data

Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Pegadaian, kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman pemahaman tentang strategi perusahaan. Bahkan rekan saya, Eko Wahyudiarto, dengan mengutip pendapat James O’Brien (2007) mengatakan : bicara mengenai STI mutlak membicarakan tentang Proses bisnis, TI dan SDM.

Squeezing STI akan menghasilkan perasan air bernama data. Agar data bisa dimanfaatkan ia harus diproses menjadi informasi yang berguna bagi Manajemen sehingga akhirnya tersaji ke seluruh insan Pegadaian dan dapat dimanfaatkan selaku knowledge.

Melalui blog ini saya minta agar para peserta diklat Pranata Muda seluruh Indonesia membuatkan konsep aturan (SE, SK, sistem dlsb) mengenai proses pengelolaan alur pengunggahan (upload) dan pengundhuhan data (download) sejak dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat, vice versa. Jika Saudara jeli & memperhatikan sebenarnyalah hal ini sudah saya sampaikan dalam tatap muka.

Harapan saya sistem yang kita ciptakan ini akan membuat setiap unit kerja merasakan kayuwanan dalam setiap geraknya, sehingga saking workaholic-nya kita semua akan menjadi seperti berikut ini
Jawaban bisa dicantumkan dalam kolom komentar blog ini, yang akan memperoleh rating tertinggi. Jika alasan satu dan lain hal (mis. Teknis) bisa disampaikan via email ke kisprijono@yahoo.com. Hasil jawaban melalui blog/email paling lambat tanggal 1 Nopember 2008.

49 Comments:

Blogger marnoshop.com said...

Perubahan yang cepat, dinamis dan tidak dapat diprediksi dalam dunia bisnis menuntut berbagai perusahaan termasuk PERUM Pegadaian untuk memperbaiki bahkan "bila perlu" merombak mekanisme responsifitas proses bisnisnya. Salah satu solusi terbaiknya adalah dengan mengadopsi kemampuan teknologi informasi yang diharapkan mampu mengantisipasi berbagai perubahan baik dari dalam atau luar perusahaan (pesaing).

Dimana saat Tehnologi informasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam setiap organisasi bisnis atau perusahaan terbukti saat ini nyaris tidak ada organisasi bisnis atau perusahaan yang tidak menggunakan tekonologi informasi khususnya komputer. Dalam rangka turut serta dalam persaingan bisnis, efisiensi dan efektifitas bisnis menjadi alasan utama mengapa orang menggunakan Teknologi Informasi.

Begitu juga dengan saya dengan mudahnya memberikan komentar tentang konsep yang diharapkan dalam alur pengiriman data di PERUM Pegadaian.

Sebagai gambaran seperti yang pernah diungkapkan oleh Bapak sebagai orang IT nomor satu di PEGADAIAN dihadapan forum (kelas)
----
: Saat ini hampir tidak ada orang yang mengirimkan kartu lebaran, kartu natal/lebaran atau kartu-kartu ucapan lainnya lewat kantor-kantor pos karena sudah ada Short Message Service (SMS). Saat ini nyaris tidak ada orang yang mengirimkan uang melalui weselpos yang katanya lama sampainya melainkan sudah menggunakan transfer rekening bank. Saat ini kian banyak media-media transaksi bisnis mulai dari kartu debet, kartu kredit hingga SmartCard yang merupakan kartu elektronik yang multifungsi mulai dari menyimpan data identitas pribadi,data rekening listrik, data rekening bank hingga sebagai alat pembayaran seperti transaksi pembelian barang di minimarket, bayar tagihan telepon dan lain-lain.
------
Diharapkan PERUM Pegadaian mampu memanfaatkan STI untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan sekaligus kepada pemilik.

Konsep Pengiriman data yang bersumber dari sumber proses data (UPC/CABANG) yang menghasilkan “perasan data SISCADU/SisUPC' yang dikirim dari unit terkecil misalnya UPC-->Cabang-->Kanwil-->KPPP yang akan diolah oleh sebuah sistem yang disiapkan untuk hidup sepanjang tahun, untuk selanjutnya sebagai Informasi dan pengetauan.

Maka dari itu setiap data yang dikirimkan (oleh: unit dibawahnya ke Kanwil/KPPP) diharapkan dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya.

Atau sebaliknya data yang akan diunduh oleh unit dibawanya juga harus dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya. Sebagai contoh versi Siscadu yang begitu cepat berubah sehingga ada beberapa unit / cabang yang aktif browsing cepat berubah versi SISCADUnya dan tidak sedikit pula mengalami error pada saat diterapkan. Bahkan aplikasi yang sebelumnya sudah stabil juga ikut goyah.
Sebagai Perpanjangan Tugas Bapak (PUSTI) dilapangan mengharapkan adanya Suatu ketetapan (SE / SK)
Misalnya: Perubahan Versi system atau produk baru bisa dilakukan setiap triwulan. Atau Proses pengiriman data elektronik terpusat di satu tempat untuk Selindo. Atau lebih extrim Peluncuran Aplikasi Produk Baru di buat oleh PUSTI.
Untuk penjelaan yang contoh SE/SK yang pertama diharapkan adanya keseragaman versi sehingga dimanapun user berada tetap bisa menggunakan, sebelum dilakukan upload data untuk di download oleh cabang terlebih dahulu dilakukan uji coba / lulus lab PUSTI, atau bisa juga Setiap perubahan versi dibuatkan SE (Surat Edaran).
Untuk contoh kedua: diharapkan PUSTI PEGADAIAN memiliki bank data dari Cabang selindo sehinggan perasan data sekecil apapun bisa diolah/proses langsung oleh PUSAT.
Jadi gambaran Kantor Wilayah sudah diketahui perkembangan cabangnya langsung dari KPPP tanpa harus menunggu dari kantor wilayah. Tentunya dengan sistem yang tangguh dan tahan lama.
untuk yang extrim sedikit penjelasan "bisa tidak ya....?"

Prada GO..!!!!!

Terima kasih

9:44 PM  
Anonymous irfan mahendra said...

Akhirnya, dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, sampailah manusia diseluruh permukaan bumi ini pada suatu era yang disebut dengan era globalisasi informasi. Salah satu indikasinya, yaitu tumbuhnya masyarakat informasional, yaitu tatanan kehidupan sosial yang memiliki kesadaran (awareness) yang tinggi akan akan arti penting informasi dalam kehidupannya.

Hal ini juga berlaku bagi dunia industri dan bisnis. Dalam dunia industri dan bisnis, penguasaan terhadap sumberdaya informasi (sistem dan teknologi informasi) sudah tidak lagi sebagai tools yang digunakan untuk tujuan2 efektivitas dan efisiensi, melainkan sudah bergerak menjadi 'strategic weapon' yang mendukung perusahaan dalam mewujudkan 'competitive advantage'-nya.

Namun demikian, sistem dan teknologi informasi (baca STI dan TIK) bukanlah sistem alami layaknya sistem peredaran matahari atau sistem yang berlaku pada tubuh manusia (sudah ada dan diatur dengan sendirinya, dan kita tinggal pakai). Bukan juga sulap atau ilmu sihir yang bisa 'menyediakan' apa saja. Sistem dan teknologi informasi adalah sistem buatan manusia, sehingga ia perlu diatur dengan sedemikian rupa, sehingga ia 'ada' dan bisa berjalan sesuai aturannya.

Dalam hal inilah, kadang2 kita sering mendapatkan kendala. Bayangkan saja, ketika pada suatu masa dinyatakan bahwa lebih dari 75% pengembangan dan implementasi TI (proyek TI) gagal sampai pada tujuannya. Sebab manusia memang sarat dengan segala keterbatasan, orang yang pandai kali-mengali sering kaku ketika bicara didepan umum, orang yg pandai merencana biasanya kurang terampil melakukan teknisnya, pun demikian bagi 'tukang teknis' banyak pula yang tak cakap mengelola rencana. Sehingga untuk membangun sistem dan teknologi informasi tsb, dibutuhkanlah kesemuanya. Ibarat kita akan membuat pedang bagi raja, tidaklah semua pekerja itu pandai besi semua, ada juga ahli senjatanya, yang membuat lentik-lentik keindahannya, pandai besi dan tukang sepuh juga, dan lain sebagainya. Sinergilah yg menjadi inti muaranya..!!

Bagi sebagian orang perusahaan itu sama dengan batang tubuh manusia. Mulai dari kaki sampai dengan kepalanya. Lengkap dengan seluruh organ yang ada. Maka informasi itu dipandang selayaknya darah. Makfum-lah kita apa maknanya darah bagi tubuh manusia. Sangat tergantung manusia akan tersedia dan beredarnya ‘darah yang bersih’ bagi seluruh anggota tubuhnya. Sama halnya dengan tubuh manusia, perusahaan pun seperti itu, jika tubuh manusia membutuhkan ‘darah yang bersih’, maka pada perusahaan disebut juga dengan ‘informasi yang berkualitas’. Singkat cerita, ketika kita bicara tentang ‘darah yang bersih’ pada tubuh manusia, maka berarti kita sedang bicara tentang ‘informasi yang berkualitas’ pada perusahaan. Dan, ketika kita berfikir tentang sistem yang berlaku dalam proses produksi dan peredaran darah pada tubuh manusia, berarti kita sedang mem-fikir-kan sistem dan teknologi informasi pada perusahaan.

Sistem dan teknologi informasi yang ideal, tentu adalah sistem dan teknologi informasi yang mampu menghasilkan dan mengalirkan informasi yang berkualitas (menurut para ahli, ada beberapa karakteristik informasi berkualitas : relevan, akurat, komplit, correctness, aman, tepat waktu, ekonomis, dapat dipercaya, ..dll) dengan baik dan benar (baca : efektif dan efisien) keseluruh bagian yang ada dalam perusahaan. Ketika hal ini tidak terpenuhi, kondisi perusahaan sama dengan layaknya tubuh manusia yang sistem produksi darahnya terganggu, atau sistem peredaran darahnya yang rusak, atau bahkan darah yang mengalir itu sendiri yang tidak sehat. Kondisi ini sering disebut orang dengan SAKIT, dan biasanya berujung pada KEMATIAN...!!

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini (dengan segala keterbatasan, dibawah ini dicoba untuk memaparkannya, dengan serba singkat) :
1.Keterlibatan orang2 dengan berbagai kompetensi dan bidang ilmu/fungsi, mulai dari perencana, pembangun, implementor s.d. auditor ti, mulai dari spesialis network, software (programmer), database, hardware, s.d. dengan spesialis di bidang keuangan, logistic, sdm, dll. Aspek 3-C (Commitment, Consistency, dan Communication) tentu juga perlu sangat dipertimbangkan.
Selain itu, dalam hal ini perlu dilakukan penataan struktur organisasi Departemen TI yang mampu mengakomodasi kebutuhan yang ada. Konsep dibawah ini barangkali bisa menjadi salah satu pertimbangan.





Gambar 1

Penjelasan tentang bagian2 yang diusulkan, sbb :




Gambar 2


2.Kegagalan dalam merencanakan keberhasilan
Kegiatan pembangunan sistem dan teknologi informasi, sebagai mesin produksi informasi yang berkualitas, harus diawali dengan perencanaan. Dikenal juga dengan Perencanaan Strategis Sistem Informasi. Dokumentasi perencanaan ini sering juga disebut dengan masterplan atau blueprint.

Pada kebanyakan kasus, walaupun sudah dengan pemaknaan yang benar terhadap masterplan ataupun blueprint TI tersebut, banyak orang kerap masih keliru dalam penyusunannya. Sehingga masterplan/blueprint yang disusun lebih tepat disebut mimpi ketimbang visi. Pandangan ini muncul, karena masterplan tersebut hanya berisi tentang harapan2 dimasa depan saja, tanpa disertai dengan pandangan kekinian terhadap sistem serta tentang bagaimana cara (metodologi dan pendekatan : strategi, taktik, teknis) yang akan digunakan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Apalagi jika dalam menetapkan ‘mimpi’ itu sendiri juga keliru. Lebih parah lagi..!!

Kecenderungan perusahaan modern menjadikan visi menjadi Perusahaan Digital Dalam Mewujudkan Copetitive Advantage dipilih sebagai cita-cita kedepan. Peran Departemen TIK disini adalah sebagai pusat pengembangan dan implementasi TIK perusahaan.

3.Metodologi
Aspek ini termasuk hal yang jarang menjadi perhatian selain aspek SDM (poin pertama diatas), karena kebanyakan orang lebih cenderung lebih tertarik dengan aspek2 teknis, seperti membangun infrastruktur, software dan database, hardware, dll. Padahal secara meyakinkan, kegagalan dalam menyusun SDM (organisasi) atau tanpa dilengkapi dengan metodologi yang benar, secara otomatis memperdekat jarak antara kegiatan pembangunan dengan kegagalan.

Sama halnya dengan disiplin lain juga, dalam pengembangan sistem dan teknologi informasi juga ada fase2 yang harus dilalui, yang jika salah satu fase tersebut tidak dilakukan, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam proses pembangunan. Dalam kasus, apa sebab suatu software diketahui masih memiliki bug (kesalahan) justeru setelah diimplementasikan? Atau apa pula sebab suatu software lambat sekali pengembangannya (informasi dan fitur2 yg disediakan tidak mengikuti perkembangan keadaan & kebutuhan)..? Atau data yang diolah dan informasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya? Dan, banyak lagi kasus lain. Secara umum, hal tersebut disebabkan karena proses yg dilakukan keluar dari siklus yang seharusnya. Produk yang seharusnya di uji coba dulu, tidak diujicoba. Data dan informasi yang seharusnya selalu di update oleh operator, ternyata tidak di update. …dst.

Fase2 tersebut adalah sbb :





Gambar 3


4.TIK
Saya lebih cenderung mengatakan bahwa aspek teknologis ini menjadi faktor terakhir, karena tanpa didukung oleh aspek 1-3, aspek keempat inipun kecenderungannya akan gagal.

Secara umum, ini adalah aspek2 yang perlu diperhatikan :





Gambar 4

Sekaitan dengan itu perlu diperhatikan :
1.Penetapan standar TIK (baik hardware, network, sistem operasi, software aplikasi, dll berdasarkan kelas cabang atau laba unit kerja. Contoh : cabang kls 3 berhak menggunakan 3 unit PC jenis XYZ, SO Linux, Aplikasi dengan sistem batch (database terdistribusi, pengiriman data ke data center harian), dll. Sementara cabang utama PC sekian unit, SO linux, online realtime. Dll
2.Sekaitan dengan alur pengiriman data, sebaiknya ada dua jalur yang digunakan :
a. Untuk komunikasi data internal dengan menggunakan FTP, seperti halnya upload-download aplikasi, dll.




Gambar 5


b. Untuk komunikasi data melalui aplikasi, untuk data operasional, keuangan, asset, dll. Berikut adalah gambaran umumnya :




Gambar 6


Barangkali ada banyak langkah lain yang bisa dilakukan, namun setidaknya inilah buah pemikiran yang ingin disampaikan pada saat meghadapi persoalan yang Bapak sajikan.

Bravo PEGADAIAN, jiwamu mengalir dalam darahku…

www.irfan-mahendra.net
semoga tidak berkhianat

5:13 PM  
Blogger Rizal Ramli said...

This comment has been removed by the author.

8:15 PM  
Blogger Rizal Ramli said...

Konsep Alur Pengiriman Data yang diterapkan di Pegadaian kelihatannya seperti konsep Diverging and Converging Data Flow (Konsep Alur Data Menyebar & Mengumpul).

Konsep Alur Pengiriman Data Menyebar yaitu konsep alur dimana pengiriman data berasal dari sumber yang sama dan dikrim ke tujuan yang berbeda. Sebagai contoh: Pusat TI telah melakukan pengembangan aplikasi yang digunakan di Kantor Cabang.
Aplikasi inilah yang disebut perasan air (data) yang harus dikirim ke masing-masing Kantor Wilayah dengan cara Pusat TI memasang aplikasi tersebut ke dalam FTP Pegadaian atau mengirimkannya melalui email masing-masing Kantor Wilayah, lalu Kantor Wilayah menruskannya ke seluruh cabang yang ada di wilayahnya (informasi), kemudian di cabang melakukan pemasangan aplikasi tersebut, maka aplikasi inipun dapat digunakan untuk menunjang proses operasional di cabang selaku knowledge.

Sebaliknya Konsep Alur Pengiriman Data Mengumpul yaitu konsep alur dimana pengiriman data berasal dari sumber yang berbeda-beda dan dikirim ke tujuan yang sama. Sebagai contoh: pengiriman laporan bulan, di mana masing masing cabang membuat laporan bulan. Laporan ini kemudian diupload untuk dikirimkan ke Kantor Wilayah. Setiap Kantor Wilayah melakukan download data laporan bulan yang dikirim oleh kantor cabangnya masing-masing, lalu memprosesnya dan mengirimkannya (upload) ke Kantor Pusat. Lalu Kantor Pusat mendownload laporan yang dikirim oleh masing-masing Kanwil.

Sedangkan konsep aturan mengenai proses pengelolaan alur pengunggahan (upload) dan pengunduhan data (download), salah satu contohnya telah Bapak sebutkan pada saat tatap muka yang tercantum pada Surat Edaran nomor 55 tahun 2008.

Akan tetapi, untuk kelancaran penerapan sistem informasi manajemen ini, maka diperlukan dukungan dari seluruh pihak. Sebagaimana yang Bapak pernah sebutkan bahwa berdasarkan pengamatan Bapak, keahlian para manajer cabang hanya didominasi dengan keahlian operasional saja. Oleh karena itu, mungkin perlu adanya suatu aturan bahwa setiap Manajer Cabang/Pengelola Cabang harus memiliki skill di bidang IT, minimal mereka mengetahui bagaimana cara menggunakan email, mengunduh (download) data dan mengunggah (upload) data. Jikalau memang masih ada yang belum mengetahui, mungkin perlu sedikit bantuan dari TI setempat jikalau berkunjung ke cabang karena suatu hal, maka mungkin bisa sekaligus menuntun tata cara membuat e-mail, mengirim dan lain sebagainya. Bukan berarti kita ingin mengajari akan tetapi sharing ilmu sangat diperlukan, karena makin sering kita membagi ilmu, maka ilmu itu akan makin bertambah.

Selain itu, mungkin harus diadakan keseragaman Versi Siscadu & Operating System (Red Hat atau Fedora) yang digunakan, sehingga jika terjadi suatu kesalahan di cabang yang jaraknya cukup jauh, maka kita cukup menuntun lewat telepon. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya berpindah. Selain itu dengan keseragaman OS, maka setiap ada pengembangan aplikasi, maka kita dapat mengirimkan file aplikasinya beserta panduan instalasinya.

Prada,go...!

PEGADAIAN Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

8:27 PM  
Anonymous irfan mahendra said...

Mohon maaf, selengkapnya jawaban a.n. Irfan Mahendra juga dapat dilihat di http://irfan-mahendra.net/index.php?option=com_content&task=blogsection&id=4&Itemid=35

Terima kasih

7:06 AM  
Anonymous Anonymous said...

Konsep aturan upload dan download data Kantor Cabang & Wilayah :

1.Pengiriman data (upload) dari Cabang ke Kanwil dan pengambilan data (download) daari Kanwil ke Cabang merupakan tanggung jawab manajer cabang.
=> Hal ini akan memotivasi Mancab untuk menguasai setidaknya mengenal akan IT.
=> Manajer Cabang dituntut untuk dapat dan menjalankan komputer termasuk browsing internet, upload data cabang dan download data dari kanwil.
2.Sistematis pengiriman dan pengunduhan data adalah sebagai berikut :
Dari sisi Kantor Cabang :
a)Setiap selesai proses jurnal operasional, manajer cabang bertanggung jawab atas backup data yang dilakukan oleh petugas TU. (Backup data dilakukan setiap hari setelah selesai proses kerja Cabang)
b)Pada akhir minggu dan akhir bulan, Manajer Cabang bertanggung jawab atas pengiriman data Operasional, data Keuangan dan data Logistik ke Kantor Wilayah melalui email atau ftp ke Kanwil.
c)Pengiriman data Mingguan dan Bulanan paling lambat sehari setelah proses Trans Mingguan dan proses Trans Bulanan.

Dari sisi Kantor Wilayah :
Bagian Keuangan :
a)Asman Akuntansi bertanggung jawab atas ekspor dan impor data data yang telah dikirim oleh Manajer Cabang ke dalam program SISWIL untuk selanjutnya dilakukan validasi dan verifikasi.
b)Asman Akuntasi berhak meminta Manajer Cabang untuk mengirimkan atau mengirim ulang data Kantor Cabang apabila data dari Kantor Cabang dinyatakan belum sampai atau terdapat error.
c)Manajer Keuangan bertanggung jawab atas pengiriman data keuangan konsolidasi Bulanan ke Kantor Pusat melalui email atau ftp Kantor Pusat.
d)Pengiriman data Bulanan paling lambat dua hari setelah akhir bulan setelah proses Trans Bulanan.

Bagian Operasional :
a)Asman Usaha Inti dan Asman Usaha Lain bertanggung jawab atas ekspor dan impor data data operasional yang telah dikirim oleh Manajer Cabang ke dalam program SISWIL untuk selanjutnya dilakukan verifikasi dan kompilasi.
b)Asman Usaha Inti bertanggungjawab atas Laporan Operasional Cabang Konvensional dan Asman Usaha Lain bertanggungjawab atas Laporan Operasional Cabang Syariah.
c)Asman Usaha Inti dan Asman Usaha Lain berhak meminta Manajer Cabang untuk mengirimkan atau mengirim ulang data Kantor Cabang apabila data dari Kantor Cabang dinyatakan belum sampai atau terdapat error.
d)Manajer Operasional bertanggung jawab atas pengiriman data operasional Bulanan ke Kantor Pusat melalui email atau ftp Kantor Pusat.
e)Pengiriman data Bulanan paling lambat dua hari setelah akhir bulan setelah proses Trans Bulanan.
Dari sisi Kantor Pusat :
a)Asman pada masing-masing Divisi bertanggungjawab atas data kiriman dari Kantor Wilayah.
f)Asman pada masing-masing Divisi berhak meminta Manajer Bagian di Kanwil untuk mengirimkan atau mengirim ulang data Kantor Wilayah apabila data dari Kantor Kanwil dinyatakan belum sampai atau terdapat error.

3.Dengan alur kerja yang ditulis diatas diharapkan informasi data seluruh Kantor Cabang dan Kantor Wilayah Selindo dapat dilihat oleh Direksi secara cepat dan akurat sehingga mempercepat Direksi untuk membuat keputusan yang strategis.
4.Divisi TI baik di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah diminta untuk mensupport akan hardware, software dan Jaringan di Kantor Pusat, Kanwil dan Kantor Cabang sehingga transaksi data upload dan download tidak terdapat hambatan.

Demikian konsep aturan transaksi data yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi PEGADAIAN. (Bravo TI – Pegadaian)

M. Sapto Priyo Nugroho (P82085)
Peserta Diklat TI 2008 Kelas A

12:53 PM  
Blogger sapto77 said...

jawaban saya tersebut merupakan tahap awal untuk memaksa jajaran middle manajeman mengenal dan terbiasa dg IT khususnya internet, karena pegadaian masa depan akan online sehingga customer akan dg mudah bertransaksi lewat internet seperti bayar bunga lewat e-bangking atau atm ,yg lebih menjadi impian saya adalah customer dapat melunasi bj lewat internet (e-bangking) atau atm dan barang jaminan ybs akan terkirim ke alamat ybs lewat delivery express.

inilah langkah awal kita menuju "e-pegadaian"
salam ----- (sapto)

7:40 PM  
Anonymous Anonymous said...

Bicara tehnologi Informasi pada saat ini sudah bukan merupakan kewajiban lagi akan tetapi merupakan kebutuhan bagi setiap orang dimana dan kapanpun orang itu berada informasi akan selalu dibutuhkan .

Dengan informasi tersebut orang akan lebih tahu dan mengerti pentingnya informasi.

Bambang Hernanto (kanwil Bandung)
Peserta Diklat TI Klas A
Sistem Informasi yang ada saat ini khususnya diPegadaian suadah cukup bagus cuma harus ada yang diperbaiki sedikit demi sedikit terutama adanya kesalahan keslahan yang sering dilakukan oleh sdm pegadaian, dalam hal ini kita sering terjadi kebocoran data yang dilakukan teman teman dicabang maupun dikanwil atupun dikantor pusat itu dikarenakan sistemnya belum bagus atau adanya sdm dan usernya yang nakal.

Untuk demi kemajuan perusahaan kita boleh meniru sistem sistem yang ada diluar pegadaian akan tetapi sebelum itu kita harus sesuaikan produk produk yang kita punyai padahal notabene produk kita yang utamanya adalah Jasa Gadai.

Jadi menurut saya Sistem yang ada tetap dipertahankan akan tetapi hal yang paling penting diperhatikan dalam hal ini bahwa sistem bukan hanya ada pada HARDWARE DAN SOFTWARE saja tapi dalam diri manusiapun (user) ada sistem didalamnya yang sebetulnya kita tidak bisa menggali dan tau seperti apa sistemnya karena siste yang ada saat ini sebetulnya buatan manusia juga karena saya yakin ada kelemahannya juga.

Untuk itu hal yang paling penting kita harus bisa mensinergikan antara sistem yang ada diluar sistem manusia, Pegadaian dalam hal ini Kantor Cabang manajer sebagai CIOnya harus bisa mensinergikan kedua sistem tersebut.

Saya mempunyai keyakinan kalau hal ini dilakukan disemua Kantor Cabang diseluruh Indonesia dengan sistem apapun kalau kedua sistem ini dilakukan akan berhasil dan maju terus. "BRAVO PEGADAIAN".

7:01 PM  
Anonymous Anonymous said...

Bicara tehnologi Informasi pada saat ini sudah bukan merupakan kewajiban lagi akan tetapi merupakan kebutuhan bagi setiap orang dimana dan kapanpun orang itu berada informasi akan selalu dibutuhkan .

Dengan informasi tersebut orang akan lebih tahu dan mengerti pentingnya informasi.


Sistem Informasi yang ada saat ini khususnya diPegadaian suadah cukup bagus cuma harus ada yang diperbaiki sedikit demi sedikit terutama adanya kesalahan keslahan yang sering dilakukan oleh sdm pegadaian, dalam hal ini kita sering terjadi kebocoran data yang dilakukan teman teman dicabang maupun dikanwil atupun dikantor pusat itu dikarenakan sistemnya belum bagus atau adanya sdm dan usernya yang nakal.

Untuk demi kemajuan perusahaan kita boleh meniru sistem sistem yang ada diluar pegadaian akan tetapi sebelum itu kita harus sesuaikan produk produk yang kita punyai padahal notabene produk kita yang utamanya adalah Jasa Gadai.

Jadi menurut saya Sistem yang ada tetap dipertahankan akan tetapi hal yang paling penting diperhatikan dalam hal ini bahwa sistem bukan hanya ada pada HARDWARE DAN SOFTWARE saja tapi dalam diri manusiapun (user) ada sistem didalamnya yang sebetulnya kita tidak bisa menggali dan tau seperti apa sistemnya karena siste yang ada saat ini sebetulnya buatan manusia juga karena saya yakin ada kelemahannya juga.

Untuk itu hal yang paling penting kita harus bisa mensinergikan antara sistem yang ada diluar sistem manusia, Pegadaian dalam hal ini Kantor Cabang manajer sebagai CIOnya harus bisa mensinergikan kedua sistem tersebut.

Saya mempunyai keyakinan kalau hal ini dilakukan disemua Kantor Cabang diseluruh Indonesia dengan sistem apapun kalau kedua sistem ini dilakukan akan berhasil dan maju terus. "BRAVO PEGADAIAN".

Bambang Hernanto (kanwil Bandung)
Peserta Diklat TI Klas A

7:03 PM  
Anonymous Anonymous said...

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN







Nama : Tommy Sasmita Noorandi

Nik : P82522

Cabang : Pondoklabu





Pengelolaan alur pengiriman data (upload) dan pengunduhan data (download) data dari cabang – kanwil – pusat dan sebaliknya.



Jika dilihat dari alur data palingbasic adalah :



PROSES

PROSES

INPUT DATA

INFORMASI

KNOWLEDGE











Kuncinya berarti jika data yang diinput benar (cabang) maka data yang sampai ke kanwil – pusat akan terjamin pula kepastian datanya.

Sebaliknya jika input/informasi dari pusat benar maka informasi yang sampai ke kanwil – cabang maupun informasi ke publik juga bisa dijamin kebenaranya.



Untuk membuat peraturan baku maka sangatlah mendasar sekali, yaitu setiap ada perubahan data yang menyangkut pembukuan ataupun proses transaksi cabang harus ada ijin pasword dari kanwil, demikian pula kanwil terhadap pusat.
Jika ada kesalahan pembukuan dan transaksi maka harus diselesaikan hari itu juga demi terciptanya data yang akurat realday.


Namun sebagai orang TI kita dituntut untuk memastikan bagaimana supaya data itu sampai ke pusat dengan aman (benar dan akurat), maka dalam hal ini berkaitan dengan pengembangan SDM di bidang TI.



Visi atau pandangan kita ke depan dalam kaitanya menggabungkan teknologi dengan proses bisnis utama kita (gadai) adalah menciptakan sistem pegadaian ONLINE dari segi bisnis, pembukuan dan pengembangan network stategi perusahaan masa depan.



Untuk memulai REVOLUSI ini sangatlah berat dan penuh tantangan, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang kapanlagi???

Kita akan memulainya layaknya membangun sebuah peradaban baru (dari sudut pandang pegawai terhadap informasi dan teknologi di pegadaian).



Yang jelas Revolusi ini menyangkut ekspansi ekosistem di bidang TI yang sangat besar, mau tak mau cara berfikir kita semua harus mengadopsi pengetahuan di bidang teknologi informasi.



Sumber daya manusia yang dibutuhkan cukup banyak, (create new soldiers) Prada sebagai ujung tombak Era Revolusi untuk meratakan pengetahuan dan informasi teknologi.



Skema Pengembangan SDM yang dibutuhkan sbb :



PUSTI & Struktur MANAJER”NYA



Merencanakan dan membangun infrastruktur, backbone

endoskeleton dan eksoskeleton ONLINE Project







Ekspert Data base, Harware & jaringan

sbg main builder and programer

konsep Project





Long Asistan tiap DIVISI (sdm,akt,dll)





kepanjangan tangan TI di tiap divisi,

pembukuan, dan pelaporan data



TIM TI Kanwil beserta Pradanya





berhubungan langsung dengan basic

data di cabang, selain terkoneksi

langsung dengan pusat.





Dari skema pengembangan SDM inilah dibutuhkan banyak sekali prada atau human resources di bidang TI terutama di kanwil – Cabang yang antara lain bertugas :



- Guardian / bodyguard data dari cabang

(membantu menjaga kebenaran data sejak dari awal, memandu koreksi dsb)

- Sebagai central penampungan data cabang2 sebelum diproses lebih lanjut dan diteruskan ke pusat atau diakses oleh para pegawai (sisdam online).

- Sebagai tenaga service jika ada masalah / kerusakan hardware & software (fakta yang ada) .

- Pengkaderan dan penyebaran informasi kepada pegawai” cabang mengenai siscadu, operating sistem dan pemeliharaan komputer cabang.



Jika dilihat, peran utama orang IT sangatlah besar, yang saya rasakan di cabang sedemikian sedikitnya pegawai lain yang mau berhubungan dengan ilmu komputer, misal jika ada trouble sedikit saja masalah jaringan atau komputer mereka cenderung panik, takut untuk memakai operating system apalagi dengan pemakain linux belakangan ini membuat mereka semakin enggan untuk belajar system baru. Belum masalah akuntansi,pembukuan,koreksi data,memakai office,membuat laporan dll selalu saja tergantung salah satu orang saja yang mengerti menjalankan aplikasi komputer. Jadi Seorang yang tau IT ini seakan jadi sandaran dan tumpuan semua tugas operasional kantor yang berhubungan dengan komputer.



Tapi bagi diri saya pribadi hal itu merupakan suatu kekehormatan tersendiri bisa berbagi tugas, ilmu dan mendapatkan kepercayaan dari rekan” untuk membantu menyelesaikan operasional cabang. Menurut saya next future TI ini sangat menantang dan perlu kita perjuangkan, karena perubahan teknologi ini sangatlah cepat. Mungkin kita perlu sharing bagi rekan – rekan cabang bahwa usia tidak mempengaruhi kemauan untuk berkembang asal mau belajar dan belajar.



Tim TI membantu mengatasi masalah troubelshoot hardware, software, bahkan masalah pembukuan cabang atau kanwil, TI hanya membatu mengkoreksi atau memberitahu alur data yang benar maka jika ada kesalahan isi data sesungguhnya hendaklah jangan selalu menyalahkan orang TI, bayangkan jika hal itu dialami setiap hari.

“hal ini juga mohon diberikan aturan baku tugas kewenangan TI dan divisi lainya sebenarnya tanggung jawab pihak mana laporan itu, pekerjaan itu dsb”.



Perubahan yang akan dilakukan perusahaan sangat realistis tentunya setelah ditimbang dan dikaji dari berbagai segi akan besarnya nilai manfaat yang akan diraih dikemudian hari jika kita mulai dari sekarang. REVOLUSI teknologi inilah yang nantinya sangat menjanjikan masa depan perusahaan, mau dibawa kemana saja arah strategi perusahaan asalkan basic technology sudah kita terapkan sedini mungkin kita tidak akan tertinggal dari pesaing2 yang ada dan pesaing yang akan bermunculan dikemudian hari. Mengapa saya katakan “revolusi” , karena yang akan perusahaan laukan berkaitan erat dengan semua bidang dan mau tak mau dengan perubahan sistim informasi dan teknologi ini semua pihak harus mulai mengupgrade wawasan, tools, dan media jika tak ingin tertinggal dengan perubahan teknologi. Misal : spek komputer semakin canggih,RAM dan kapasitas penyimpanan semakin besar, gadget2 semakin canggih dan menggantikan teknologi yang ada. Kebutuhan perusahaan akan teknologi juga sangat besar untuk bisa berkompetisi dengan pesaing lainya yang tentunya sudah memakai peralatan dan software yang sudah semakin modern. Jika Revolusi ini berhasil maka perkembangan bisnis kita akan semakin beragam baik metode bisnis maupun variasi produk - produk seperti contoh” yang pernah kita bahas.



Untuk mewujudkanya diperlukan pengorbanan yang besar baik tenaga,pikiran,waktu dll khususnya Divisi TI beserta seluruh stafnya untuk terus discovering next technology, next generation, and next ekspantion. Kami prada TI angkatan 2008 merasa bangga ikut bersama membangun dan mengembangkan perusahaan.



“NO SACRIFIES NO GLORY”



--Tanpa pengorbanan tak ada Kemenangan/Perubahan—

8:50 PM  
Anonymous Anonymous said...

Komunikasi Data
Saya berpendapat bahwa alur data tidak lepas dari bgimana data dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan . Jadi dapat disimpulkan kita tidak lepas dari konukasi data itu sndiri. Kita harus mengerti komunikasi adata.
Komunikasi Data merupakan bagian dari Teknologi Informasi, dimana komputer melakukan pengiriman data berupa informasi yang disajikan oleh isyarat digital biner terhadap komputer yang lain atau juga pengiriman data terhadap terminal.

CCITT (Consultative Committee International Telephony and Telegraphy) yang sekarang dikenal dengan ITU-T (International Telecommunication Union - Telephony) menyebut terminal sebagai Peranti Terminal Data (Data Terminal Equipment = DTE)

Jenis Komputer dalam dalam suatu jaringan data terdiri dari satu atau lebih komputer mainframe atau host komputer, komputer-komputer mini dan komputer mikro atau komputer pribadi. Terminal - terminal yang paling sering digunakan antara lain
- Disk drive
- Pencetak
- Plotter
- Layar Monitor
- Keyboard

Selain harus berkomunikasi dengan terminal-terminal lokal / peranti peripheral, komputer harus mampu berkomunikasi dengan komputer/terminal lain yang terpisah cukup jauh.

Pada tahun-tahun terakhir, aplikasi komunikasi data menjadi lebih umum, termasuk diantaranya :
a. Pengecekan kartu kredit secara online.
b. Pemindahan dana dari satu bank ke bank lain secara elektronis.
c. Mesin Pembayaran otomatis (automatic telling machines = ATM).
d. Sistem penjualan elektronis (pembelian barang yang secara otomatis ditangani oleh rekening bank).
e. e-mail
f. Sistem Teks Video seperti Prestel
g. Sistem Faksimil
h. Pengolahan Transaksi


Kendala Komunikasi Data

a. Waktu tanggap sistem
Adalah ukuran kecepatan operasi Sistem. Pada Sejumlah Sistem, waktu tanggap yang cepat merupakan hal yang sangat penting.
Misalnya ATM. Dalam pengambilan uang lewat ATM dimana saat pemakai mengetik nomor identifikasi dan mengisikan jumlah uang yang akan diambil, pemakai pasti mengharapkan agar mesin ATM memberikan tanggapan dalam waktu singkat.

b. Throughput
Adalah ukuran beban dari sistem tersebut berupa presentase waktu yang diperlukan dalam mengirim sejumlah pesan melewati sambungan komunikasi data. Keluaran dari sistem harus setinggi mungkin agar pemakaian jalur dan terminal yang sangat mahal dapat diperoleh secara maksimum. Terminal-terminal harus dapat dioperasikan semudah mungkin untuk mengurangi faktor kesalahan manusia dan juga mempertinggi kecepatan operasi.

c. Manusia
Faktor manusia sangat penting diperhatikan. Khususnya di situasi terminal sering dipakai oleh pengguna yang tidak terlatih seperti mesin ATM.


Kebanyakan jaringan komputer mempunyai sebuah komputer pusat/pengolah pusat (CPU) yang biasanya berupa sebuah komputer mainframe yang dihubungkan dengan sejumlah terminal atau komputer yang lain.

Untuk komunikasi antar terminal yang saling berdekatan, dapat digunakan jaringan area lokal (Local Area Network=LAN).

Untuk komunikasi antar terminal yang letaknya lebih jauh, dapat digunakan dedicated circuit, switched circuit melalui Jaringan Telepon Umum (PSTN), Jaringan Data Paket Umum (PSDN), Private Network



- Dedicated Circuit
Setiap terminal selalu berhubungan ke CPU baik ada atau tidaknya kiriman data.


- Switched Circuit
Sambungan fisik antara CPU dan terminal hanya dilakukan saat adanya pengiriman pesan. Saat Pesan diterima, sambungan akan terputus sehingga dapat melayani banyak terminal.


- PSTN (Public Switched Telephone Network)
Adalah jaringan yang pertama kali dirancang untuk pengiriman isyarat suara dimana Komunikasi data jarak jauh dapat diteruskan secara keseluruhan atau sebagian lewat sejumlah kombinasi sambungan teristerial menggunakan kabel koaksial, serat optik, gelombang radio, atau memanfaatkan sistem satelit.
Sistem telepon di Inggris menggunakan teknik digital melalui jaringan tetap biasa untuk mengirim isyarat dengan mengkonversi wujud digital menjadi suara melalui bantuan modem.


- PSDN (Public Switched Data Network)
PSDN di Inggris disebut Switchstream oleh British Telecom (BT). Adalah jaringan yang menyediakan fasilitas data switching network berkecepatan tinggi sesuai dengan standar X25 dari ITU-T. Pengguna dapat mengatur waktu sambungan antara terminal dan CPU untuk mengirim data.

Fasilitas X25 yang tersedia untuk pengguna adalah:
a. Pengecekan kesalahan.
b. Sistem pengalamatan yang unik.
c. Pengubah kecepatan. Sehingga pengguna tidak menyadari adanya perbedaan kecepatan antara terminal pemanggil dan yang dipanggil.


Dari beberapa teori dan kendala yang diatas kita harus mampu mengakomodasikan dengan dengan kebutuhan kantor dan sumber daya yang kita miliki. Berarti harus ada penyesuaian dengan kantor kita.

dari NAMA : AHDA NOVIANDI
NIK P 82542
KELAS A
NOMOR ABSENSI 19

9:59 PM  
Blogger Adi Riswan said...

Saya sependapat dengan Sdr. Irfan Mahendra : “… tukang teknis banyak pula yang tak cakap mengelola rencana…” Sehingga saya yang basic-nya “tukang install” pun tidak bisa berbicara banyak tentang hal – hal yang berbau konseptual dan teoritis. Mohon maaf Pak Kisprijono, saya akan lebih banyak berbicara hal – hal yang teknis.

Sebelum membahas lebih jauh tentang konsep alur pengiriman data, saya ingin menyinggung sedikit tentang data. Data sangat diperlukan untuk menghasilkan informasi yang selanjutnya akan dipakai lagi untuk proses bisnis & pengambilan keputusan strategik. Dalam dunia IT dikenal istilah GIGO. Gold Input, Gold Output. Bisa juga diartikan Garbage Input, Garbage Output. Atau malah bisa juga kependekan dari Gold Input, Garbage Output. Vice versa (Sorry Pak Kis, saya pinjam istilahnya sebentar). Artinya untuk menghasilkan informasi yang benar, inputnya juga harus benar. Dalam beberapa hal kasuistis, bisa saja terjadi inputnya sudah benar, hasilnya malah salah. Vice versa. Kalau begini, maka aplikasi prosesnya-lah yang harus dibenahi.

Nah, apakah data (baca : data cabang) di Pegadaian sudah benar ? Apakah Nota Pengesahan yang dikirimkan dari Bag. Akuntansi Kanwil ke cabang pernah di cross-check? Apakah Manager Cabang peduli dengan keakuratan data Siscadu-nya? Apakah masih ada satu nasabah yang memiliki banyak ID? Apa gunanya jika kita sudah invest puluhan juta rupiah untuk membenahi infrastruktur penyaluran data di Pegadaian jika data di root-level masih belum akurat?

Saya setuju dengan konsep edukasi IT harus diberikan kepada pegawai cabang. Tapi kondisi di lapangan tidak selalu semulus konsep. Saya malah berpikiran bahwa sistem yang dipakai di cabang harusnya bersifat user-friendly. Just point & click, laporan selesai. Benar, ini pembodohan pegawai cabang. Tapi itulah konsekuensi yang harus diambil jika ingin dapat Gold Output. Seperti halnya, kasir di minimarket, cukup dengan mengarahkan barcode ke scanner, maka struk pembelian langsung tercetak, laporan buku gudang langsung akurat.

Sebuah konsep yang bagus muncul di tahun 2007 dinamakan Sistem Akuntansi Mandiri Cabang. Artinya, segala data akuntansi dan logistik cabang (kecuali data operasional cabang, karena menyangkut SBK dan bukti otentik lainnya) akan dianggap sebagai garbage. Selanjutnya data pure gold dari Kanwil akan disuntikkan ke cabang secara cut-off pada periode tertentu. Memang metode ini cukup berhasil. Tapi setelah itu, akibat ketidakpedulian & ketidakpahaman pegawai cabang akan pentingnya data & alur proses bisnis, data yang tadinya gold akan kembali menjadi garbage. Kesimpulan, kita masih di lingkaran setan.

Jadi selain edukasi IT kepada pegawai cabang, yang paling mendesak adalah perlunya dibangun sebuah sistem aplikasi yang benar-benar handal, yang bisa memprediksi & meminimalisir kesalahan-kesalahan apa saja yang mungkin timbul. Sistem harus dirancang secara matang, dan modular, sehingga tidak ada lagi update-update Siscadu / Siswil yang tak berujung selama ini. Tutup semua bug yang berpotensi mengubah gold jadi garbage. Seluruh input menu harus dibuat sesederhana mungkin tapi bisa menghasilkan output yang lengkap. Tutup semua celah-celah yang bisa mengakibatkan inkonsistensi data.

----

Alur Pengiriman Data dari UPC – Cabang – Kanwil – Pusat

Oke, jika keakuratan data sudah bisa kita jamin, sekarang mari kita bicara tentang alur pengiriman data dari UPC  Cabang  Kanwil  Pusat di Perum Pegadaian.
Selama ini cabang mengirimkan data (baca : data trans Siscadu) ke Kanwil dengan memakai e-mail. Ternyata hal ini terbukti kurang efektif dan lambat, karena user penerima di Kanwil harus mendownload lagi attachment email satu persatu. Belum lagi masalah lainnya seperti surat masuk ke spam, kesalahan pengetikan alamat tujuan, bervariasinya account e-mail, dan sebagainya.

Sebagai salah satu solusinya kita bisa menggunakan File Transfer Protocol (FTP) dalam proses kirim terima data. Lebih cepat, dan lebih mudah. User cabang bisa mengirimkan data ke kanwil semudah proses copy paste dari direktori lokal ke direktori web. FTP bisa dijalankan di berbagai OS. User penerima di kanwil pun bisa dengan mudah mendownload satu folder data trans yang siap diproses. (Hanya satu kali download, bandingkan dengan e-mail dimana kita harus mendownload satu persatu)

Gambar 1 : bisa dilihat di http://tinyurl.com/58ecvn

Dari skema diatas bisa kita lihat beberapa titik alur data yang tidak optimal, seperti data UPC yang masih diantar ke cabang oleh pegawai, proses upload & download antar cabang dan kanwil, serta faktor privasi data yang hampir tidak ada karena seluruh user cabang diberi hak akses full ke FTP hosting. Ini sangat riskan karena antar user bisa saling menghapus file karena diberi hak akses read-write-execute.
Sebagai salah satu solusinya, kita harus membangun sebuah FTP server sendiri. Bagaimana caranya? Manfaatkan saja Server SISDAM Online yang ada di Kanwil. Server SISDAM Online memiliki spesifikasi yang tangguh, memiliki IP Public, hidup 24 jam, dengan koneksi internet dedicated yang online 24 jam. Dengan beberapa konfigurasi, kita sudah memiliki sebuah FTP Server siap pakai. Gak perlu biaya tambahan, karena sudah include dengan biaya koneksi internet Kanwil, dan data lebih aman karena tiap cabang bisa dibuatkan username dengan hak akses full tapi terbatas pada accountnya sendiri.

Sehingga jika kita gambarkan skemanya, alur data nya menjadi sebagai berikut :

Gambar 2 : bisa dilihat di http://tinyurl.com/58ecvn

Sebagai tambahan, dalam pemilihan lokasi UPC, sebaiknya diutamakan ruko / kantor yang memiliki sambungan telepon. Sehingga pegawai di UPC tidak perlu repot lagi mengantarkan flashdisk ke cabang. Kirim data cukup lewat internet. Katanya mau jadi perusahaan modern & dinamis, tapi kok datanya masih diantar manual ? :-).

----

Alur Pengiriman Data dari Pusat - Kanwil - Cabang

Pengiriman data dari Pusat hingga ke cabang mungkin lebih mengarah ke pendistribusian update aplikasi Pegadaian dan surat – surat elektronik dari KPPP (paperless) via e-mail atau FTP. Yang menjadi fokus perhatian disini adalah bagaimana memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan perbaikan, update, serta pengawasan terhadap komputer. Terkadang, pihak IT sering terjun ke lapangan hanya untuk memperbaiki kesalahan / kerusakan sepele di cabang. Buang waktu & tenaga. Kenapa bisa begini? Karena user di cabang sering salah / tidak paham dalam mendeskripsikan permasalahan yang ada kepada TI, sehingga terjadi miskomunikasi, TI menginstruksikan prosedur A, si cabang melakukan prosedur B. Data cabang jadi kacau.

Pada OS Linux, kita bisa memanfaatkan fasilitas remote connection, dengan menggunakan protocol Secure Shell (SSH). Cukup sambungkan koneksi internet, biarkan TI yang memperbaiki kerusakan data cabang dari jauh.

Cara ini juga bisa kita manfaatkan untuk melakukan update Siscadu ke cabang. Gak perlu turney panjang yang melelahkan, staf TI cukup duduk manis di kursinya sambil meng-update Siscadu cabang dari jarak jauh. Sehingga terjadi keseragaman versi Siscadu serta konsistensi data, karena yang “meramu” dari

Kita tidak bisa berharap banyak jika proses update Siscadu diserahkan kepada user cabang. Masih banyaknya perbedaan versi Siscadu yang ada di cabang merupakan indikasi bahwa sebenarnya user cabang takut (atau mungkin juga tidak peduli) untuk mengupdate Siscadu-nya ke versi terbaru.

Sekian dari saya mohon maaf jika mungkin tidak mengena dengan topik. TI adalah kaki sapi, yang menopang tubuh sapi (perusahaan) agar bisa tetap tegak berdiri dan berjalan ke depan. (IT driven)

Adi Riswan
NIK.P82297

10:19 PM  
Blogger ukhuwah said...

Konsep Alur Data:

Memasuki era globalisasi informasi, mau tidak mau, suka tidak suka setiap individu maupun kelompok harus ikut ambil bagian. Ketidaksiapan menghadapi kemajuan sistem teknologi Informasi (STI) akan menjadikannya sebagai pemain ‘out of date’ yang sudah seharusnya di ‘museum’ kan. Hampir seluruh perusahaan berlomba-lomba melakukan investasi di bidang teknologi informasi.

Hanya saja tidak semua sistem teknologi informasi dapat diterapkan di seluruh perusahaan, semua tergantung karakteristik dan finansial perusahaan tersebut. Salah satu karakteristik yang di miliki oleh pegadaian adalah luas wilayah kerja yang hampir meliputi seluruh pulau di Indonesia. Luasnya wilayah kerja ini menjadikan alur pengiriman data baik dari kantor Pusat sampai ke kantor cabang begitu juga sebaliknya, menghabiskan waktu yang lama dan biaya yang. Dengan pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat menghemat biaya dan waktu yang dikeluarkan perusahaan dan dapat di alihkan untuk investasi lain yang berguna. Mudah-mudahan perusahaan yang kita cintai ini juga tidak ketinggalan dan tidak salah melangkah dalam melakukan investasi STI.

Ada banyak teknologi yang dapat dilakukan salah satunya pengiriman data online. Data yang dikirim kantor cabang ke kanwil dan pusat di integrasikan ke sistem online, begitu juga alur pengiriman dari pusat ke cabang. Hal ini bertujuan salah satunya sebagai sarana untuk meraih kepuasan pelanggan. Dengan berbasis online, nasabah dapat dengan mudah melakukan semua transaksi gadai kecuali pelunasan,diseluruh kantor cabang pegadaian. Sehingga memudahkan nasabah untuk mengontrol kredit gadaiannya. Disamping itu manajemen perusahaan dapat memantau perkembangan perusahaan dengan mudah hanya dengan melihat laporan di internet. Sistem ini dapat juga disebut sebagai Sistem Informasi Eksekutif.

Namun transaksi ini harus benar-benar di dukung oleh sekurity jaringan yang memadai, karena menyangkut image perusahaan. Keamanan data dan kepercayaan akan data didalam jaringan harus benar-benar terjamin. Enkripsi data sangat diperlukan untuk membantu mengamankan data transaksi yang ada. Setiap data sebelum di lakukan upload harus melalui tahapan enkripsi sehingga ketika terjadi pencurian data di dalam jaringan akan lebih mampu bertahan daripada hanya mengandalkan hak akses user. Kita dapat mengambil contoh dari perusahaan-perusahaan e-commers yang berjamuran di internet. Semuanya melakukan enkripsi data dalam melakukan transaksi e-commers. Ada banyak software utiliti yang dapat kita gunakan misalnya PGP.

Kita tidak boleh me’nafi’kan tentang keamanan data ini. Ini juga merupakan salah satu pertimbangan yang akan dilihat oleh stakeholder ketika akan melakukan investasi di Pegadaian, ketika perusahaan ini benar-benar online. Ketika kita mengikrarkan diri untuk melakukan online transaksi demi kepuasaan nasabah, maka para cracker (hacker golongan hitam) juga akan “angkat senjata” untuk menjebol sekurity pegadaian. Maka..... bayangkan ketika cracker berhasil menjebol server Pegadaian yang “lemah” lalu menghapus secara acak data transaksi di seluruh cabang di Indonesia, lalu apa kata dunia........!!!!

Fasilitas lain yang dapat juga dipergunakan adalah dengan menggunakan ftp server, untuk transfer data dari kantor pusat ke kanwil dan cabang begitu juga sebaliknya. Untuk data-data atau surat-surat yang bersifat umum atau bukan bersifat legalitas dapat dikirim melalui sarana ftp, sehingga menghemat biaya cetak dan ongkos pengiriman. Penggunaan hak akses ftp disesuai kan dengan kebutuhan kanwil dan cabang, sehingga data yang dikirim pusat atau kanwil hanya dapat diakses oleh cabang itu sendiri.

Namun ini semua dapat diimplementasikan ketika semua insan yang tergabung didalamnya memang benar-benar bertujuan untuk menjadikan sistem teknologi informasi kebutuhan perusahaan. Tidak menjadikan perusahaan sebagai “sapi perahan” yang hanya membangun teknologi informasi tanpa ada analisis dan perencanaan yang matang. Semoga TI Pegadaian menjadi TI yang dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan sejenis dan menjadi leader di bidangnya... Bravo Prada TI.


Muhammad Fachruddin
NIK 82308
CPS RadinIntan – Lampung
Kelas A

7:02 AM  
Blogger HAYAZIDIE said...

Mengacu kepada konsep miniatur CIO (Chief of Information Officer) yang ingin dikembangkan perusahaan kedepan, dimana seluruh insan PERUM Pegadaian lebih khusus kepada level low manager, middle manager dan top manager diharapkan tidak hanya menguasai proses bisnis saja akan tetapi diharapkan juga dapat mensinergikan keahlian dan kecakapan dalam penggunaan dan penguasaan teknologi informasi.

Untuk itu perlu dibuat adanya suatu penjelasan mengenai sistem pengolahan informasi yang akan dipergunakan perusahaan, yakni mengenai proses pengelolaan alur pengiriman data (upload) dan pengunduhan data (download) dari kantor cabang selaku frontliner, kantor wilayah hingga kantor pusat, hingga nantinya data-data tersebut dapat digunakan jajaran Direksi sebagai pertimbangan dalam mengambil dan membuat keputusan-keputusan yang strategic.

Adapun skema alur pengiriman data (upload) dan pengunduhan data (download) adalah sebagai berikut :

Kantor Cabang

1. Kantor Cabang selaku frontliner diwajibkan melakukan proses pengiriman data laporan, baik laporan mingguan maupun laporan bulanan paling lambat satu hari setelah tanggal pelaporan melalui email atau upload melalui media FTP dimasing-masing kantor wilayah.
2. Untuk itu diwajibkan kepada seluruh manajer cabang untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman data laporan dan keakuratan data yang dikirim.
3. Berkaitan dengan keakuratan data dan pengamanan informasi maka setiap manajer cabang nantinya akan dibekali satu buah flashdisk yang akan digunakan sebagai media penyimpanan backup data siscadu harian.
4. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pembaharuan software maupun aplikasi yang digunakan oleh kantor cabang dapat diunduh (download) melalui media FTP dimasing-masing kantor wilayah atau media FTP kantor pusat dengan terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan pihak Pranata TI masing-masing Kantor Wilayah.
5. Pihak Kantor Cabang dilarang melakukan pengubahan maupun penghapusan semua data yang berkaitan dengan database siscadu, untuk itu setiap penyalahgunaan dan manipulasi database akan diberikan peringatan keras hingga sanksi administrasi kepada oknum yang bersangkutan.
6. Segala informasi yang berkaitan dengan SE, SK serta surat-surat ketetapan lainnya yang berkaitan dengan kantor cabang nantinya akan dapat diunduh (download) melalui website.

Kantor Wilayah

1. Semua data pelaporan dari Kantor Cabang yang masuk ke Kantor Wilayah harus dengan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing bagian yang berkaitan dengan pelaporan data dan input data pada program aplikasi data SISWIL.
2. Apabila terjadi ketidakcocokan data antara Kantor Wilayah dengan Kantor Cabang diharapkan pihak-pihak yang terkait melakukan koordinasi dengan Kantor Cabang untuk menemukan solusinya.
3. Berkaitan dengan waktu pelaporan pihak Kantor Wilayah dapat melayangkan teguran lisan hingga tulisan kepada Kantor Cabang yang mengirimkan laporannya lebih dari satu hari.
4. Manajer masing-masing bagian bertanggung jawab atas ketepatan waktu pengiriman data laporan dan keakuratan data yang dikirim.
5. Pengiriman data laporan bulan dikirimkan paling lambat tanggal 5 setiap bulannya melalui email atau FTP Kantor Pusat.

Kantor Pusat

1. Semua data pelaporan dari Kantor Wilayah yang masuk ke Kantor Pusat harus dengan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing divisi yang berkaitan dengan pelaporan data dan input data pada program aplikasi data SIMPUS.
2. Apabila terjadi ketidakcocokan data antara Kantor Pusat dengan Kantor Wilayah diharapkan pihak-pihak yang terkait melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah untuk menemukan solusinya.
3. Segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil pengambilan keputusan baik berupa SE, SK maupun surat-surat ketetapan lainnya yang ditetakpan Direksi maupun JM diwajibkan untuk dapat dengan segera didistribusikan kepada kantor wilayah dan kantor cabang melalui upload data pada website PERUM pegadaian.
4. Berkaitan dengan waktu pelaporan pihak Kantor Pusat dapat melayangkan teguran lisan hingga tulisan kepada Kantor Wilayah yang mengirimkan laporannya lebih dari tanggal yang ditentukan.

Demikian konsep alur pengiriman data ini saya buat, untuk kekurangannya diharapkan adanya koreksi dan masukan dari rekan-rekan prada TI sekalian.

Jakarta, 30 Oktober 2008

12 : 18 AM

Copyright By Kamil Hayazidie


untuk paparan yang disampaikan juga dapat dilihat di www.hayazidie.co.nr

7:58 AM  
Anonymous Anonymous said...

KONSEP DASAR ALUR PENGIRIMAN DATA (UP LOAD DAN DOWNLOAD) ADALAH:

Anang Fajaranto
Nik P81969

Bahwa Setiap orang, di tiap level dan tingkatan mempunyai hak/wewenang dan tanggung jawab untuk mau dan mampu serta merasa butuh untuk melaksanakan proses up load dan download tersebut.

Jadi ia merasa berkepentingan dengan proses tersebut, baik untuk kebutuhan nya terutama kebutuhan bersama yang lebih penting demi turut serta mensukseskan Pelaksanaan Strategi Perusahaan.

Pada konsep ini akan dibuat bank data per Divisi : SDM, LOG , TI, dan seterusnya, yang menginduk ke Bank Data Bersama..
Dengan kata lain konsepnya adalah satu untuk semua, semua untuk semua ( tidak semua untuk satu? ).Gambar dari konsep ini saya kirim via email

Tentu untuk mewujudkannya menjadi nyata, banyak hal yang harus disiapkan diperhatikan dan dibenahi antara lain:

Sarana dan prasarana harus siap (Hardware, Software, Brainware)

Upgrade kemampuan SDM TI, Aparat Cabang dan Hardware (semua level pengguna juga dong) artinya Sdm di Tiap Level Harus Siap(Disiapkan/Menyiapkan Diri)

Siapkan juga Program Yang Benar-Benar Mumpuni

Pembagian/ Pendelegasian Siapa Yang Boleh Dan Tak Boleh Akses, Seberapa Besar Akses Level –Level Akses Penggolongan Jenis Informasi, Sarana yang mendukung

Untuk Gila Kerja Bersama, Kita Harus Menyatukan Mimpi Bersama, Ajak Semua Bermimpi Dan Mengejar Impian Itu Bersama

Sedapat-Dapatnya Hindari System Paksaan Buat Ketertarikan, Kalau Anak Kecil Game Kalau Pegawai ?

Di Mulai Dari Petinggi Di Pusat Di Tiap Bidang Menjadikan Nya Ajang Menyebar Informasi, Apapapun. Selain Data Operasional : Info Diklat, Mutasi, Kenaikan Gaji, Bonus.

Sosialisasi, Sosialisasi Dan Sosialisasi (Untuk Di Level Cabang Utamanya Bukan Hanya Dihimbau, Diajak Tapi Juga Dituntun, Dibantu, Dikenalkan, Didekati, Dipermudah),

Kembali Perlu Kerja Keras Lagi.
Cabang2 Yang Tak Ada Atau Susah
Jalur On Line ?

Jangan Sudah Punya Mimpi Tapi Tidak Tersalurkan/Tak Bisa Diwujudkan Karena Sarana Dan Prasarana Yang Tidak / Belum Siap-Siap.

Ti Mengawali Kerja Keras
Kerjasama Semua Lini, Seluruh Pegawai, Seluruh Tingkatan, Harus Ada Sinergi, Kalau Hanya Ti Takan Mampu Membuat Perubahan Yang Signifikan

8:22 AM  
Anonymous Anonymous said...

(SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)
SISTEM ALUR PENGELOLAAN DATA


Sebuah sistem informasi yang terkelola dan terkendali dengan baik akan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pimpinan perusahaan tanpa system kelola dan system kendali yang baik, ada kemungkinan arah system informasi dan konsistensinya menjadi tidak terjaga dengan baik, menjadi sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaatnya sebagai alat Bantu pimpinan dalam memutuskan sesuatu agar tujuan perusahaan tercapai teknologi yang diaplikasikan diberbagai fungsi system informasi manajem (MIS,manajemen informasi System) berkembang dan berbuah dengan cepat. Setiap perusahan khususnya PERUM Pegadaian membutuhkan kebijakan dan prosedur pengelolaan dan pengendalian terhadap perubahan yang sangat cepat agar operasi yang teratur dalam perusahaan dapat tercapai, khususnya terkait dengan system dan prosedur kegiatan penatalaksanaan pengolahan data.
Semakin konvergennya perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dewasa ini, telah mengakibatkan semakin beragamnya pula aneka jasa-jasa (features) fasilitas telekomunikasi yang ada, serta semakin canggihnya produk-produk teknologi informasi yang mampu mengintegrasikan semua media informasi. Ditengah globalisasi komunikasi yang semakin terpadu (global communication network) dengan semakin populernya Internet seakan telah membuat dunia semakin menciut (shrinking the world) dan semakin memudarkan batas-batas negara berikut kedaulatan dan tatananan masyarakatnya. Ironisnya, dinamika masyarakat Indonesia yang masih baru tumbuh dan berkembang sebagai masyarakat industri dan masyarakat Informasi, seolah masih tampak prematur untuk mengiringi perkembangan teknologi tersebut.
Di PERUM Pegadaian menurut pandangan saya konsep tata pengelolaan data bersifat Diverging and Converging data Flo yang artinya konsep pengiriman alur data masih menyebar dan mengumpul
Konsep data menyebar disini diartikan bahwa konsep alur data menyebar menunjukan tembusan paket data yang bersumber yang sama menuju tujuan yang berbeda sedangkan konsep data mengumpul diartikan bahwa beberapa alur data berbeda sumber bergabung bersama-sama ke tujuan yang sama.
Apa yang pernah dijelaskan oleh KAPUSTI bahwa nanti PERUM Pegadaian akan Online bekerja sama dengan Telkom, Dalam hal ini pihak yang terkait khususnya IT harus segera mungkin untuk membuat jaringan Online sehingga mempermudah laporan-laporan baik yang dikirim dari UPC, Cabang Induk, kanwil dan KPPP sehingga mempermudah pihak-pihak yang membutuhkan laporan data. Dengan adanya jaringan yang sudah Online PERUM Pegadaian bisa menerima pembayaran rekening listrik, telepon, motor, juga pengirim uang dan juga nantinya kedepan bisa memperpanjang Surat Ulang Gadai bisa dimana saja.

Ada suatu contoh: di Perusahaan X, Perusahaan tersebut belum online ada nasabah mau ngambil uang dari luar negeri memakai fasilitas WU (western Union) karena belum online memakai fasilitas mesin faks, dari dicabang dikirim dahulu ke Pusat untuk mengecek kebenaran data nasabahnya setelah diproses di Kantor Pusat dikirim kembali, tetapi laporannya tidak sampai-sampai dan akhirnya nasabah tersebut kesal karena menunggu lama dalam prosesnya, sehingga nasabah tersebut mencari perusahaan lain yang sudah online. Itu suatu gambaran bahwa laporan data yang tidak cepat menjadi hambatan bagi kelangsungan hidup perusahaan karena persaingan sudah dimana-mana yang menawarkan Instan siap saji.

Jadi antara IT dengan Bisnis sangat berhubungan erat sekali tanpa IT bisnis tidak akan berjalan dengan baik begitupun pula tanpa ada bisnis IT pun tidak akan berjalan dengan baik.

Bagi penulis berharap kedepan PERUM Pegadaian khusunya diri saya sendiri supaya berkembang lebih maju lagi terutama di ITnya supaya menciptakan Produk-produk yang berkaitan erat dengan bisnis juga mempermudah proses pembuatan alur data, karena menunjangan sekali untuk bisnis dan juga meraih keuntungan yang besar.

BRAVO PRADA TI…………………..!
Maju Terus pantang mundur kita kembangkan pegadaian agar lebih maju lagi
Pegadaian
Mengatasi masalah tanpa masalah
(JAYA ATMAJAYA)(KANWIL BANDUNG) (P.81450)

7:39 PM  
Anonymous Anonymous said...

RONI GUSTAV (KANWIL BANDUNG)
Pola dinamika masyarakat Indonesia seakan masih bergerak tak beraturan ditengah keinginan untuk mereformasi semua bidang kehidupannya ketimbang suatu pemikiran yang handal untuk merumuskan suatu kebijakan ataupun pengaturan yang tepat untuk itu. Meskipun masyarakat telah banyak menggunakan produk-produk teknologi informasi dan jasa telekomunikasi dalam kehidupannya, namun bangsa Indonesia secara garis besar masih meraba-raba dalam mencari suatu kebijakan publik dalam membangun suatu infrastruktur yang handal (National Information Infrastructure) dalam menghadapi infrastruktur informasi global (Global Information Infrastructure).
Komputer sebagai alat bantu manusia dengan didukung perkembangan teknologi informasi telah membantu akses ke dalam jaringan jaringan publik (public network) dalam melakukan pemindahan data dan informasi. Dengan kemampuan komputer dan akses yang semakin berkembang maka transaksi perniagaan pun dilakukan di dalam jaringan komunikasi tersebut.
Jaringan publik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan jaringan privat dengan adanya efisiensi biaya dan waktu. Sesuai dengan sifat jaringan publik yang mudah untuk diakses oleh setiap orang menjadikan hal ini sebagai kelemahan bagi jaringan itu.
ELEKTRONIK COMMERCE
Dalam beberapa waktu ini terakhir ini, dengan begitu merebaknya media Internet dimana-mana, khususnya di Indonesia. Kehadiran Internet yang walaupun masih merupakan industri baru yang dalam Fase pertumbuhan, yang masih terus berubah serta penuh ketidakpastian, telah memperkokoh keyakinan akan pentingya peranan teknologi dalam pencapaian tujuan finansial perusahaan melalui modifikasi dan efisiensi proses bisnis yaitu dengan memanfaatkan E-Commerce. Kemampuan Internet untuk menjangkau pelanggan baru dan penghematan biaya yang cukup signifikan untuk distribusi dan pelayanan pelanggan merupakan keunutngan yang bisa didapat perusahaan dang memindahkan roda nilai comerce ke media Internet.
Perkembangan Teknologi Internet yang sangan cepat berubah menjadikan strategi atau model bisnis yang cocok. Salah Satu implementasi dari aplikasi yang berbasis Word Wide Web adalah Elektronic Commerce atau lebih dikenal dengan istilah e-Commerce. Metodologi bisnis modern yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi, Merchant dan konsumen dalam menekan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dengan disertai perbaikan mutu barang dan jasa, serta peningkatan kecepatan service delivery. Metodologi tersebut mengubah pola bisnis tradisional menjadi pola bisnis modern dengan pemanfaatan Internet sebagai media bisnis yang menjadi trend saat ini. Trend ini kemudian dikenal dengan istilah Internet Commerce yang kemudian menjadi Elektronic Commerce (E-Commerce).

7:41 PM  
Anonymous Anonymous said...

“Tolong pak, laporan bulanannya dikirim lewat e-mail aja ke Kanwil supaya cepat!” Sebuah sms dari seorang asisten manajer (asmen,-.red) Keuangan Kanwil kepada salah seorang manager cabang yang kebetulan letak kantor cabangnya terletak di kota yang berbeda. Sang manajer cabang lalu membalas sms itu dengan menjawab, “Maaf pak, saya tidak tahu bagaimana caranya?Jadi, mungkin saya akan mengirim laporan bulanan yang bapak maksud melalui jasa pengiriman saja, mungkin dalam beberapa bari lagi akan sampai”. Dalam waktu yang bersamaan setelah sms itu sampai, ada e-mail yang masuk. Ternyata e-mail itu dari salah seorang manajer cabang yang letak kantornya berada jauh di seberang pulau. Isi e-mail itu, “laporan bulanan dari cabang saya sudah dikirim ke alamat e-mail milik kanwil, silahkan di download, apabila terdapat kekurangan data, silahkan hubungi kami secepatnya! Terima kasih”
----------------------------------
Sungguh situasi yang berbeda apabila kita melihat kondisi di atas, adanya ketimpangan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi informasi pada tingkat yang boleh dianggap ‘selevel’ tersebut memang nyata adanya. Kesadaran akan pentingnya penguasaan serta pemanfaatan teknologi dan informasi masih belum merata dan kurang diperhatikan oleh beberapa kalangan. Sangat ironis memang bila di bandingkan dengan kenyataan di dunia ‘luar’ yang sangat bergantung pada teknologi dan informasi, apalagi sekarang pemanfaatan teknologi informasi sudah ‘bersatu’ dunia komunikasi, sehingga saat ini boleh dikatakan bahwa dunia teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK-.red) sudah mempengaruhi semua aspek, tidak terkecuali aspek bisnis, lebih khusus lagi yang saya maksudkan yaitu bisnis gadai.

Dalam dunia bisnis terutama bisnis gadai, pemanfaatan TIK mutlak diperlukan sebagai ‘senjata utama’ untuk mengembangkan jaringan bisinisnya. PERUM Pegadaian yang saat ini masih menjadi market leader dalam usaha gadainya perlu mengadakan perubahan secepatnya dan menutup semua area bisnisnya – mencegah/ atau setidaknya menghambat pesaing yang lain untuk bergerak dengan leluasa. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dibuat adanya system, jaringan serta aturan agar bisa mendapatkan manfaat semaksimal dari pengunaan TIK. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pengembangan dan penggunaan teknologi dan informasi adalah sebagai berikut:

Tujuan penggunaan teknologi dan informasi bagi PERUM Pegadaian secara keseluruhan.
Yang dimaksud disini adalah tujuan penggunaan teknologi informasi serta manfaat yang didapatkan oleh perusahaan mulai dari tingkat terendah yaitu: Cabang (dan/ atau UPC-nya), Kantor Wilayah dan Kantor Pusat. Bagi kantor cabang penggunaan TIK bermanfaat dalam hal pelayanan dan pemberian informasi langsung terhadap nasabah, bagi kantor wilayah bermanfaat dalam mengetahui kebutuhan kantor-kantor cabang yang ada di wilayahnya, sedangkan bagi kantor pusat dalam hal ini manajemen, penggunaan teknologi akan sangat bermanfaat dalam hal pengambilan keputusan berkaitan dengan strategi perusahaan ke depan.

Sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung bisnis GADAI
Sarana dan prasarana yang memadai meliputi penyediaan software (aplikasi) berbasis web (under web) yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan di PERUM Pegadaian, sehingga kebutuhan nasabah bisa terpenuhi. Keseragaman aplikasi serta OS juga harus diperhatikan agar tidak menjadi masalah dilain waktu. Selain itu untuk menjalankan serta mendukung aplikasi yang ada, diperlukan perangkat keras (hardware) yaitu PC yang saling terhubung dalam suatu jaringan local (LAN) yang juga terhubung dalam suatu jaringan global (internet). Penyediaan jaringan internet mutlak diperlukan untuk memperluas jaringan dan jangkauan bisnis. Disamping itu perlu dilakukan pemutakhiran alat-alat menaksir (ini jika dilihat dari sisi operasional cabang).

Penyediaan SDM (sumber daya manusia) yang tepat sebagai pengguna/ user yang melakukan input dan output sata.
Penggunaan teknologi dan informasi harus seimbang dengan penyediaan SDM yang tepat sebagai user. Hal ini tentunya berkaitan dengan kemampuan seseorang menghasilkan data yang akurat serta penggunaan teknologi secara tepat. Mobil secanggih apapun tidak akan berguna apabila diberikan kepada seseorang yang tidak bisa menyetir. Lantas bagaimana menemukan orang yang tepat untuk ‘menyetir’ mobil yang canggih itu? Yang pertama, sebaiknya perekrutan SDM harus memasukkan satu kriteria yang mutlak harus dipenuhi yaitu terbiasa dengan penggunaan dan pemanfaatan teknologi dan informasi. Yang kedua, melatih dan membiasakan SDM yang ada untuk bekerja dalam lingkungan teknologi informasi. Pemerataan skill atau kemampuan merupakan salah satu cara agar sarana dan prasarana yang telah tersedia dapat digunakan dengan optimal. Skill yang didominasi oleh keahlian operasional saja kiranya dapat diseimbangkan dengan keahlian dibidang yang lainnya.

Beberapa hal yang tersebut di atas menyimpulkan sebuah konsep, konsep yang akan menjadi pegangan dalam pengembangan TIK dalam lingkungan PERUM Pegadaian yaitu: SEMATA-MATA UNTUK KEPUASAN NASABAH!
----------------------------------
Sistem adalah sekumpulan elemen atau komponen yang saling berhubungan dan berkaitan serta terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan umum tertentu. Setiap system harus mempunyai input (masukan), proses. Dan output (keluaran). Jika ada keluaran yang dihasilkan tidak sesuai, lihat umpan balik (feedback) dan bila perlu adakan percepatan (fast forward). Jika tidak ada pengawasan (control mechanism), maka tujuan tidak akan pernah tercapai
Tujuan tersebut harus disepakati oleh masing-masing elemen, dalam hal ini semua insane Pegadaian dari level bawah sampai level atas – dari kantor cabang sampai ke kantor pusat. Struktur system dapat dilihat dari cara kerja dan secara hierarki. Berikut penyajian alur data upload dan download data dari kantor cabang hingga kantor pusat :

a.Level Kantor Cabang
Proses pengumpulan data dimulai dari UPC ke kantor cabang induk. Proses pengumpulan data tersebut harus mendapat perhatian yang lebih (maksud saya data yang di input harus benar-benar valid/akurat). Perubahan aplikasi dari under DOS ke under WEB tentunya akan semakin meningkatkan keakuratan dan keamanan data. Namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu dibuat aturan dalam pemberian hak akses. Proses pengumpulan data dilakukan oleh aparat cabang (kasir/penaksir/pegawai yang ditunjuk) pada saat operasional sehari-hari, sedangkan fungsi untuk administrasi dan pengelolaan data diserahkan kepada TU yang bertanggung jawab kepada Manajer Cabang secara langsung untuk selanjutnya data tersebut diupload dan/atau dikirimkan ke kantor wilayah setiap minggu dan bulan melalui e-mail atau FTP.
Konsep data menyebar dan mengumpul seakan memaksa kita untuk lebih bekerja ekstra. Pasalnya, sumber data yang berasal dari cabang sebelum bisa dipakai sebagai sumber data harus dipastikan dulu keakuratannya. Pemastian keakuratan data dapat dilakukan pada level kantor yang (yang adalah sumber pengumpul data). Banyaknya database yang tersebar di cabang, sebagai contoh satu orang memiliki 2 atau lebih ID pada cabang yang sama ataupun cabang yang berlainan. Bagaimana cara kita mengatasinya, cara yang pertama adalah dengan melakukan pendataan ulang. Yang kedua adalah dengan ‘memaksa’ aparat cabang untuk mulai dari sekarang benar-benar mengisi dengan lengkap field-field yang ada dalam aplikasi SISCADU pada saat nasabah menggadai, jika tidak diisi dengan lengkap maka kredit tidak akan bisa cair (dalam hal ini bisa ditetapkan beberapa field yang HARUS diisi). Dengan cara tersebut di atas, diharapkan bahwa data yang terkumpul memang benar-benar data yang valid.

b.Level Kantor Wilayah
Setelah data dari kantor cabang di download oleh Kanwil, masing-masing divisi di kantor wilayah hendaknya melakukan verifikasi dan sinkronisasi antar data sehingga data yang dihasilkan benar-benar bias digunakan. Data yang dimaksud disini adalah data yang menyangkut keuangan, operasional, logistik, dll. Hal ini dilakukan oleh asmen masing-masing divisi yang bertanggung jawab kepada manager di kanwil. Data-data yang ada tersebut kemudian dirimkan ke kantor pusat dengan sepengetahuan Pimpinan Wilayah sehingga data tersebut benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Data-data tersebut kemudian diupload dan dikirim ke kantor pusat.
c.Kantor Pusat
Kantor Pusat mendownload laporan dari masing-kantor wilayah untuk kemudian data-data yang telah di download tersebut diolah menjadi data yang lebih ‘matang’ tentunya dengan melakukan vaidasi dan sinkronisasi data sehingga data yang ada tersebut memang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan serta dapat digunakan manajemen untuk menentukan langkah dan arah kebijakan perusahaan selanjutnya. Data yang dugunakan tentunya merupakan data rekap dari kantor-kantor wilayah yang ada.

Langkah pertama yang dilakukan mungkin adalah pengiriman/ alur data dalam kategori real-day (proses alur data per hari) untuk selanjutnya ditingkatkan menjadi alur data real-time.
----------------------------------
Dua (2) hal penting dalam konsep pengaturan dan pengolahan data yaitu:
1.Keamanan data, meliputi proteksi data dari lingkungan luar (ekstern) berupa ancaman hacker yang ingin merusak/ memanipulasi data dan dari lingkungan dalam (intern) yaitu perilaku user yang menjadi factor paling rawan dalam penyalahgunaan data.
2.Mutu data, meliputi pengumpulan data sesuai prosedur yang benar. Untuk menjamin mutu data, hal-hal yang perlu dihindari adalah: kesalahan prosedur ketika menginput data, kesalahan mencatat/ mengkoreksi data, kesalahan yang disengaja untuk kepentingan tertentu.

Untuk itu diperlukan adanya SE baru selain SE yang telah ada sebelumnya yang mengatur tentang keamanan system dan data yang isinya mengatur tentang hak dan tanggung jawab pengguna/ user, keakuratan dan kebenaran data, dan pemeliharaan data perusahan. SE baru mempertegas peringatan tentang pentingnya database perusahaan dan sanksi bagi yang melanggarnya.

Terciptanya data yang akurat akan bermanfaat bagi perkembangan manajemen, karena data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan bisa menjadi acuan dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang diperlukan perusahaan menuju arah yang lebih baik. Sistem inilah yang disebut dengan system informasi manajemen (SIM) dengan kata lain, system informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia dan komputer dapat mendukung tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari sekedar pemrosesan transaksi, tetapi sudah termasuk analis keputusan dan pembuatan keputusan. SIM akan mengantar para pembuat keputusan menggunakan komputer. Bila eksekutif beralih ke Komputer, mereka akan mencari cara-cara yang bisa membantu mereka membuat keputusan pada tingkat strategis. Eksekutif Information System (EIS) membantu para eksekutif mengatur interaksi mereka dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik serta data-data pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses di mana saja, dengan kata lain orang akan menjadi workaholic (lihat gambar orang di WC yang sedang mengoperasikan laptop).
Dengan konsep data terpusat, input, proses, output data yang benar, pemeliharaan database yang valid serta didukung jaringan online maka diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan PERUM Pegadaian kepada nasabah.

Prada TI akan menjadi ujung tombak dalam bidang IT, perubahan NOW..!!
go prada TI !!!

Nama: Epafras Ekahasta Christian
NIK:P.82371
Kelas A
No Urut: 5

7:43 PM  
Anonymous Anonymous said...

Oleh : KADEK EVA SUPUTRA / P.82428 / KELAS A

KONSEP ALUR DATA DI PEGADAIAN

Perkembangan Sistem Teknologi Informasi yang menuntut Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi bersinergi melaksanakan proses bisnis guna memahami statergi perusahaan. Dengan adanya Chief of Information Officer (CIO) di berbagai level cabang, kanwil sampai pusat dan ditunjang oleh teknologi informasi, maka tentunya kita bisa menerapkan Computer Based Information System (CBIS) yang baik. Dengan adanya system informasi yang jelas, cepat, tepat dan keterkaitan tentu akan memudahkan pihak manajerial untuk mengambil keputusan atau strategi perusahaan yang tepat. Pada akhirnya akan menjadi nilai tambah untuk kepuasan pelanggan, karena dibalik laba usaha yang besar kepuasan pelangganlah yang menjadi tujuan utama dalam system informasi manajemen.
Data yang merupakan elemen dasar informasi adalah menjadi tanggung jawab SDM dan TI, sehingga data tersebut dapat diolah untuk dijadikan informasi. Dalam pengunggahan (upload) dan pengundhuhan data (download) sejak dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat dapat dijelaskan sebagai berikut:
CIO merupakan penanggung jawab dalam hal data dan informasi baik dalam level kantor cabang, kantor wilayah dan kantor pusat. CIO level cabang dalam hal ini manajer cabang berperan dalam pengunggahan data ke kantor wilayah melalui email atau intranet (FTP). Dalam hal mengirim data ini juga harus bersinergi atau berelasi dengan TI daerah yang berada di daerahnya untuk membantu memvalidasi dan mengatur alur / lalu lintas data ke kantor wilayah. Disamping mengirim data, CIO level cabang seharusnya bisa mongolah data tersebut menjadi informasi, dengan laporan yang sudah dibuat oleh system (Siscadu) tentu akan mempercepat informasi tentang perkembangan usaha atau proses bisnis yang dijalani. Laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan seorang CIO level cabang harus mengerti informasi apa yang diperoleh dari olahan data tersebut.
CIO level kanwil dalam hal ini Pimpinan Wilayah yang dibantu manajer masing-masing divisi, yang memperoleh data dan informasi dari kantor cabang juga berperan dalam mengolah data / informasi tiap-tiap cabang menjadi informasi yang dapat menunjang kinerja cabang dalam operasionalnya. Laporan seperti laporan perkembangan usaha dan laporan keuangan harus disajikan CIO level kanwil sehingga bisa didownload CIO level cabang melalui intranet. TI di kanwil dan di daerah merupakan relasi CIO level kanwil dan cabang yang merupakan suatu system yang saling keterkaitan satu sama lainnya dalam mengolah data tersebut menjadi informasi.
Untuk data dan informasi ke pusat, CIO level kanwil bertanggung jawab atas proses pengunggahan data dan informasi. TI di pusat dan TI kanwil akan menjadi relasi bagi CIO level kanwil dan level pusat dalam proses pengolahan data dan informasi tersebut, dalam artian TI merupakan penghubung antar CIO. Disamping itu TI juga berperan sebagai katalisator proses pengolahan data menjadi informasi. Dengan terpusat dan onlinenya data informasi di pusat akan memudahkan para CIO untuk mengetahui keadaan pasar real time guna menentukan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Karena melalui system teknologi informasi akan dapat menentukan daya persaingan dan tentunya juga akan bisa menghasilkan produk baru.


Sebagai insan TI, maka selalu tanamkanlah amanat TI dalam hati dan perilakumu, tingkatkan pelayanan untuk kepuasan pelanggan yang didukung pengelolaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

7:45 PM  
Anonymous Anonymous said...

SYSTEM INFORMASI REAL TIME

Sistem informasi telah berkembang sedemikian pesatnya baik dari sisi teknologi maupun manejemen pengoperasiannya. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah traksaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau layanan mereka.
Pada kondisi seperti sekarang ini lebih mengarah pada sistem real time yang merupakan suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan kecepatan tinggi. Hal ini mengingat bahwa kebutuhan transaksi harus diperoleh pada saat yang sama, sebagai bagian dari pengendalian sistem secara keseluruhan.
Sistem ini memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudian mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahan yang pertama mempelopori sistem ini. Dengan real time system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasil yang kurang dari 15 (lima belas detik), hanya sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat itu atau tidak.
Pada sistem real time, pengolahan data harus berpusat pada satu tempat yang relatif besar karena sistem ini didukung dengan sistem operasi yang rumit dan sistem aplikasi yang panjang dan kompleks. Hal itu juga mengingat diperlukannya memori penyimpanan yang cukup besar untuk menampung antrian data pesan-pesan dari setiap terminal.
Kemudian file induk atau master file dalam harus diupdate dan harus tersedia setiap saat jika dipergunakan sehingga diperlukan sentralisasi dalam pengorganisasian file agar sistem bisa lebih efektif dan efisien. Disamping itu juga, mengingat file-file tersebut harus selalu siap sedia setiap waktu jika dibutuhkan dalam pengolahan data, maka file-file tersebut harus disimpan pada input output device yang bisa diakses secara langsung.
Sistem real time ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatih cepat.
Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena mengolah data secara direct accses (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan multi programming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam dalam satu waktu yang sama

Dilihat dari sisi positif :
Proses pelaporan dari tingkat bawah ke tingkat menengah maupun tingkat atas lebih cepat.
Proses data lebih terpusat
Akurasi data yang diperlukan oleh Top Manajement maupun steakholder merupakan data valid
Waktu yang dibutuhkan untuk upload maupun download lebih cepat
Proses perbaikan data cabang yang rusak oleh Kanwil maupun kantor Pusat cepat ditindaklanjuti.

Dilihat dari sisi negatif :
Invenstasinya lumayan besar
Sumber daya manusia (SDM) masih belum familiar.
Infrasturktur telekomunikasi yang belum stabil

Pegadaian diharapkan bisa mewujudkan sistem real time seperti Amarican Airlines yang dapat memberikan pemesanan tiket hanya dengan 15 (lima belas) detik. Ini menjadi tantangan bagi kita sebagai Insan Pegadaian untuk bisa mewujudakannya.

Bravo TI Pegadaian
Petrus S. Kelen NIK. P82149
Kelas A

7:47 PM  
Anonymous Anonymous said...

Nama:Aria Yudianto S.S
Nik:P82263
Unit:CPP Tarakan
Kelas A Prada TI 2008

Salam sejahtera pak, memang selama ini cara pengiriman laporan kita sudah menggunakan komputer dan internet tapi masih oper-operan dari cabang terus ke kanwil terus kepusat yang membutuhkan waktu yang lama. Dengan perkembangan IT maka sudah seharusnya dalam pengiriman data harus tersambung dengan suatu jaringan internet bahkan yang lebih baik lagi memiliki jaringan sendiri menggunakan fiber optic agar keamanan dan kecepatannya lebih terjamin walaupun mahal tapi infrastruktur kita sudah kuat dan bagus.Dengan demikian pegadaian akan menuju sistem online dengan sistem real time(terkoneksi terus)dengan database terpusat.Disini saya mau membuat konsep aturan atau sistem mengenai proses pengelolaan alur upload dan download dari cabang ke kanwil terus kepusat. User cabang dan upc diselindo harus bisa mengisikan data nasabah yang lengkap dan benar sesuai user, password dan wewenangnya sehingga aplikasi siscadu under web bisa online terus langsung ke pusat dan data tersimpan langsung di server databasenya. Dan kanwil juga mengirim(upload) datanya kepusat karena online sehingga kanwilpun bisa langsung mengakses dan mendapatkan data(download) dari kantor pusat. Kanwil juga dalam memberikan informasi ke cabang juga di upload ke pusat sehingga cabang bisa mendownload dan pusat bisa mengaksesnya. Kantor pusat dalam memberikan informasi, tinggal kantor cabang dan kanwil mendownloadnya. Sehingga alur data dari satu ke semua dan data dari semua bisa terpusat dan tersimpan dalam satu database sehingga dalam mengambil keputusan dengan informasi yang akurat dapat terlaksana. Dalam membangun sistem tersebut memerlukan aplikasi web server dengan database terpusat dan semua aplikasi bisa berjalan dengan baik, cepat, akurat dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun juga untuk menghadapi persaingan bisnis.Demikian komentar dari saya pak. Mohon maaf jika ada kata-kata tidak berkenan pak. Terimakasih. Tuhan memberkati perusahaan kita…..Amin.

12:46 AM  
Anonymous H AHMAD HIDAYAT said...

NAMA : H. AHMAD HIDAYAT
NIK : P82444
UNIT KERJA : CPP.BATULICIN
NO.ABSEN : 9
E-MAIL : adjieok@yahoo.com
NO.HP : +6285251647774

Di era globalisasi informasi saat ini , teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari dunia bisnis. Kecepatan dan keakuratan aliran arus data merupakan faktor utama keberhasilan dalam memenangkan suatu persaingan bisnis. Yang jadi pertanyaan , sejauh mana Kita Concern tentang perkembangan IT dan SDM dalam rangka mempersiapkan diri dalam persaingan bebas yang sebenarnya. Saat ini kita masih dalam posisi aman karena adanya payung monopoli yang melindungi kita selama ini. Apakah kita sudah siap dengan kenyataan bahwa sebentar lagi tameng monopoli kita akan dicabut dan kita segera diterjunkan kedalam rimba persaingan ? Seumpama Sang raja hutan yang berkuasa didalam kebun binatang , Tidak akan sama halnya ketika dia dikembalikan kehutan apalagi tanpa kemampuan bertahan yang sebenarnya.
Berdasarkan pandangan saya pribadi cara yang paling tepat untuk bertahan dalam persaingan yang sebenarnya untuk pegadaian adalah membangun infra struktur IT dan SDM yang melik IT.Karena secara pelayanan dan nama baik kita sudah cukup memuaskan. Diharapkan dengan pengembangan IT yang tepat kita bisa memberikan kepuasan yang lebih maksimal untuk nasabah dan mampu menjadi benteng loyalitas nasabah dari pesaing luar yang mungkin sudah mengincar pelayanan via elektronik atau online.
Ada sebuah ideologi didalam benak setiap pegawai pegadaian yang concern dengan perkembangan perusahaan dan IT yaitu kapan kita bisa Online ?. Seolah – olah Online adalah satu – satunya jawaban untuk perkembangan Perusahaan. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum Online yaitu Anggaran Biaya Pembangunan Infra Struktur dan kesiapan SDM kita sendiri. Apa gunanya kita mengeluarkan biaya yang besar tanpa pemanfaatan yang maksimal ?
Kalau kita bicara mengenai Anggaran biaya untuk membangun infra struktur yang mumpuni maka erat kaitannya dengan kebijakan manajerial. Yang tentunya tidak jauh dari untung vs rugi dan kesempatan vs resiko. Tapi apabila pihak manajemen berpegang pada prinsip si Intan ( Inovatif , Nilai Moral Tinggi , Terampil , Adi Layanan dan Nuansa Citra ) dan Ekonomi maka akan sangat mendukung pembangunan infra struktur IT yang sebenarnya . Memang untuk online real time kita membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan cukup beresiko. Akan tetapi pembangunan infra struktur secara akuntansi menurut saya pribadi masuk dalam Asset , bukan biaya tetap. Karena pembangunan infra struktur tentunya untuk jangka panjang dan kelangsungan hidup perusahaan. Apalagi kalau kita lihat dari segi efektivitas dan efesiensi akan memberikan banyak keuntungan atau manfaat. Kita bisa menghemat berbagai biaya rutin dan tidak terduga yang sudah ada misal sebagai berikut :
1. penghematan pembelian ATK ( Alat Tulis Kantor ) karena banyaknya pelaporan yang sudah ber mutasi ke soft copy.
2. Kita juga menekan biaya ekspedisi pengiriman laporan dari cabang kekanwil dan dari kanwil kepusat dan Pengiriman SK dan SE dari Pusat Kekanwil dan dari kanwil ke cabang.
3. Kita juga mampu menekan biaya perjalanan dinas yang terkesan tidak efesien antara biaya dan hasil yang dikerjakan. Dengan online kita bisa meremote computer kanwil atau cabang dari jarak jauh via internet sehingga memudahkan dalam update program ataupun perbaikan program
4. Selain itu juga kita bisa melakukan penghematan dibidang pengembangan SDM. Kalau selama ini kalau ada diklat kita mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk biaya pelaksanaan dan biaya perjalanan yang tidak sedikit padahal kita bisa melakukan diklat vi e-learning selain menghemat biaya juga bisa membantu proses belajar para peserta dan menghemat biaya pgs dan pjs.
5. Dan masih banyak lagi penghematan penghematan yang bisa dilakukan dikedepan harinya
Sedangkan kalau kita lihat dari segi efektivitas akan sangat bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan bijak dengan arus alur data yang cepat dan akurat.
Seperti yang saya uraikan diatas maka tidak ada alasan untuk tidak untuk online karena secara logis dan real lebih banyak untuknya daripada ruginya serta lebih efektif dan efesien.

Memang ada satu momok yang besar menghantui kita ketika kita sudah online , Yaitu kemampuan SDM kita sendiri dalam menggunakan Fasilitas yang ada nantinya. Baik dari segi kemampuan IT sebenarnya ataupun penggunaan fasilitas bukan pada tepatnya dan penyalah gunaan Fasilitas yang ada.
Adalah kenyataan kalau saat ini sebagian besar SDM kita kurang mengerti atau kurang peduli dengan perkembangan IT yang mana padahal perkembangan IT sendiri sangat cepat perkembangannya. Dan tidak menutup mungkin apabila fasilitas online real time yang dibiayai dengan mahal oleh perusahaan digunakan hanya untuk browsing atau download hal yang tidak berguna dan berbau negative. Akan sangat ironi sekali kalau sampai hal itu benar – benar terjadi dimasa yang akan datang. Terus apakah dengan kekurangan dari segi SDM akan menghalangi kita untuk maju. Yang padahal kekurangan tersebut masih bisa diatasi dengan bijak. Dengan berbagai pelatihan dan e-learning via internet , yang nantinya mampu mengembangkan kemampuan IT setiap Pegawai yang ada. Karena seperti yang kita tahu di internet semua sudah ada. Internet secara tidak sengaja sudah menjadi perpustakaan terbesar didunia. Adapun cara yang bisa diambil untuk mengembakan skill pegawai selindo bidang IT adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan dan pembagian e-book ke selindo mengenai IT dasar ( mengetik , mengirim email , browsing dan download ).
2. Mengeluarkan SK tentang Syarat Mutlak Pegawai Menguasai IT dasar plus Aplikasi yang digunakan ( Siscadu,Siswil,Sissdm,Sispus )
3. Dengan berkembangnya IT maka perlu rasanya untuk kita membuat divisi IT dengan Struktur Organisasi/Kewenangan yang jelas.
Ketika kita sudah online dan SDM kita juga sudah siap maka masih ada satu hal yang perlu kita perhatikan yaitu keamanan data baik dari segi pengiriman data maupun database data kita sendiri. Karena seperti yang kita ketahui didunia maya tidak sedikit para penjahat data ( hacker ) yang tidak bertanggung jawab. Tentunya hal ini perlu kita waspadai dan lakukan pencegahan dan pengaman. Baik itu penggunaan jalur internet pribadi ataupun memperkuat keamanan data server dengan maksimal.
Sekian komentar saya , salah khilap mohon maaf.
Salam Sukses Selalu Semuanya!!!
GO PRADA , GO PEGADAIAN ,GO INDONESIA

3:06 AM  
Blogger Wisnu Nurcahyo said...

Wisnu Nurcahyo
P82544
Kelas B Prada TI

Era perkembangan teknologi informasi yang pesat, memicu terciptanya model-model bisnis baru. Kondisi seperti ini membawa perusahaan masuk ke dalam era persaingan yang lebih ketat tidak terkecuali Perum Pegadaian. Perkembangan ini akan membawa sebagian besar dari pelaku usaha dan bisnis, harus memikirkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usahanya dengan teknologi informasi. Salah satu implementasi teknologi tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem informasi yang terintegrasi antara proses bisnis, teknologi dan SDM, yang outputnya adalah informasi yang bermanfaat. Nilai dari informasi amatlah penting oleh karena itu untuk mencapai tujuan perusahaan dibutuhkan kemampuan untuk mengolah data tersebut, sehingga diperoleh output data yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan perusahaan.
Setelah hirarki dari sistem informasi dipetakan, langkah selanjutnya adalah merencanakan, melakukan analisis penelitian sistem, membuat rancangan sistem, mengatur dan menerapkan system, dan penggunaan media untuk alur data upload dan download.
Menurut saya rancangan arsitektur intranet database ftp di Perum Pegadaian untuk alur data upload dan download sudah sangat baik namun kendala yang kami temui dilapangan adalah pada keterbatasan pemahaman SDM terhadap teknologi dan piranti yang telah tersedia sehingga kegiatan pelaporan tersebut hanya dapat dilakukan oleh pegawai tertentu atau TI. Untuk masalah tersebut kami sedang berusaha untuk membuat alur pengiriman data tahap demi setahap yang disertai dengan gambar, selain itu kami juga sedang mengusahakan agar tahapan tersebut kami rangkum dalam tutorial interaktif seperti produk2 dari bamboo media sehingga pemahaman mengenai alur upload dan download data dapat terlaksana dengan baik dari tingkat UPC → Kantor Cabang → Kantor Wilayah → Kantor Pusat.
Hal yang penting agar output data dapat dipertanggungjawabkan dan tepat waktu adalah alat yang kita gunakan untuk mengolah data tersebut (software) yang dipergunakan haruslah disempurnakan sehingga tidak ada lagi perbedaan data laporan. terima kasih

6:29 AM  
Anonymous Totok Harmoyo said...

FROM UPSTREAM TO DOWNSTREAM DATA SYSTEM MANAGEMENT
Oleh : Totok Harmoyo, SE NIK.P.81043669 / 82279
Kelas : B Nomor Absen : 5 Mata Ajar : SIM
Email : toharabd@yahoo.com Blog : http://totokharmoyo.blogspot,com

Saya sangat tertarik dengan topic yang bapak berikan kepada kami. Meskipun secara keilmuan saya tidak berlatar belakang IT ataupun manajemen, namun saya merasa harus turut bersumbangsih untuk mengeluarkan gagasan dan pemikiran terbaik saya.

Berbicara mengenai squeezed data, maka mau tidak mau kita harus menyertakan ilmu manajemen didalamnya. Karena squeezed data merupakan factor yang sangat penting bagi perusahaan beserta seluruh stakeholdernya. Kalau ditinjau dari segi perusahaan saja, squeezed data memiliki manfaat yang sangat banyak; diantaranya sebagai basis element dalam penyusunan report-report perusahaan, sebagai indicator pencapaian target, sebagai pijakan untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas, dan lain sebagainya.
Sedangkan bagi stakeholder bisa menjadi alat penilaian atas kondisi perusahaan, mungkin untuk kepentingan investasi, untuk kepentingan kerjasama, atau untuk kepentingan auditing.

Squezzed data itu sendiri tentu tidak muncul begitu saja dengan sendirinya. Ada proses dan pihak-pihak yang terlibat didalam memperolehnya. Mulai dari entry data hingga kemudian bermuara menjadi squeezed data. Dari kacamata IT, proses dan pihak yang terlibat secara sederhana dapat digambarkan antara lain source data being, data entry, analysis by system, flow process, hardware and infrastructure readiness, serta data using, data source, data maker and analyzer, dan data user.

Kalau diterjemahkan ke dalam organisasi PERUM Pegadaian, maka kurang labih dapat dideskripsikan proses tersebut item per item sebagai berikut :

1. data source being marupakan ketersediaan data yang adanya bisa dijamin karena data dengan sendirinya datang seiring dengan datangnya nasabah ke pegadaian untuk melakukan kegiatan transaksi.
2. data entry adalah proses input yang dilakukan oleh seluruh aparat perum pegadaian untuk mendigitalisasikan hard data yang ada, misalnya data transaksi cabang sehari-hari.
3. analysis by system adalah proses pengolahan data dengan menggunakan sebuah aplikasi perusahaan maupun program pengolah data lainnya, sehingga nantinya bisa diperolah output berupa report-report cabang maupun unit kerja lainnya.
4. data flow process merupakan alur lalulintas data secara timbal balik (reciprocal), dimana cabang, kantor wilayah, dan kantor pusat secara timbale balik saling mengirim data dan menggunakannya sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Lalulintas data itupun dapat terjadi secara real time ataupun tidak.
5. hardware and infrastructure readiness merupakan ketersediaan jaringan dan segala infrastrukturnya yang kemudian akan sangat berguna untuk menjamin kelancaran lalu lintas data secara rutin dan jangka panjang.
6. data using adalah titik point dimana sebuah data berada pada muaranya dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.
7. data source adalah sumber data, memiliki peran yang sangat vital dan keberadaannya merupakan jantungnya perusahaan. Dalam hal ini nasabah memberikan kontribusi terbesarnya, bisa dalam hal data transaksi maupun data diri nasabah itu sendiri. Dan dalam upaya untuk mendapatkan data yang berkualitas, maka kita pun secara korporasi juga harus mengedukasi nasabah supaya mau memberikan informasi selengkap-lengkapnya sesuai yang kita butuhkan.
8. data maker and analyzer merupakan elemen tulang punggung yang mau tidak mau dan harus menjamin ketersediaan data secara akurat dan usable lalu menyajikannya dalam bentuk report yang reliable.
9. data user dapat didefinisikan sebagai seluruh jajaran manajemen, dari lower management sampai dengan top management, dan seluruh stakeholder perusahaan. Dalam hal ini bisa dari pihak internal perusahaan, misalnya pimwil atau direksi. Dari pihak eksternal misalnya pemerintah, investor, dan masyarakat luas.

Seluruh elemen di atas merupakan satu-kesatuan yang menjadi bagian utuh dari entitas sebuah perusahaan, yaitu PERUM Pegadaian. Setiap elemen memiliki perannya dalam proses perolehan squeezed data. Namun ketertiban masing-masing elemen harus diatur secara sistematik, supaya data tetap terjamin ada dan kualitasnya pun dapat dipertanggungjawabkan.

Seluruh elemen diatas memiliki peran yang unik masing-masingnya. Misalnya data source, dari sisi data management, dapat dipandang sebagai objek vital dalam hal untuk menjaga ketersediaan data, kemudian contoh yang lain data entry dan data flow process. Pada titik ini, keutuhan data menjadi taruhannya, karena sejak data tersebut di input hingga pada saat data tersebut diperjalankan dari cabang ke kantor wilayah atau kantor pusat, banyak sekali hambatan yang muncul. Mulai dari peran aparat cabang dalam menjamin kualitas data yang dientry, aparat perusahaan dalam menjaga keamanan data, hingga keamanan data itu sendiri ketika berada di level unit atasnya.

Oleh karena itu, untuk menjaga alur data hingga diperolehnya squeezed data tersebut, maka saya tekankan beberapa hal berikut ini supaya diatur secara jelas dan tegas. Hal-hal yang harus diatur tersebut antara lain sebagai berikut ;

1. Profesionalitas, dan moralitas masing-masing unit dan aparat perusahaan, baik yang berada pada hulu data maupun pada jantung data, harus dijaga semaksimal mungkin, supaya reliability of the data benar-benar terjamin. Sebagai contoh, data yang ada selama ini sangat tidak dapat dipercaya karena masih terjadi banyak kesalahan data yang telah dentri oleh aparat cabang. Hal ini muncul karena rendahnya pemahaman aparat cabang akan pentingnya data tersebut.
2. hak akses setiap aparat dan unit sebaiknya dibatasi, supaya tidak terjadi data sabotage atau bahkan data hijacking. Mengingat data merupakan jantungnya kegiatan perusahaan, maka data tersebut harus dijaga securitynya, bahkan harus berlapis. Karena tidak sedikit kasus di dalam maupun diluar negeri, baik di lembaga keuangan atupun perusahaan lainnya yang menunjukkan bahwa data hijacking mungkin-mungkin saja terjadi, meskipun telah diberi pengamanan yang berlapis-lapis.
3. berkenaan dengan hak akses, departementalisasi pengaluran data harus dilakukan secara tegas, sehingga setiap divisi tidak dapat mengakses data-data tertentu yang diluar kewenangannya. Jika hal ini tidak diatur secara tegas, maka perusahaan akan segera memasuki red area, apalagi jika aktivitas transaksi sudah dapat dilaksanakan secara online. Tentu tingkat ancaman security attack semakin meningkat, sehingga jika perusahaan memiliki ancang-ancang untuk online transaction, maka sejak dini hal ini harus didudukkan secara tegas.
4. data analyzer yang akan melakukan kegiatan analysis by system pun juga harus ditata ulang, entry data harus sudah dimulai sejak sekarang untuk menggunakan entry data secara numeric, sehingga akan lebih banyak data yang dapat kita manfaatkan, dan tentunya dengan data tersebut, keputusan-keputusan manajemen akan lebih akurat, termasuk dalam menimbang risiko bisnis dan memprediksi masa depan perusahaan. Sebagai contoh, apakah saat ini kita bisa melihat berapa gram emas nasabah yang ada pada suatu kantor cabang, lalu apakah kita juga bisa melihat berapa banyak emas kadar 24 karat yang ada di cabang tertentu? Jika kita bisa mengetahui data-data tersebut secara riil dan akurat, tentu akan semakin banyak keputusan strategis yang bisa diambil. Oleh karena itu, system data analyzer (program aplikasi)-nya pun harus dibenahi dari sisi keprimaannya.

Jadi, sesungguhnya data flow system itu tidak melulu membahas masalah alur pengiriman data dari cabang ke kanwil ke kantor pusat atau pun sebaliknya. Tapi menurut saya, justru akar permasalahannya ada pada hulu data dan di hilir data. Maksudnya, di hulu data, apakah aparat cabang betul-betul mampu memperoleh atau mengentrikan data yang akurat dan benar, dan sudahkah data-data tersebut sesuai dengan kebutuhan top management? Lalu, pada hilir data, apa sajakah data yang dibutuhkan dan harus dikirim dari hulu data, lalu akan digunakan untuk apa saja data tersebut? Tentu, top management tidak perlu lagi membaca data yang sebenarnya data tersebut data sampah, karena kebenaran dan keakuratannya tidak dapat dijamin secara professional. Namun selama ini, yang terjadi, top management masih saja mem-published informasi yang didasarkan data yang sesungguhnya hanya sampah. Sebagai contoh jumlah nasabah seluruh Indonesia, dipublished bahwa nasabah PERUM Pegadaian sekian juta orang, padahal di root level, data itu masih tumpang tindih dan kacau balau.
(http://totokharmoyo.blogspot.com)

6:39 AM  
Blogger urai said...

Uray Iskandar
NIK P69880267


Sebelumnya saya minta maaf sama Pak Kis karena saya sendiri merasakan tulisan yang saya buat ini kayaknya kurang nyambung dengan tugas yang Bapak perintahkan dimana Bapak menginginkan para peserta diklat Pranata Muda selindo untuk membuatkan suatu konsep alur pengiriman data. Yang artinya Bapak tidak menginginkan kami untuk menjelaskan tentang alur pengiriman data itu sendiri tetapi membuat suatu konsep atau pola atau metode atau teknik atau strategi atau dan atau atau lainnya tentang alur pengiriman data yang intinya bermuara pada semakin efektif dan efisiennya kinerja perusahaan.

Di sini saya bakalan tidak bisa memberikan pola yang paling baik tentang konsep alur pengiriman data, tapi sedikit masukan dari saya, apa ndak sebaiknya orang-orang cabang dikasi tau lebih dalam dengan TIK. Kenal dalam arti sebenarnya pada fase pertama, dan kemudian dilanjutkan fase berikutnya yaitu fase ‘pacaran’. Wah!!! kalau sudah sampai pada fase ini saya langsung teringat sama gambarnya Pak Kis, ada orang yang lagi asyik masyuk berduaan sama laptop di toilet! Namanya workacholic ya, Pak?. Jadi konsepnya ya itu tadi, ‘pacari’ itu TIK, hingga kita nantinya akan memasuki fase terakhir yaitu ‘menikahi’ TIK. Jika kita sudah sampai pada fase ini, nanti TIK itu akan melayani kita seperti apapun yang kita mau sesuai dengan keinginan kita.

Hubungannya dengan diklat TI yang saya jalani ini, saya lebih berpikir pada fungsi TI (yang berada pada level paling bawah seperti saya sebagai Prada TI jika nantinya lulus diklat ini) itu sendiri di perusahaan kita, akankah akan selalu berfungsi seperti obat yang hanya diminum pada saat tubuh terasa sakit saja, atau lebih parah lagi TI saya ibaratkan seperti uang bonggol jaman dulu buat kerokan, waktu masuk angin terlihat kegunaannya tapi waktu sudah sehat kemana nyimpannya-pun sudah ndak ingat.

Saya memimpikan insan-insan TI di Pegadaian adalah mitra kerja di kala sakit atau sedang sehat, di kala masuk angin atau lagi segar. Di kala sakit ia adalah obat dan di kala sehat dia adalah suplemen yang menggerakkan perusahan menjadi semakin sehat, maju dan dinamis. Dalam perspektif perusahaan, insan-insan TI adalah mitra yang akan terus mendampingi jalannya perusahan dalam setiap kebijakan apakah itu tidak ada hubungan langsung dengan TI apalah lagi yang berhubungan langsung dengan TI.

Ada satu ide unik yang Bapak sampaikan di kelas tentang sistem MLM terhadap kemampuan TI di tingkat dasar yaitu cabang-cabang, di mana fungsional TI memberikan pelatihan-pelatihan singkat kepada para manajer cabang tentang permasalahan-permasalahan teknis pada komputer di kantor-kantor cabang. Jadi ada upaya pendelegasian pekerjaan atau untuk lebih halusnya katakanlah transfer ilmu (yang padahal ilmu Prada TI ataupun Pradya TI di daerah-daerah ndak seberapa juga, karena permasalahan yang paling sering terjadi yaitu trouble shooting di komputer-komputer cabang biasanya hanya perlu diselesaikan dengan langkah-langkah sederhana saja, hanya orang-orang cabang saja yang ndak tau dan ndak mau belajar jadi kelihatan sulit) kepada para manajer cabang yang nantinya dapat menularkan ilmunya kepada pegawai di unit kerjanya masing-masing. (Ingat kalimat saya tentang ‘pacaran’ pada alenia kedua tulisan ini!)

Kalau cara ini bisa benar-benar terealisir dan berjalan secara sistematis, terukur dan berkesinambungan, saya sudah mulai berfikir untuk mulai merancang mimpi saya tentang TI di Pegadaian. Dimana insan-insan TI punya cukup waktu untuk mengembangkan diri.
Pada TI tingkat dasar dapat memperluas ilmunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan ataupun kursus TIK (pengennya juga kursus bahasa Inggeris supaya bisa pintar inggerisnya kayak Pak Kis) yang nantinya sangat bermanfaat dalam memberikan masukan-masukan kepada TI tingkat manajemen untuk melakukan eksprimen-eksprimen secara lebih sistematis dan mendalam.

Menurut pendapat saya jika pola bottom up diterapkan akan lebih baik untuk pengembangan TI di perusahaan, karena TI di tingkat bawahlah yang lebih mengetahui kebutuhan-kebutuhan TI di cabang, tinggal TI di tingkat manajemen sebagai mitra perusahan yang menterjemahkannya dalam bentuk program yang terstruktur dan kena sasaran.

Sudah barang tentu semua hal itu akan membawa perusahaan pada tingkat yang jauh lebih baik dan tentu berbanding lurus pula dengan tingkat kesejahteraan kita para karyawannya. Amin...





PUSDIKLAT JIWASRAYA – Jakarta
@ 11:45 p.m.

6:41 AM  
Anonymous Anonymous said...

KONSEP ALUR PENGIRIMAN DATA

Dalam era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIS) saat ini sistem informasi merupakan faktor dominan yang berperan penting dalam mendukung proses operasi suatu organisasi / perusahaan dalam menghasilkan informasi yang berguna bagi para stakeholders dalam mengambil keputusan. Dalam sistem informasi manajemen terdapat kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang diolah dalam suatu proses untuk menghasilkan output berupa informasi. Untuk itu diperlukan klasifikasi alur data dan informasi demi memenuhi keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh setiap pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi manajemen antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam merancang sistem informasi manajemen, antara lain :

1. Konsep Perancangan Terstruktur
Setiap perusahaan selalu membuat program kerja (blue print) baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam mengaplikasikan program kerja yang telah direncanakan tersebut diperlukan pengembangan TI guna mendukung pelaksanaan suatu program kerja. Oleh karena itu, sebelum merancang suatu program TI perlu ditentukan alur suatu program kerja, dimulai dari proses input data hingga menghasilkan suatu informasi.

Terkait dengan implementasi pada Perum Pegadaian, saat ini telah dibentuk Divisi Penelitian dan Pengembangan yang merupakan suatu langkah tepat. Dengan adanya Divisi Litbang diharapkan setiap program kerja dari masing-masing unit kerja lain yang akan dikembangkan dapat dirancang secara terstruktur dengan memperhatikan faktor-faktor kelebihan dan kelemahannya.

Hasil dari rancangan program kerja tersebut kemudian diteruskan ke Divisi TI guna pembangunan sistem aplikasinya. Oleh karena itu, dalam setiap perancangan suatu program kerja diperlukan kerjasama dari unit kerja / divisi yang mendesain awal program kerja dengan Divisi Litbang dan Divisi TI.

Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di dalam suatu organisasi / perusahaan dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).

2. Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Dengan sistem informasi yang terstruktur dan terencana diharapkan sistem aplikasi yang dikembangkan dapat menjalankan alur data hingga menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders.

Konsep alur pengiriman data Perum Pegadaian berupa laporan rutin terdiri atas tahapan-tahapan, sebagai berikut :

1. Kantor Cabang / UPC
Data ini berawal dari nasabah yang melakukan proses transaksi gadai dan atau usaha lainnya di Kantor Cabang / UPC, yang tercatat dalam aplikasi SISCADU kemudian diproses hingga menghasilkan informasi berupa laporan keuangan maupun operasional yang kemudian di upload ke Kanwil.

2. Kantor Wilayah
Informasi berupa laporan dari Kantor Cabang kemudian dikirimkan ke Kantor Wilayah baik berupa hardcopy dan atau softcopy yang didownload dan diimport ke dalam sistem aplikasi di Kanwil (SISWIL). Informasi ini kemudian dijadikan data yang diproses oleh Kanwil untuk dijadikan informasi berupa laporan konsolidasi Kanwil. Saat ini sangat disayangkan masih ada Kantor Cabang terutama yang berlokasi di tempat terpencil tidak dapat mengirimkan softcopy sehingga Kanwil harus melakukan entry data manual. Selain membuang waktu, keakuratan data pun menjadi tidak terjamin akibat faktor human error.

3. Kantor Pusat
Informasi berupa laporan dari Kantor Wilayah kemudian di upload ke Kantor Pusat untuk menjadi sumber data yang diproses kembali menjadi laporan konsolidasi selindo. Saat ini seluruh Kanwil telah mengirimkan data berupa hardcopy dan softcopy melalui email pribadi. Data dari email kemudian didownload dan diimport ke dalam sistem aplikasi Kantor Pusat (SIMPUS). Tetapi hal ini pun masih menimbulkan kendala karena email hanya ditujukan ke pribadi tertentu sehingga memiliki keterbatasan dalam mengakses data. Oleh karena itu, terkait dengan pengembangan intranet Perum Pegadaian (FTP) akan sangat membantu kelancaran alur data Cabang – Kanwil – Kantor Pusat dan sebaliknya.

Untuk perubahan-perubahan terkait sistem aplikasi baik di Kantor Cabang dan Kanwil, dibuat Surat Edaran oleh Kantor Pusat yang diupload ke Kantor Cabang dan Kanwil. Perubahan tersebut mencakup perubahan kebijakan dan aturan-aturan yang harus ditaati (misalnya tentang versi sistem dan password). Dalam aplikasi ujicobanya, TI Kantor Pusat akan turun langsung ke lapangan guna memberikan pembekalan dan pelatihan langsung kepada TI di Kanwil dan Cabang. Dengan alur data seperti ini, diharapkan akan terjadi keseragaman penggunaan aplikasi dan menghindari penyimpangan.

Dalam aplikasi sistem yang tersedia saat ini, masih banyak terdapat kekurangan khususnya dalam bidang keuangan seperti yang saya alami langsung. Hal ini terkait dengan proses konsolidasi yang masih bersifat manual dengan beberapa unit usaha lain, seperti langen palikrama, gadai saham dan anak perusahaan yang membutuhkan waktu akibat aplikasi yang ada belum mampu melakukannya secara otomatis. Sedangkan saat ini setiap BUMN dituntut untuk menyampaikan laporannya (Laporan Manajemen dan Laporan Tahunan) dengan batas waktu yang telah ditentukan kepada para stakeholders, sehingga dituntut untuk cepat. Menghadapi kondisi seperti ini sangat diperlukan pengembangan-pengembangan TI meskipun faktor kendala SDM juga mempengaruhi.

Saran saya paradigma TI hanya sebagai faktor pendukung suatu usaha harus berubah karena TI saat ini merupakan faktor utama dalam suatu sistem informasi. Pengembangan TI jangan dilihat dari jumlah pengeluarannya karena itu bukan merupakan suatu biaya melainkan investasi jangka panjang. Saya berharap dan optimis rencana Pegadaian Online akan terwujud yang saat ini telah dimulai dengan aplikasi SISSDM berbasis web. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi kelancaran proses alur data perusahaan sehingga dapat sesuai dengan prinsip sistem informasi manajemen yaitu fleksibel, efektif dan efisien.

Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Nurrahmi Febriana
P82528
Kelas B

8:17 AM  
Blogger elaurum said...

Alur pengiriman data yang baik merupakan syarat utama perusahaan yang ingin go online pada era teknologi saat ini
Untuk perusahaan unik karena satu satunya jaringan bisnis gadai berskala Nasional kita butuh alur komunikasi yang memerlukan ide ide liar untuk mewujudkan e-pegadaian.Dan sebuah keharusan yang tidak perlu ditunda lagi,online

Sebenarnya konsep pengumpulan data yang memusat mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi bagi perusahaan kita,walau tentu saja masih banyak kendala disisi keamanan dan pembangunan jaringan.
Disisi lain kita perlu juga memisahkan arus data oprasional dan data yang berisi instruksi dari pihak manajemen,sehingga apabila terjadi suatu masalah tidak akan merusak seluruh jaringan sistem informasi kita.

Data akan berhulu dari unit terkecil kita,yakni UPC yang akan membentuk satu terminal data di cabang induknya,kemudian cabang akan meneruskan ke kanwil seperti halnya UPC yang mengindukkan data oprasionalnya ke cabang induk.
Kemudian dari kanwil sebaiknya data akan bermuara langsung ke mainframe database kita.Kemudian kantor pusat akan mengunduh dari database tersebut.
Karena kantor pusat sebagai regulator dan decision maker tidak perlu bersentuhan langsung dengan oprasional dicabang sehingga kita bisa memangkas diagran jaringan kita.

Data yang ditransmisikan sebaiknya berupa paket data yang tidak menyebar,berukuran kecil,dan terenkripsi.Sebagai contoh laporan dari UPC akan dijadikan satu paket dengan laporan dari cabang induknya,dan kemudian juga data cabang yang nantinya dijadikan sebuah paket data dikanwilnya masing masing.Kemudian sesampainya didatabase utama data akan diterjemahkan dan diolah sebagai analisa laporan.

Dalam porsi pelayanan real-time,konsep ini sebaiknya dipangkas hanya sampai dilevel kanwil untuk mempercepat transmisi data.hingga kanwil memiliki database sekunder yang melayani cabang diwilayahnya,tentu saja hal ini hanya berlaku dalam satu wilayah kanwil.Untuk nasabah yang akan melakukan transaksi antar wilayah kanwil,maka data akan berpindah pada level kanwil yang mungkin akan memakan waktu yang sedikit lebih lama.

Bagaimana Kita Berkoneksi?
Karena keunikan perusahaan tercinta,seperti diawal kita butuh ide liar,lewat HANDPHONE!
bernama eSMSis,layanan ini ada di Indonesia hasil karya PT. Linuxindo Total Solusi yang bergerak di bidang aplikasi mobile,maaf ini bukan promosi karena saya juga menemukannya via search engine google he...

Tapi metode ini sungguh inovatif,jadi hanya dengan sms kita dapat menghubungkan server database dengan client via jaringan GSM dari seluruh dunia(asal ada jaringan GSMnya he...).Dalam prakteknya client yang sudah terhubung dengan jaringan GSM via HP secara periodik dalam waktu yang sudah kita tentukan akan mengirimkan data ke komputer sever yang juga terhubung jaringan GSM via HP.jadi artinya kita tidak perlu tiap saat terhubung jaringan GSM,boros pulsa kan he..
Data yang terkirim haruslah dalam ukuran kecil dan sudah terenkripsi dari client dan akan diterjemahkan ulang dan diverifikasi diserver dengan pengiriman sms verivikasi ke client,sistem ini tidak terlalu mahal kerena hanya cukup lisensi pada satu komputer serta dapat menggunakan berbagai operator selular,artinya pihak manajemen mendapat barginning point memilih vendor operator selular yang paling kompetitif tarifnya.Sistem ini tentu bebas hacker karena bukan via internet kecuali bagi pemilik penyadap aktifitas BTS sekelas KPK.
Bayangkan anda bisa memerintahkan seluruh komputer client dicabang se-Indonesia untuk memproses dan mengirim laporan tahunan sambil sikat gigi dikamar mandi!
untuk lengkapnya dapat dibuka di http://www.prowebpro.com/co_branding/sms_server_gateway_esmsis.php

Jadi jangan selalu mengekor ke jaringan bank,kita bisa ciptakan tatanan baru.
Eka Fajar Dewantara
P.82502
kemenangan hanya datang kepada yang siap untuk menang

8:57 AM  
Anonymous Anonymous said...

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini, disadari atau tidak kita dipaksa untuk mengikuti dan memahami kemajuan teknologi tersebut, kita akan kalah bersaing apabila tidak memanfaatkannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan sebuah perusahaan termasuk PERUM Pegadaian, tanpa adanya informasi yang memadai dan komunikasi yang baik sebuah perusahaan akan sulit dalam melakukan fungsi manajemen (Planing, Organizing, Actuating, dan Controlling). Alur informasi yang cepat, tepat, dan akurat, serta aman dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan rencana dan strategi perusahaan agar tujuannya dapat dicapai dengan baik. Saat ini teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet merupakan satu alternatif yang dimanfaatkan oleh banyak perusahaan sebagai jalur lalulintas pemindahan data atau informasi yang dibutuhkan, tak terkecuali pegadaian.

Konsep pemindahan data dan informasi di pegadaian sebatas pandangan saya masih menggunakan system informasi tradisional (statis) meskipun sudah memanfaatkan internet, hal ini terlihat dari pemanfaatan internet itu sendiri yang hanya sebatas download dan upload data maupun informasi dari cabang ke kanwil dan dari kanwil ke kantor pusat atau sebaliknya, hal ini mengakibatkan data dan informasi yang dipindahkan membutuhkan waktu lebih lama dan dapat berakibat pada tingkat akurasi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen, Guna mendukung tujuan komputerisasi pegadaian saat ini, maka perlu untuk membangun sebuah system informasi modern dan dinamis yang mengacu pada tecnologi oriented (internet) dimana Divisi SIM mensupport Divisi TI dalam mengembangkan program aplikasi, dan bukan sebaliknya seperti saat ini, pemindahan data dan informasi secara online (real time online) dengan menggunakan satu server sebagai pusat penyimpan data akan lebih efisien biaya dan waktu dalam transformasi data maupun informasi karena dapat diakses secara langsung oleh pihak yang memerlukannya, jika terjadi perubahan data pada computer client maka data di server akan berubah/update secara otomatis, pihak top management akan lebih mudah dalam melakukan fungsi – fungsi manajenen (Planing, Organizing, Actuating, dan Controlling). Selain membangun system informasi real time online, yang tidak kalah pentingnya adalah mengamankan system informasi itu sendiri misalnya dengan cara memberikan tanggung jawab kepada Pradya TI atau Prada TI untuk menjaga stabilitas dalam pemindahan data dan validasinya, perlu dibuat regulasi/aturan yang baku berupa SE maupun SK yang mengatur hak dan tanggung jawab bagi penggunanya. Dengan konsep system informasi tersebut diatas diharapkan tujuan komputerisasi pegadaian dari level bawah (SIM) sebagai pemasok data (data laporan kredit, pelunasan, sisa BJ dan UP, dll), level menengah sebagai pendukung pengambil keputusan, dan level atas sebagai strategic information system dapat bersinergi sehingga dapat menghasilkan sebuah keputusan yang tepat untuk menentukan rencana dan strategi perusahaan sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Haris Yudipurnawan / NIK.P.82117 Diklat Prada TI Pegadaian

4:51 PM  
Anonymous Anonymous said...

Sebagaimana materi yang bapak sampaikan bahwa perkembangan tehnologi informasi saat ini semakin cepat yang menyebabkan peran teknologi pada bisnis dan  organisasi sangat signifikan. Mulai dari peran efisiensi, efektifitas sampai dengan strategic suatu organisasi/perusahaan. Karena perannya yang sangan penting maka tehnologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai alat strategic untuk berkompetisi dan bahkan membuat organisasi mendapatkan keunggulan kompetitif.Hampir semua aspek pemanfaataan perangkat tehnologi dalam sebuah organisasi/perusahaan  berhubungan dengan database. Demi meningkatkan efisiensi, daya saing, keakuratan dan kecepatan dalam pengelolaan data, Perum Pegadaian yang memiliki unit cabang yang cukup banyak memerlukan pengelolaan data secara baik dan benar.Untuk mempercepat dan keakuratan data maka perlu dibuatkan system pengiriman data. Menurut hemat saya alur pengiriman data yang efektif dan efisien yaitu pengiriman data secara TERPUSAT, artinya server data dengan daya tampung besar ditempatkan pada satu lokasi yang dikelola oleh  IT kantor pusat, sehingga singkronisasi data dari kantor Cabang dapat langsung diacses oleh clien secara otomatis.  Berikut pengiriman alur data secara singkat :1. Kantor Pusat sebagai pusat data diharapkan mampu menampung seluruh data Perusahaan (dari Cabang, Kanwil, KPPP itu sendiri).2. Kantor Cabang mengirim data melalui internet (reflikasi)  3. Kantor Pusat (IT) menerima, mengolah data dari cabang kantor cabang, dimasukkan ke bank data yang diperlukan oleh clien di Cabang / Kanwil bahkan untuk Nasabah sekalipun dapat mengetahui SBK jatuh tempo, lelang dsb.4. Web berisi Aplikasi SISDAM, Layanan Nasabah melalui Internet, layanan SMS dan  data-data yang diperlukan oleh pihak ketiga (KAP, DEWAS)5. Data kantor pusat dapat di verifikasi oleh kantor wilayah seperti data keuangan, data operasional dsb.6. Kantor wilayah mengirim data kekantor pusat melalui file transfer protocol (FTP) atau sebaliknya.Keunggulan data terpusat adalah : cepat, efisien, akurat, ketersediaan, kelengkapan, dan keamanan yang terjamin :1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)Memungkinan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan terhadap data atau penampilan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.2. Efissiensi Ruang Penyimpanan (Space)Karena keterkaitan erat antara kelompok dalam database, maka sedundasi (pengulangan) data pasti selalu ada. Dengan data tepusat, efisisensi/optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah redundansi data, baik menerapkan sejumlah pengkodean atau membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antara kelompok data yang saling berhubungan.3. Keakuratan (Accuracy)Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah database, dangan menekan ketidak akuratan/penyimpanan data.4. Ketersediaan (Availability)Pertumbuhan data bersamaan dengan berjalannya waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Padahal tidak semua data selalu digukan. Karena itu kita dapat melakukan pemilihan data, sehingga data yang sudah jarang digunakan dapat dipindahkan kedalam media penyimpanan Off-line. Dengan pemanfaatan tehnologi jaringan data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat diakses (menjadi tersedia/avaible) bagi lokasi yang lain.5. Kelengkapan (Completeness)untuk mengakomodasi kelengkapan data yang semakin berkembang, maka kita tidak hanya menambah record-record data, tetapi juga dapat melakukan perubahan struktur dalam database, baik dalam penambahan obyek baru (table) atau dengan penambahan filed-filed baru suatu table.6. Keamanan (Security)Ada sejumlah system (aplikasi) pengelola database yang tidak menerapkan aspek keamanan dalam sebuah database. Tetapi untuk suatu system yang lebih besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan secara ketat. Dengan itu kita dapat menentukan siapa pemakai yang boleh menggunakan database beserta obyek didalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.7. Kebersamaan Pemakaian (Sharebility)Pemakai database seringkali tidak terbatas pada suatu pemakai saja atau di satu lokasi saja oleh satu system aplikasi. Database yang dikelola oleh system (aplikasi) terpusat   yang mendukung lingkungan Multiuser  akan dapat memenuhi kebutuhan ini. Tetapi tetap dengan menjaga dan menghindari munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data .JOKO SUWARTOEmail ustadjaka@yahoo.com

6:03 PM  
Anonymous Anonymous said...

Diklat
:
Pranata Muda TI Angkatan I Th. 2008
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Topik : SE Konsep Alur Pengiriman Data
Nama : Aris Bobby Gunadhi
NIK : P80522
Kelas/Nomor : B / 6



SURAT EDARAN
Nomor : /PUSTI.00250/2008

TENTANG
ALUR PENGIRIMAN DATA

Munculnya berbagai masalah tentang alur pengiriman data dari cabang ke kanwil terus ke pusat, vice versa merupakan konsekuensi logis yang tidak dapat dihindari dari pilihan untuk mengimplementasikan penyempurnaan dari pemanfaatan surat elektonik (Electronic Mail/e-mail) sesuai dengan SE. No.60/PUSTI.00250/2006. Pemanfaatan e-mail di perusahaan sebagai alur pengiriman data dipandang kurang sempurna karena proses pengunduhan (download) dan penggugahan (upload)nya hanya menghasilkan satu arah (one way).

Untuk penyempurnaan alur pengiriman data, maka ditetapkan kebijakan sebagai berikut :
1. Konsep penyempurnaan Alur Pengiriman Data update Aplikasi SISCADU, SISWIL, SIMPUS, SISSDM dan UL dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat akan menggunakan FTP (File Transfer Protocol) melalui Internet. Analisa pertimbangan menggunakan FTP adalah sebagai berikut :
FTP merupakan sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan "mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.
FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan username dan password yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login, yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.
2. Konsep Pengembangan dan Maintenance pada Bank Data (Pusat Teknologi Informasi). Kondisi tersebut akan segera diimplementasikan karena kapasitas update data nasabah di cabang, data operasional di cabang ( Kreasi, Krasida, Jasa Taksiran, Jasa Titipan, Krista dan Arum), data pegawai seluruh Indonesia, data logistik di kanwil dan pusat dlsb semakin besar. Melihat kondisi tersebut diatas maka Pusat Teknologi Informasi akan membeli server yang lebih besar demi kemajuan perusahaan melalui System Teknologi Informasi khususnya untuk kepentingan Alur Pengiriman Data.
Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Jakarta, Oktober 2008
Direktur Pengembangan Usaha


Wasis Djuhar


Note. Penulis sebelumnya mohon maaf apabila Jawaban Ujian Sistem Informasi Manajemen (SIM) disajikan dalam bentuk surat edaran (se). Saya berharap se ini menjadikan sebagai baromater yang dapat dipakai untuk kemajuan Sistem Teknologi Informasi di Pegadaian.

PRADA angkatan I thn. 2008, go……
My Knowledge and Activity for Pegadaian Company.

8:54 PM  
Anonymous Anonymous said...

Seiring dengan perkembangan sistem informasi, PERUM Pegadaian dihadapkan pada tuntutan kebutuhan untuk berubah guna peningkatan produktivitas, tumbuh berkembang, modern serta dinamis dalam keseharian dan rutinitas perusahaan. Salah satu dari sekian banyak faktor yang mendukung perubahan tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Seperti yang telah Bapak utarakan bahwa berbicara mengenai Sistem Teknologi Informasi (STI), mutlak membicarakan tentang proses bisnis, TI serta SDM. Squeezing dari STI akan menghasilkan data dimana agar data tersebut dapat dimanfaatkan bagi pihak yang memerlukan (dalam hal ini tentunya Manajemen Pegadaian) guna mengambil suatu keputusan strategis perusahaan, maka data harus diproses menjadi sebuah informasi yang siap saji.

Untuk itu diperlukan sebuah konsep alur data yang baik agar terciptanya suatu informasi yang cepat dan akurat. Pembangunan infrastruktur dan aplikasi yang memadai serta tepat guna diibaratkan sebagai jalan raya untuk lalu lintas komunikasi data menuju tercapainya tujuan akhir sistem online. Permasalahan yang muncul dari konsep data yang terdistribusi dapat dieliminasikan melalui konsep data tersentralisasi. Eksistensi data yang terpusat adalah kunci dalam pengelolaan data operasional, data nasabah, data asset perusahaan serta data SDM. Terintegrasinya keseluruhan data akan menghasilkan efek efektifitas dan efisiensi serta tingkat akurasi yang tinggi secara keseluruhan.

Membaca beberapa comment rekan-rekan diklat Pranata Muda TI 2008 diatas, berbagai konsep menarik telah dipaparkan konsep pengelolaan data perusahaan. Menurut saya, idealnya pengelolaan data dilakukan secara terpusat, meskipun tidak terlepas dari kelebihan maupun kelemahannya antara lain sebagai berikut:
Kelebihan
- data real time;
- lebih interaktif dengan cabang, karena bisa bertukar data tanpa harus menunggu waktu (data selain database), bisa juga digunakan untuk VOIP (tergantung dari produk provider);
- maintance program lebih cepat.

Kelemahan
Memang untuk saat ini masih terbilang mahal, namun jika kita merubah paradigma tersebut sebagai dari sebagai sebuah ‘biaya’ menjadi sebuah ‘investasi’ maka hal tersebut akan menjadi “murah”. Disamping itu, sebagai pra kondisi terhadap SDM perlu terus dilakukan sosialisasi secara kesinambungan.

Melalui pengelolaan data secara terpusat, berbagai keunggulan akan didapatkan perusahaan yang secara keseluruhan akan meningkatkan faktor efektifitas dan efisiensi di segala bidang antara lain sebagai berikut:
1. Secara signifikan meningkatkan performa dan kinerja perusahaan
Melalui pemanfaatan STI yang optimal, output computer berupa informasi dapat digunakan oleh manajemen dalam perusahaan guna pengambilan keputusan dan langkah kebijakan karena pelaporan yang dihasilkan paling tidak memenuhi 4 kriteria kualitas informasi yaitu akurat, tepat waktu, relevan, dan ekonomis.
2. Secara signifikan juga akan meningkatkan pelayanan nasabah
Nasabah Pegadaian dapat mengakses pembiayaan dan transaksi melalui berbagai sumber selain unit operasional Kantor Cabang yang ada. Pelayanan transaksional dapat dikembangkan melalui jaringan website, memanfaatkan teknologi SMS dan ATM.
3. Menekan pembiayaan operasional dan perawatan STI
Apabila koneksi ke Kantor Cabang dapat dilakukan melalui mekanisme “remote”, maka akan menekan biaya perjalanan staf tertentu (IT khususnya) ke Kantor Cabang. Terpusatnya data juga akan menghilangkan sumber daya alokasi server di setiap kantor cabang.
4. Menambah kemampuan lahan usaha baru berbasis teknologi
STI akan menambah kemampuan bersaing sebagai cara untuk melakukan diversifikasi usaha berbasis teknologi.
5. Meningkatkan responsifitas pasar
Melalui pemusatan data, perubahan satu data di Kantor Pusat akan mengakibatkan perubahan seluruh data yang ada di Kantor Cabang. Dengan cara ini tentu saja kantor cabang tidak lagi memodifikasi secara manual perubahan data tersebut.
6. Meningkatkan brand image perusahaan
Peningkatan fungsionalitas dan fitur yang ditawarkan system data terpusat (online system) kana menambah pelayanan dan loyalitas nasabah untuk kembali bertransaksi.

Adapun sebagai upaya antisipasi dalam meningkatkan keamanan dari data tersebut, dapat diambil solusi yaitu dengan merubah data table menjadi script atau text. Disamping itu dengan melakukan excript dapat memperkecil file yang akan dikirim.

Dan pada akhirnya semoga Rencana Jangka Panjang Republik Pegadaian untuk menjadi ONLINE pada tahun 2011 dapat menjadi nyata. Dengan demikian setidaknya visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang modern, dinamis, dan inovatif pada tahun 2010 bisa terwujud meskipun “telat” 1 tahun. Mengutip slogan pada kaos Pelanggan NOW “Pegadaian  Numeru Uno or ke laut aja loe”

MUHAMMAD M. KAMAL
P82537
KELAS B

9:41 PM  
Anonymous Anonymous said...

Konsep Alur Pengiriman Data

Data-data awal dari suatu kegiatan operasional di Pegadaian didapat dari kantor cabang sebagai skala terkecil suatu perusahaan. Data-data tersebut berupa data keuangan yang disampaikan berdasarkan laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, data nasabah, data logistik dan data lainnya yang dapat memberikan informasi untuk perusahaan menuju proses bisnis yang lebih maju.

Alur pengiriman data :
A. UPC --> Cabang --> Wilayah --> Pusat
1. Manajer UPC melakukan upload laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan berupa data keuangan, data operasional dan data logistik. Upload data tersebut disimpan dalam bentuk folder yang dikirimkan kepada cabang induk.
2. Proses pengiriman ini merupakan paksaan bagi manajer untuk dapat mengelola aplikasi operasional dari awal input data, proses pelaporan kegiatan operasional, keuangan, logistik dan pengiriman laporan (upload) data ke kantor cabang induk serta harus dapat mengirim email laporan yang sudah matang dan akan lebih baik seorang manajer memiliki pengetahuan sebagian kecil tentang TI (Teknologi Informasi).
3. Apabila seorang manajer akan memerintahkan kepada bawahannya perlu koordinasi yang baik dan pemantauan secara berkala. Tetapi proses awal hingga akhir sampai pengiriman wajib dipahami dengan baik oleh manajer sehingga pada saat terjadi mutasi pegawai, proses upload dan download data tetap berjalan dengan baik.
4. Manajer kantor cabang melakukan proses pelaporan juga sama dengan UPC, dimana manajer wajib meng-upload data keuangan, operasional dan logistik yang disimpan di folder transfer data. Laporan tersebut juga termasuk gabungan laporan UPC yang di download dan diinput ke dalam aplikasi cabang sehingga diolah secara sistem dan menjadi laporan data secara utuh. Laporan tersebut dikirimkan ke kantor wilayah melalui email.
5. Data-data laporan keuangan, operasional dan logistik kantor cabang akan di download oleh kanwil, kemudian diinput oleh masing-masing bagian ke dalam aplikasi siswil.
6. Kanwil akan melakukan verifikasi data sebelum diinput dalam aplikasi, kemudian diolah dan dilakukan konsolidasi serta validasi data sehingga didapat rekapitulasi data beberapa cabang di wilayah tersebut.
7. Proses pengolahan data cabang wajib dipahami oleh manajer kanwil masing-masing bagian dan dibantu oleh asman serta operator aplikasi yang menginput data. Operator melakukan input data, upload data dan pengoperasian aplikasi sistem, yang kemudian diolah menjadi laporan keuangan, laporan operasional dan laporan logistik. Walaupun terdapat seorang operator/staff yang menginput data, namun manajer dan asman juga harus mampu mengoperasikan di komputer, sehingga saat operator berhalangan, laporan/data dapat diproses.
8. Bagian logistik, keuangan dan operasional kanwil melakukan input data, upload dan download dengan aplikasi siswil dan bagian SDM menggunakan aplikasi sisSDM dan siaga.
9. Data-data cabang yang telah diolah sehingga menjadi laporan kanwil dalam bentuk ftp dikirimkan ke kantor pusat. Laporan ftp masing-masing wilayah harus dikirimkan secara berkala dan tepat waktu ke pusat sehingga akan dirangkum dan diolah oleh sistem menjadi satu kesatuan laporan data sebagai dasar kebijakan manajemen dan pengembangan perusahaan serta sebagai tolak ukur keberhasilan dan kinerja Perum Pegadaian di BUMN dan masyarakat.
10. Pengiriman laporan dari kanwil saat ini masih dalam bentuk email dan berupa email pribadi. TI pusat diharapkan dapat menyediakan pengiriman laporan secara internal antar wilayah atau pengiriman melalui website Pegadaian. Laporan wilayah harus sudah disediakan tempat khusus pada website tersendiri yang merupakan bagian corporate perusahaan.

B. Pusat --> Wilayah --> Cabang--> UPC
Alur pengiriman data dari pusat berupa perubahan aplikasi. Perubahan ini akibat perubahan kebijakan yang dituangkan dalam SE (Surat Edaran) dan sistem menjadi berubah mengikuti SE tersebut.

Perubahan sistem ini dilakukan oleh TI kantor pusat dan kemudian dikirimkan ke kantor wilayah, kantor cabang dan UPC. Seorang manajer dipaksa untuk dapat melakukan download update data yang dikirimkan pusat dari sistem aplikasi yang digunakan. Sehingga aplikasi tiap wilayah dan cabang menjadi seragam. Petunjuk download perubahan aplikasi tercantum dalam SE No. 55/Ti0.00250/2008.

Pembuatan Surat Edaran (SE) perihal perubahan aplikasi juga menjadi penting apabila TI pusat melakukan perubahan dan penyempurnaan sistem aplikasi menjadi versi aplikasi terbaru. Hal ini dilakukan untuk memberikan keseragaman versi aplikasi dan proses pengolahan data oleh sistem meghasilkan data yang matang dan akurat.

Sistem pengelolaan data saat ini masih terdapat banyak kendala dan kekurangan. Hal ini disebabkan kesalahan prosedur dalam input data, keterlambatan pengiriman laporan akibat sistem belum online, masih terdapat manajer yang tidak dapat mengoperasikan komputer sehingga sistem aplikasi tidak dikuasai.

Harapan ke depan agar data dapat tersimpan dengan baik, maka perlu dilakukan pengiriman data menggunakan Tracking System yaitu pengiriman data secara online, yang terdiri atas 3 sistem :
1. Sistem pusat yaitu server database, situs WAP, sistem di kantor-kantor cabang yang berfungsi sebagai penerima inputan bagi sistem dan situs WAP.
2. Sistem dapat diakses melalui situs WAP ataupun melalui program yang berada di perusahaan. Konsumen dapat mengakses sistem melalui situs wap.
3. Menggunakan satu server database sebagai tempat penyimpanan semua data yang nantinya akan digunakan sebagai informasi. Setiap cabang akan mengirimkan data ke server dan juga menerima data dari server. Terus dilakukan selama ada perubahan data di server, sehingga ketika cabang A mengakses dan merubah, maka data-data mengenai perubahan akan disimpan di server, kemudian cabang lain dapat mengakses. Pengaksesan sistem melalui perangkat WAP , sistem akan langsung mengakses server untuk mendapatkan informasi.

Dari hasil analisa, maka dapat dibuat flow DFD (Data Flow Diagram), dari tracking sistem yang menggambarkan aliran data dan proses yang terjadi dalam tracking system. Dengan diagram ini, proses-proses yang terjadi beserta aliran data yang ada dapat diketahui dengan jelas.

DFD mempunyai 2 level, yaitu level 0 dan level 1.

DFD level 0. Tracking system digambarkan secara garis besar saja. Hanya beberapa external entity dengan aliran data dari dan ke sistem. External entity yang dimiliki tracking system : administrator, customer via WAP dan operator.

Administrator memiliki akses yang luas terhadap sistem, berhak melakukan perubahan terhadap database, melakukan perbaikan ketika ada kerusakan dari sistem dan melakukan apapun terhadap database.

Customer hanya dapat mengakses sistem melalui perangkat yang dilengkapi dengan teknologi WAP, hak akses hanya dibatasi dapat menerima informasi mengenai perubahan tanpa dapat melakukan perubahan terhadap data-data.

Operator memberikan inputan kepada sistem berupa informasi mengenai perubahan di kantor cabang tempat operator berada. Operator juga dapat melihat informasi mengenai perubahan lain.

DFD level 1. Hasil dekomposisi dari DFD level 0 yang menggambarkan sistem secara garis besar saja. Tujuan dekomposisi level 0 memberikan gambaran yang jelas dan mendetail mengenai proses yang terjadi dan aliran data yang ada pada tracking system.

Proses tracking system : input package system, searching system, administration system.

Input package system : sistem akan menerima inputan perubahan, kemudian akan melakukan penyimpanan data-data & informasi ke dalam database. Setiap ada data yang baru diinputkan dalam proses ini, maka data akan langsung tersimpan di data base, hanya operator yang melakukan ini.

Searching system : hanya operator & customer dapat melakukan pencarian data.

Administration system : yang dapat melakukan ini hanya administrator, dan dapat melakukan apa saja terhadap database seperti update, delete dan proses database yang lain.

Model tracking system dapat menjadi pengembangan dari sistem informasi Pegadaian menuju Pegadaian online, namun semua ini tetap harus disiapkan human resources yang menguasai teknologi dan mau belajar mengenai teknologi informasi serta infrastruktur yang mendukung menuju perubahan karena TI bukan hanya sebagai pendukung dari proses bisnis perusahaan tapi sudah menjadi tonggak dan kebutuhan dasar kegiatan operasional dan kelancaran kegiatan proses bisnis.

Mari bersatu melakukan perubahan…Go Prada
By. Yulia Prima Putri – kelas A – P.82559

9:49 PM  
Blogger Rizky Ramadhan Effect said...

Bersamaan dengan memposting comment ini, saya juga telah mengirimkan electronik mail ke bapak mengenai request bapak tersebut. Saya ingin menyampaikan, waktu wawancara dari pihak manajemen di Kantor Pusat kemarin. Saya terkesan dengan ucapan bapak ke saya, “Teknologi harus mengikuti bisnis”. Dan setelah mendapatkan gambaran dari para pengajar internal di Diklat Pranata Muda TI, saya menemukan bahwa ternyata perusahaan kita tercinta ini bergerak ke arah yang sebaliknya. STI hanyalah sebagai asesoris dari bisnis kita. Jadi jika dianalisa melalui “Matriks Sinergi Sistem Informasi dan Strategi Perusahaan” perusahaan kita berada diantara dua matriks, yaitu kuning atau merah, saya rasa bapak sudah tahu maksudnya. Setiap ada pengembangan dari pihat TI selaku pembuat aplikasi tidak diikutsertakan. TI di perusahaan kita mirip tukang jahit yang menerima pesanan jahitan gelonggongan dari suatu instansi, tak tahu orang yang bakal dijahitkan pakaian itu ukuran tubuhnya itu gimana? Karena gak punya gambaran, dibuatlah pakaian ukuran all size. Bisa dilihat pada aplikasi Siscadu di cabang, banyak report diluar kebutuhan cabang. Pernahkah kita bertanya, apakah kesemua report tersebut dibutuhkan oleh penggunannya di cabang? Gak kan? Paling banter laporan bulan dan pendukungnya yang dikirimkan ke Kantor Wilayah. Hal itu patut disesalkan. Teknologi Informasi haruslah merupakan wadah sebagai sumber informasi bagi pengguna informasi. Baik itu eksteren maupun interen. Tapi informasi yang disajikan haruslah tepat guna. Perusahaan kita punya banyak sumber informasi, tapi kesemuanya tidak terurus. Misalnya pada www.pegadaian.co.id/pusdiklat. Saya antara mau tertawa atau sedih. Waktu itu saya ingin mencari informasi tentang pelaksanaan Diklat PRADA TI yang akan saya ikuti. Apa yang saya dapati? Semua informasi mengenai diklat ................. TAHUN 2007! Lucu atau menyedihkan yah? Apakah ke depannya perusahaan kita yang tercinta ini akan menggunakan STI sebagai sekedar tools atau sebagai driver penentu daya saing kita? Saya yakin didikan-didikan bapak yang saat ini masih menginstal OS Linux di Minangkabau Raya, Mangarai, siap menjadi perpanjangan tangan buat bapak dan kawan-kawan dalam memwujudkan hal itu. PRADA TI 2008 ..........GO!

MAAFjikaADAsalahKATA

Rizky Ramadhan
NIK: P82389

10:14 PM  
Anonymous Anonymous said...

Perkembangan teknologi saat ini dipicu oleh keanekaragaman kemajuan di bidang elektronika dan komunikasi yang semakin cepat terutama dikaitkan dengan transformasi data. Materi ini sangat terkait dengan ilmu komputer maupun dengan teknologi informasi dan telekomunikasi. Apa artinya sebuah unit komputer yang terdiri CPU, Monitor, keyboard maupun printer jika hanya digunakan untuk kepentingan pada are yang terbatas. Maksudnya hanya yang bersangkutanlah yang bekerja dan mengolah dan mengelola datanya secara individual. Hal ini digambarkan ketika pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, perguruan tinggi, sekolah-sekolah atau bahkan lembaga-lembaga pendidikan atau umum lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, camera handphone dan lain sebagainya.
Mayoritas pemakai komputer terdapat di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu perusahaan yang besar seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk mengahasilkan informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami pengolahan dari tangan ke tangan.
Apabila demikian bagaimana dengan data yang akan dioleh berasal dari cabang-cabang yang tersebar di beberapa tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan data. Tetapi kenyataannya, dalam sirkulasi suatu sistem pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian.
Secara garis besar suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusi data dan informasi untuk beberapa lokasi.
Dewasa ini kemajuan tekonologi komunikasi mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu lokasi dapat dikirim ke lokasi lain dengan alat telekomunikasi (HP untuk GSM atau CDMA, Mesin Fax). Data perlu dikirim dari satu lokasi ke lokasi lain dengan alasan berikut:
1. Transformasi data sering terjadi pada suatu lokasi yang berbeda dengan lokasi pengolahan datanya atau lokasi di mana data tersebut akan digunakan, sehingga data perlu dikirim ke lokasi pengolahan data dan dikirim lagi ke lokasi yang membutuhkan informasi dari data tersebut.
2. Dari segi ekonomis lebih murah dan effisien jika pengiriman data melalui jalur dan fasilitas tekomunikasi yang ada. Lebih baik lagi jika data telah diorganisasikan melalui komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.
3. Pusat yang memiliki beberapa lokasi pengolahan data, data dari suatu lokasi pengolahan yang sibuk dapat membagi tugasnya dengan mengirimkan data ke lokasi pengolahan lain yang memiliki kondisi kurang sibuk atau traffik data rendah.
4. Peralatan cetak seperti printer untuk grafik atau printer berkecepatan tinggi, cukup berada pada satu lokasi saja, sehingga lebih hemat.
Untuk data yang menggunakan komputer, pengiriman data menggunakan sistem transmisi
elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data. Teknik komputer dan teknik komunikasi data berkembang dengan pesat. Akibatnya teknik komunikasi data yang merupakan perpaduan antara kedua teknik tersebut juga berkembang sangat pesat. Akhir-akhir ini perkembangan tersebut terasa juga dampaknya di Indonesia, sehingga keperluan akan tenaga yang terampil dan yang mempunyai pengetahuan komunikasi data juga meningkat.


Gbr 1 Proses komunikasi data
Untuk mengkomunikasikan data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, 3 elemen sistem harus tersedia, yaitu sumber data, media transmisi, dan penerima. Jika salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan. Gambar 1 dapat memperjelas mengenai ketiga elemen tersebut.
Dengan memberikan sedikit ilmu yang terbatas ini, semoga bermanfaat bagi perusahaan yang kita cintai. Amiien.
Nama : Suryanto
NIK : P68890006
Email : suryanto@pegadaian.co.id dan suryanto_diklat@yahoo.co.id

10:38 PM  
Anonymous Anonymous said...

Kemajuan Teknologi Informasi yang semakin pesat dewasa ini mendorong semua umat manusia di muka bumi ini untuk berlomba-lomba "memanfaatkannya". Mulai dari menggunakan Handphone(HP),komputer/PC, Notebook/Laptop,PDA dan lain sebagainya. Penggunanya pun beragam mulai dari anak sekolahan, mahasiswa, PNS, Karyawan hingga Ibu Rumah Tangga sekalipun rasanya sudah tidak asing lagi dengan perangkat2 diatas. Begitu juga dengan Perusahaan-perusahaan besar baik Swasta maupun BUMN mulai menerapkan Sistem Teknologi Informasi dalam rangka medukung kegiatan usaha mereka mulai dari mempercepat pelayanan konsumen,mengirimkan laporan,dll. Bahkan di beberapa Perusahaan, Tehnologi Informasai (TI) dijadikan sebagai suatu alat produksi baru untuk menambah "pundi-pundi" penghasilan mereka. Bagaimana dengan PERUM Pegadaian....?? Selama ini kita ketahui bersama bahwa penggunaan TI secara garis besar di PERUM Pegadaian masih sebatas untuk mendukung kegiatan Operasional Perusahan serta pengiriman laporan dari UPC ke Kantor Cabang kemudian ke Kantor Wilayah dan Kantor Pusat.
Jika kita berbicara mengenai Konsep alur pengiriman data di Pegadaian maka kita tidak bisa lepas dari tujuan Sistem Informasi Manajemen, yaitu dalam rangka mempercepat Manajemen dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini keabsahan suatu data menjadi sangat penting. Mulai dari data Nasabah, data BJ,data UP hingga data mengenai SDM dan Logistik dari UPC dan Kantor Cabang haruslah benar dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena data-data tersebutlah yang menjadi "embrio" informasi untuk Manajemen dalam pengambilan keputusan serta bermuara pada pengetahuan dari setiap personil yang ada di Pegadaian. Oleh karenanya saya merasa hal ini perlu ditegaskan dengan sebuah SE(Surat Edaran) ataupun dalam bentuk peraturan lain yang pada intinya dapat menciptakan kepedulian tentang pentiingnya data dan TI bagi seluruh Insan di Perusahaan dengan Budaya si"Intan" ini serta untuk para pihak yang berkepentingan.
Dalam alur pengiriman data, saya memiliki ide sebagai berikut:
Setiap hari, UPC melakukan upload data ke cabang induknya. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sebuah media storage seperti USB Flash disk yang kapasitasnya cukup, untuk menampung data dari UPC tersebut. Di setiap kantor cabang sebaiknya diberikan fasilitas akses internet langganan yang fungsinya untuk melakukan upload data yang telah dikonsolidasikan dengan tiap-tiap UPC dari cabang tersebut pada saat jam tutup kantor ke pusat data di kantor pusat setiap harinya. Hardcopy laporan harian dari kantor cabang tetap dikirimkan ke kantor wilayah setiap 1 minggu sekali. Kemudian kantor wilayah melakukan verifikasi atas keabsahan data tersebut dengan pusat data yang ada di kantor pusat. Kemudian melaporkannya secara periodic ke kantor pusat. Pusat data yang dimaksud disini adalah pusat data yang merekam semua data pada semua kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia sehingga pusat data tersebut sekiranya bisa di akses oleh setiap kantor cabang dan kantor wilayah, namun dibatasi hak aksesnya. Misalnya untuk melakukan transaksi online(apabila ada nasabah yang ingin melakukan ulang gadai dari cabang tertentu),melihat pertumbuhan usaha,serta mengunduh SE atau peraturan terbaru.
Namun hal ini juga harus dituangkan kedalam sebuah SOP mengenai penggunaan aplikasi TI di Kantor Cabang dan Wilayah agar bisa meminimalisasi kesalahan-kesalahan dalam penggunaannya kelak. Dan fasilitas TI yang ada di setiap kantor tidak dipergunakan untuk hal-hal yang tidak perlu dan sifatnya pribadi. Terlepas dari masalah teknis tentang alur ini, kiranya tulisan ini bisa menjadi salah satu bahan masukan bagi kita semua. Khususnya kepada saya dan 41 orang rekan-rekan saya dari Seluruh Indonesia yang saat ini sedang mengikuti Diklat Prada TI. Dan semoga tulisan ini tidak hanya menjadi pelengkap dari rangkaian kegiatan Diklat Prada TI tahun 2008 khususnya mata pelajaran SIM. Mari bersama-sama dengan bergandengan tangan serta bahu-membahu, kita semua memikirkan arah pengembangan TI di Perusahaan yang kita cintai ini.
Majulah Pegadaian….!!!
Mulailah bekerja Kawan-kawan!


Mangantar Parlindungan
NIK.P.82475
E-mail : parlinsky_atar@yahoo.co.id

10:52 PM  
Anonymous Anonymous said...

Nama : Vona Yufanita
NIK : P82557
Kelas/Nomor : A / 2

Di era globalisasi ini, para pimpinan PERUM Pegadaian dalam pengambilan keputusan (decision making) tertentu untuk pengembangan perusahaan memerlukan peranan Sistem Informasi (SI) yang didukung oleh TI yang tepat guna. Salah satu modal yang harus ditingkatkan untuk menghadapi hal tersebut adalah efektifitas pemanfaatan TI.

Pada saat ini trend TI mengarah pada pemanfaatan teknologi komputer dan teknologi terkait dalam mengintegrasikan suatu data, gambar, grafik dan suara sehingga menghasilkan suatu data secara komprehensif. Data yang dihasilkan akan ditransfer melalui suatu jaringan (networking) ke tempat lainnya dan menghasilkan keluaran (ouput) yang sama.

Perkembangan dan kemajuan SI telah mengubah sikap dan perilaku para pimpinan dalam mencari data atau informasi. Kecepatan dan ketepatan mendapatkan informasi merupakan tuntutan kebutuhan dan kepuasan. Hal ini terlihat dari intensitas melakukan penelusuran lewat komputer, sehingga pemanfaatan informasi dari sumber-sumber manual (berkas fisik) cendurung semakin jarang digunakan.

Memang sebelum adanya era komputerisasi di lingkungan PERUM Pegadaian, penanganan data dilakukan secara manual. Bahkan dalam era informasi sekarang ini pun tidak sedikit manajemen yang masih mengolah informasi yang dibutuhkannya secara manual. Akan tetapi sekarang ini kemahiran dan keandalan manajemen di PERUM Pegadaian mutlak diperlukan, sehingga bisa memanfaatkan teknologi secara optimal.

Dengan perkataan lain, kemampuan manajemen memanfaatkan informasi dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial akan turut menentukan berhasil tidaknya manajemen yang bersangkutan meraih keberhasilan dalam mengelola unit kerja yang dipimpinnya.

Informasi (data) merupakan aktiva (asset) penting bagi PERUM Pegadaian dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan. Pada saat ini, memang PERUM Pegadaian masih mengunakan konsep alur data menyebar dimana informasi yang telah didapat dan diproses di kantor cabang, didistribusikan ke kanwil dan ke kantor pusat.

Tetapi di era globalisasi, sebaiknya PERUM Pegadaian menggunakan konsep alur data tersentral (terpusat) dimana semua data dari kantor cabang, kanwil dan kantor pusat diletakan di database yang sama. Dalam hal ini dengan melihat adanya kantor cabang yang letaknya terpencil, lebih praktis jika PERUM Pegadaian menggunakan web database.

Pemanfaatan teknologi merupakan prasyarat menuju “best practice” dalam pengelolaan data di PERUM Pegadaian. Dalam hal ini, ada dua faktor enabler yang saling terkait.
Pertama, investasi teknologi, dimana infrastruktur TI merupakan hal krusial dalam mengirim dan menerima data.
Kedua, teknologi dan reorganisasi; keduanya adalah pasangan yang tak dapat dipisahkan; teknologi tidak dapat diterapkan tanpa reorganisasi, dan reorganisasi tidak akan efektif tanpa penerapan teknologi.

Memang benar kebutuhan perusahaan akan informasi bukan hal yang baru sama sekali karena sejak dahulu hingga sekarang penanganan suatu SI dilakukan melalui 7 tahap, yaitu: pengumpulan data; klasifikasi data; pengolahan data supaya berubah bentuk, sifat, dan kegunaannya menjadi informasi; interpretasi informasi; penyimpanan informasi; penyampaian informasi atau tranmisi kepada pengguna; dan penggunaan informasi untuk kepentingan manajemen organisasi. Yang baru ialah proses penanganannya yang dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan dan terobosan teknologi, terutama dengan menggunakan komputer dan sarana lain yang bermuatan teknologi tinggi.

Untuk optimalisasi pengelolaan data perusahaan diperlukan banyak perubahan. Peningkatan arus/volume informasi (data) mendorong kebutuhan pengembangan TI dalam pengelolaan database. SI berbasiskan teknologi komputer memungkinkan perusahaan mengintegrasikan berbagai informasi dalam suatu sistem database, yang disebut SIM (Sistem Informasi Manajemen).

Setidaknya, SIM dapat memberikan tiga keuntungan.
Pertama, sistem TI bisa memberikan informasi (data) secara cepat dan tepat dalam perencanaan strategis perusahaan.
Kedua, TI mengintegrasikan dan menyimpan semua informasi dalam suatu database nasional, yang sebelumnya tersimpan di beberapa lokasi fisik yang terpisah. Oleh karena itu, dalam proses perencanaan, perusahaan dapat mengambil perspektif global terhadap persediaan dan kebutuhan pengembangan TI untuk selanjutnya diinterpretasikan dengan cara yang lebih efektif.
Ketiga, SIM memfasilitasi penyimpanan dan akses ke informasi (data) yang vital bagi perusahaan.

Sekarang ini PERUM Pegadaian mempunyai beberapa SIM Operasional antara lain SISCADU, SISWIL, dan SIMPUS. Diharapkan nantinya jika database operasional seluruh kantor cabang, kantor wilayah, dan kantor pusat diletakan dalam satu database, maka SISCADU, SISWIL dan SIMPUS menjadi satu sistem yang terintegrasi dari ketiga sistem tersebut, mungkin namanya menjadi Sistem Operasional Pegadaian.

Beberapa faktor lainnya juga perlu diperhatikan sebagai konsekuensi keputusan untuk mensentralisasikan data perusahaan adalah memberikan pelatihan TI kepada karyawan. Terkait dengan proses bisnis, perlu pertimbangan matang apakah pelatihan TI akan dijadikan prosedur standar internal, mengingat hal itu berdampak meningkatkan kualitas dan kuantitas karyawan yang harus melek komputer (computer literacy). Juga, meningkatkan kadar penerapan peran TI dalam proses bisnis, yang memerlukan penyesuaian standarisasi proses kerja.

Oleh karena itu, jika PERUM Pegadaian ingin membuat data tersentralisasi harus berani dan mampu berinvestasi yang sangat besar. Tetapi percayalah investasi ini sangat sepadan dengan hasil yang didapat nanti.

Go Pegadaian!!!

10:58 PM  
Anonymous Anonymous said...

Potret IT Pegadaian memang belum secerah langit biru,meski demikian tetap ada secercah cahaya. Perencanaan dan pengimplementasian Teknologi Informasi di Pegadaian berjalan dengan pelan-pelan sambil mencari arah yang tepat untuk berpijak, apalagi dengan minimnya dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai TI.

Penerapan TI ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan meminimalisasi risiko operasi, meningkatkan produktivitas, ketepatan dan kemauan operasi. Selain itu TI digunakan sebagai piranti analisis dan instrument pemasaran. Karenanya selain TI, factor SDM harus menjadi perhatian penting dalam mendukung setiap layanan yang diberikan, sehingga SDM yang handal didukung oleh teknologi yang relevan akan mampu memberikan optimalisasi pelayanan.

Sebagai pegawai pada divisi SDM, saya mencoba menghubungkan antara TI dengan SDM. Seperti yang sudah kita ketahui, jumlah pegawai yang benar-benar melek teknologi di Pegadaian sangatlah minim. Kebanyakan dari para pegawai malas untuk belajar teknologi, hingga akhirnya mereka mengandalkan TI untuk membenahi segala permasalahan yang berkaitan dengan computer, meski yang sering terjadi di lapangan masalah yang diajukan adalah hal-hal yang sepele (misalkan hanya karena kabel tidak rapat, TI harus dipanggil). Hal ini sangatlah tidak efektif. Apalagi jumlah pegawai di TI tidak sebanding dengan beban kerja yang mereka emban. Belum lagi perusahaan kita mempunyai cabang-cabang yang menyebar di seluruh Indonesia. Bahkan di daerah terpencilpun Pegadaian ada. Kondisi yang tidak seimbang tersebut sangat memungkinkan pengiriman data dapat berjalan dengan sangat tidak lancar.

Bagaimana agar pengiriman data dari Cabang KanwilPusat atau sebaliknya berjalan dengan lancar.

1. Cabang-cabang harus menginput data dengan cepat dan akurat. Jika inputnya sudah salah maka data tidak bisa diolah, sehingga pengiriman data terhambat.
2. Dalam penerapannya, masing-masing cabang memiliki servernya sendiri-sendiri dan selalu di up date back-up servernya. Selain itu back-up juga dilakukan terhadap computer yang menghubungkan satu cabang dengan cabang lainnya (dibuat jaringan antar cabang). Jadi yang sifatnya memberikan layanan ke nasabah itu harus ada back-upnya.
3. Manajer Cabang dan Asman bertanggung jawab atas ekspor dan impor data ke dan dari Kanwil Seharusnya manajer cabang juga mengirimkan hardcopy sebagai back up yang dikirim ke Kanwil.
4. Kanwil bertanggung jawab atas pengiriman data operasional Bulanan ke Kantor Pusat melalui email atau ftp Kantor Pusat. Data dikirim paling lambat 2 hari setelah akhir bulan
5. masing-masing divisi di pusat segera mengolah data dari Kanwil


Sebenarnya di banding cara di atas, ada cara yang lebih mempercepat pengiriman arus data yaitu sistem online (terpusat). Sistem online adalah alternative yang sangat bagus. Seperti yang sudah berjalan yaitu sistem SDM yang online. Dengan SISSDM online, maka data-data dari para pegawai bisa akurat. Jika terjadi kekeliruan, maka pegawai yang datanya salah bisa langsung mengirimkan komentar melalui SISSDM , selanjutnya bagian SDM kanwil atau divisi SDM pusat dapat segera melakukan perubahan. Untuk bidang operasional kelak akan mengikuti cara online seperti ini. Namun system ini banyak kelemahannya juga, dimana jaringan sering tidak connect atau terputus. Jika sering terputus, maka semuanya juga akan terhambat, misalnya proses pembuatan gaji bisa terhambat karena data tentang pegawai belum juga akurat. Untuk itu diperlukan suatu teknologi yang lebih canggih dan mutakhir agar pengiriman data-data dapat berjalan dengan lancar seperti yang dilakukan oleh bank. Namun untuk mendapatkan teknologi yang mutakhir seperti mereka biayanya sangatlah mahal. Perbankan berani membelanjakan anggarannya untuk TI sebesar 800 Miliar per 5 tahun. Bagaimana dengan Pegadaian????? Wow..tentu Pegadaian untuk saat ini belum berani mengeluarkan biaya sebanyak itu.

Bagaimana dengan modal sedang tapi tetap bisa mendapat pegawai yang tepat sehingga bisa mengirimkan data dengan cepat? Sepertinya susah sekali, tapi bukan berarti tidak mungkin. Sekali lagi, saya akan menghubungkan dengan SDM kita.
Mulai sekarang, TI harus maju paling depan. Perusahaan harus menempatkan TI sebagai motor untuk kemajuan perusahaan. Dalam mengimplementasikan TI, Pegadaian hendaknya membentuk Tim sukses TI yang terdiri dari IT-IT handal yang berada langsung di bawah naungan GM TI. Team ini saling bekerjasama untuk merencanakan,mengembangkan , dan mengimplementasikan TI Pegadaian.Team ini adalah team yang benar-benar terlatih dan qualified, yang selanjutnya disebar (ditempatkan ke seluruh Kanwil di Indonesia). Yang terjadi selama ini, setiap Kanwil Cuma memiliki 4 TI,jumlah itu tidak sebanding dngan banyaknya cabang yang ditangani, padahal begitu banyak masalah di sini yang memerlukan bantuan TI.
Sering diadakan diklat pranata, dengan demikian akan selalu muncul-IT-IT muda. Diharapkan nantinya semua pegawai Pegadaian melek computer, bisa mengatasi permasalahan computer di cabang masing-masing.
Jika cara kedua di atas dianggap terlalu berat dalam pendanaan, maka bisa dibuat alternative yaitu dengan melalukan refreshing TI untuk para pegawai cabang dan pegawai Kanwil. Dengan demikian pengetahuan meraka tentang TI bisa di up date.
Setiap pemeriksa diwajibkan belajar TI, dengan demikian nantinya yang diperiksa cabang bukan hanya operasional tapi masalah IT juga. Istilahnya audit TI. diharapkan setiap manajer cabang atau asisten manajer atau dapat menguasai computer. Jika semua menguasai computer, maka segala hal yang berkaitan dengan computer cabang sudah bisa di handle cabang tanpa harus memanggil IT. Dengan demikian proses pengiriman data bisa cepat.
Ke depan diharapkan perusahaan menerima pegawai baru yang basic pendidikan dari computer lebih dikedepankan.

Semoga dengan adanya diklat Pranata Muda ini akan muncul calon-calon programmer tangguh yang mempunyai ide-ide yang bagus untuk kemajuan perusahaan. Amin.
Prada 2008 G0 Go!!

12:07 AM  
Anonymous Anonymous said...

maaf lupa mencantumkan nama pada email di atas :)
Liya Ibadati
P.82555
Kelas B

12:11 AM  
Anonymous Anonymous said...

Selamat pagi …

“Mengetahui teknologi informasi secara otomatis mengetahui juga tentang proses bisnis”

Kalimat tersebut merupakan intro yang harus dipahami dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM).


Di era globalisasi yang penuh persaingan seperti saat ini serta didukung dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, pengetahuan tentang teknologi dan informasi sangatlah diperlukan oleh setiap individu, terlebih lagi oleh organisasi yang ingin memenangkan persaingan didalam bisnisnya. Bahkan bukan hanya sekedar pengetahuan, penerapan teknologi informasi secara real yang lebih penting untuk dilakukan dalam sebuah organisasi.
Perum Pegadaian saat ini sudah menghadapi tantangan yang begitu berat untuk tetap bertahan menjadi nomor wahid di bidang jasa gadai. Semakin banyak perusahaan bermunculan yang menjadi pesaing bisnis. Menghadapi situasi tersebut, bagaimana supaya perusahaan tetap bertahan memenangkan persaingan ?
Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus benar-benar jeli dan terus up to date terhadap perkembangan yang terjadi saat ini. Dalam hal ini System Teknologi Informasi (STI) yang paling utama untuk lebih dikembangkan. Penerapan STI secara umum akan meningkatkan efisiensi operasi dan meminimalisasi resiko operasi, meningkatkan produktivitas, ketepatan dan keamanan operasional, serta dapat digunakan sebagai piranti analisis dan instrument pemasaran.
Berkaitan dengan STI maka berkaitan pula dengan proses alur data. Saat ini proses alur data yang terdapat di Perum Pegadaian masih belum sepenuhnya berbasis teknologi informasi, seperti halnya pengiriman data dari unit ke cabang, cabang ke kanwil, kanwil ke pusat masih mengirimkan data secara manual (seperti pengiriman data berupa hard copy melalui pos), sehingga yang terjadi data datang terlambat yang akhirnya laporan juga menjadi terhambat. Apakah perusahaan akan tetap bertahan seperti ini padahal ancaman persaingan bisnis sudah didepan mata ?
Adapun menurut saya untuk membangun strategi proses alur data (baik itu data secara kualitatif maupun kuantitatif) supaya prosesnya menjadi lebih cepat, maka terdapat beberapa usulan saya sebagai berikut :
1. Perusahaan harus terus membuat ketetapan kebijakan berupa SE, SK dan kebijakan-kebijakan lainnya tentang pemberlakuan proses alur data dengan berbasis teknologi, misalnya : pembuatan aplikasi system proses alur data yang terpusat secara on-line di internet seperti SISSDM saat ini, dimana setiap pegawai mempunyai hak akses untuk bisa membuka tentang data pribadinya dan dapat secara langsung berkomentar tentang biodatanya sehingga dapat terkirim langsung secara cepat, dan user administrator dapat secara langsung pula bisa merubah sesuai komentar, sehingga data terus up date secara cepat.
Hal ini tentunya dapat diterapkan pula untuk proses alur data yang terpusat lainnya, seperti data yang berkaitan dengan operasional cabang, baik itu alur data ke internal (laporan ke kanwil dan pusat seperti SISCADU, SISWIL) maupun eksternal (pelayanan terhadap nasabah) secara on-line, sehingga apabila ada perubahan data, user administrator (kanwil dan pusat) yang bertanggung jawab dapat pula merubah datanya secara cepat, tidak harus menunggu laporan data dari cabang. Maka dengan adanya proses alur data terpusat yang benar, pemeliharaan database yang valid serta didukung jaringan on-line maka dapat meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada nasabah.
2. Untuk mendukung proses alur data secara on-line, manajemen perusahaan harus membuat ketetapan kebijakan pula tentang faktor SDM, misalnya setiap pegawai harus terbiasa menggunakan komputer dan internet supaya dapat memproses alur data di internet dengan mengunduh (download) dan menggugah (up load) ataupun browsing, sehingga akan terbentuk SDM handal yang didukung teknologi yang relevan dan akan mampu memberikan optimalisasi pelayanan dan variasi produk sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Jika pegawai tersebut tidak ada motivasi untuk mengembangkan dirinya agar terbiasa dengan komputer dan internet, maka diberikan peringatan berupa sangsi.
3. Upaya untuk mendukung peningkatan kualitas SDM di bidang teknologi informasi, manajemen perusahaan membuat ketetapan kebijakan pula mengenai pegawai secara bergantian wajib diberikan pendidikan dan pelatihan tentang teknologi informasi yang dilaksanakan secara rutin, sesuai adanya perubahan aplikasi system.

Sehubungan dengan penetapan – penetapan kebijakan tersebut, manajemen perusahaan harus bekerja keras serta mempersiapkan dana yang tidak sedikit untuk segala pembiayaan, baik untuk pengembangan system, pelatihan SDM, penyediaan barang yang berkaitan dengan teknologi (hardware, software & jaringan). Apakah perusahaan sudah siap?
Sudah waktunya perusahaan melakukan perubahan menuju perkembangan yang didukung teknologi modern dan SDM yang handal untuk tetap bertahan memenangkan persaingan. Bahkan kita sebagai calon prada TI khususnya dan perusahaan umunya harus berani mencoba mengubah dari cost center menjadi profit center yang harus tetap bisa terukur secara kuantitatif. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?

GO PRADA….GO PEGADAIAN…GO….GO….GO !!!!

Elma Amalia
P82558
Kanwil Bandung

5:52 AM  
Anonymous Anonymous said...

konsep pengiriman data di pegadaian
===================================
UPC--->cabang_iduk--->Proses_kosolidasi_cabang&UPC(KCI)
(kirim ke FTP kanwil)--->kanwil(pengecekan data)(Siswil)--->
(kirim ke FTP pusat)-->(pusat)pengecekan data(simpus)--->pusat bisa
melaporkan data ke publik atau ke masing2 kanwil dan kanwil melaporkan
kepada cabang terkait.

konsep yang direncanakan seperti alur diatas belum sepenuhnya
data nyata / sempurna di karenakan beberapa faktor:

1.Faktor Prosedur
Contoh banyaknya data nasabah yang doubel bahkan lebih dari 3
pelaporan data nasabah tidak bisa di pertanggung jawabkan seperti
perbankan laporan data nasabahnya selalu akurat di manapun
mereka pernah menabung pasti terdeteksi akibat tertibnya pembuatan
nasabah baru dengan KTP dan database terpusat.
ini juga dikarenakan pelayan cabang yang ingin mengutamakan
moto 15MENIT dengan tidak memperhatikan keakuratan data.


2.Faktro Pendukung Pengirim data
(ada di daerah tertentu yang tidak memiliki internet) atau sinyal
untuk melakukan pengiriman data sehingga data terpaksa
dilakukan secara manual dilakukan pengiriman melalui post.


3.Faktor Data / pegawai yang bersangkutan
Akibat ada data yang salah entri,salah MA dan laian-2nya
masih tersimpan di database dan ketika di kirim ke kanwil masih
banyak perbedaan data, sehingga aparat kanwil masih melakukan
perbaikan data dan melakukan kroscek ulang data. dan adanya target
tanggal 10 harus selesai demi mencapai target (yang berhubungan dengan
bonus) pelaopran data salah dan akan dilakukan kroscek ulang di pusat.
dan di pusat ada target dari mentri tanggal 20 harus sudah ada dan
terkadang data yang dilaporkan bukan data yang sebenarnya yang
berdasarkan data system murni oprasional produk2 pegadaian.

4. dan masih banyak faktor2 yang lainya...


Dan dengan adanya berbagai macam faktor tersebut perusahan
pasti sudah memiliki solusi kedepan.

1. saya setuju dengan adanya konsep siscadu online yang
direncanakan online berdasarkan Real_day bukan Real_time...
dan data terpusat. dan data cadanangan di cabang.

2. software untuk cabang di butuhkan software yang praktis cepat
dan mudah (desktop) /under_windows bukan under_web karna di
sesuaikan dengan kebutuhan oprasional kita yang bukan hanya
menghitung UANG dan juga harus MENGOSOK Barang.

3. penarikan data dilakukan setelah hari berikutnya
(dengan adanya system seperti ini aparat cabang harus labih teliti
dan cekatan demi keakuratan data )dan hasil ini akan mempercepat
proses pelaporan data. dengan hal ini data lebih rapi teratur dan
cepat.semoga rencana yang di bangun dapat berjalan dengan lancar.


4. konsep ini memang membutuhkan biaya besar , butuh waktu ,
butuh perencanaan yang matang. namun dengan biaya yang besar
pasti kita akan mendapatkan hasil yang lebih besar..

5. Dengan semakin banyaknya PRADA TI di kanwil masalah cabang
akan lebih teratasi dengan cepat semakin banyak tempat mengadu
dan HP Online. PRADA TI merupakan penolong pertama dan mesti memahami
konsep alur data dan real data yang di butuhkan publik.
bukan hanya sebagai TI (TUKANG INSATAL).



mohon maaf bila ada yang merasa kurang nyaman dengan
pendapat saya. As.WR.WB.....

Rian Renjana s
Kelas B
NIK.P81043652

6:45 AM  
Anonymous Anonymous said...

Pada masa globalisasi ini perkembangan teknologi informasi komunikasi ( TIK )semakin luas,
hal ini sejalan dengan perkembangan perangkat teknologi yang semakin hari perkembangannya semakin pesat.
Teknologi, informasi dan komunikasi merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangannya.
Untuk mengelola informasi dibutuhkan teknologi yang baik, karena dengan teknologi yang baik
akan dapat membuat sistem yang terkomputerisasi dimana sistem yang terkomputerisasi
sangat mendukung kecepatan dan ketepatan mendapatkan informasi dan juga memberikan kemudahan dalam mengumpulkan,
pengelolaan, penyimpanan data serta kebutuhan untuk penyaluran informasi yang didapat terutama untuk melakukan
komunikasi yang berkaitan dengan kebutuhan bisnis suatu perusahaan

Disini Pegadaian berusaha mengembangkan sistem teknologi informasi komunukasi dengan segala sumber daya yang dimiliki baik modal maupun
manusianya. Pegadaian berusaha membangun dan merencanakan teknologi informasi dimana kecepatan pengolahan data dan keakuratan data
menjadi informasi merupakan hal yang utama,yang nantinya informasi tersebut akan digunakan dalam proses bisnis yang berguna
bagi para pemegang modal ataupun bagi stakeholder ( pelanggan ).

Tapi kenyataan di lapangan tidak semulus dengan konsep perencanaan dan pengembangan yang diinginkan.
Seperti kata sdr.Adi Riswan tentang istilah GIGo (Gold Input Gold Output) atau sebaliknya GIGO (Garbage Input Garbage Output),
para user pengolah data di level bawah seperti di cabang masih sering melakukan kesalahan dalam pemasukan data yang akurat.
Hal ini dapat disebabkan kurang ketelitian atau pengetahuan tentang pengolahan data dan penggunaan aplikasi yang benar.
Hal - hal teknis seperti tersebut sebenarnya dapat diminimalisasikan apabila ada integrasi antar semua level root dengan manajerial.
Ketika manajerial mendeteksi adanya ketidakakuratan data, manajerial berusaha menghubungi root terkait untuk segera
melakukan perbaikan data atau segera mengirim petugas bila root/user terkait tidak dapat mengatasi kesalahan tersebut.

Disinilah CIO ( Chief Information Officer ) setiap level user diperlukan, bertugas menjaga keakuratan data bisnis dan mengawasi proses
pengiriman data dan melakukan perencanaan strategis.CIO setiap level user memiliki peranan masing-masing. dimulai dari:

CIO kantor cabang :
Sebagai frontlinear dan ujung tombak dari perusahaan, data mulai dari cabang hingga UPC haruslah sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Disini fungsi Manajer Cabang sebagai CIO di kantor cabang melakukan pengecekan kebenaran data yang dimiliki.
Bila terjadi ketidakakuratan data sebaiknya segera diperbaiki secara prosedur, bila kesalahan tersebut berkaitan dengan pengubahan database
cabang sebaiknya mendapat izin dari TI setempat untuk memperbaiki kesalahan tersebut atau memanggil petugas TI tersebut bila
tidak dapat memperbaiki sendiri. Selain keakuratan data, kecepatan pengiriman data juga harus diprioritaskan. setiap laporan keuangan yang
telah diproses hendaknya segera dikirim secepat mungkin bisa melalui FTP yang disediakan masing-masing Kanwil atau saluran online lainnya.
Sebagai CIO cabang, manajer cabang juga dapat memberikan sosialiasi kepada para pegawai tentang penggunaan program aplikasi secara baik dan benar
khususnya aplikasi SISCADU atau SISUPC. Jadi seorang manajer cabang tidak hanya mengerti soal proses bisnis saja.
Dan selalu tanggap mengikuti perubahan aplikasi yang terjadi,sehingga aplikasi yang digunakan selalu menggunakan versi yang terbaru.

CIO kantor wilayah :
Sebagai penghubung antara kantor pusat dan cabang, Kanwil melalui divisi - divisinya melakukan sinkronisasi dan verifikasi terhadap data yang masuk
dari cabang. Juga mengawasi tertib pengiriman data keuangan oleh cabang agar selalu tepat waktu. Bila terjadi ketidakakuratan data sebaiknya
melakukan koordinasi dengan cabang terkait masalah perbaikan. Divisi - divisi di kanwil segera memproses data dari cabang dan mengirimkan data
tersebut segera ke kantor pusat segera mungkin melalui FTP yang disediakan oleh kantor pusat. Selain mengirimkankan data ke kantor pusat,
Divisi - divisi di kanwil juga harus selalu melakukan pembaharuan data ke cabang seperti data gaji, mutasi, SE/SK terbaru, dan info penting lainnya
sehingga tercipta hubungan mutualisme antara kanwil dan cabang. Pemimpin Wilayah sebagai CIO kanwil perlu melakukan perencanaan strategis terutama
dalam pengembangan TIK di Kanwil seperti mengadakan pelatihan tentang cara penggunaan aplikasi kanwil maupun cabang atau penunjukkan pegawai untuk
mengikuti diklat TI di Pusdiklat.

CIO kantor pusat :
Sebagai penghubung cabang,kantor wilayah dengan top manager (direksi), kantor pusat melalukan sinkronisasi dan verifikasi terhadap data yang masuk
dari kanwil. Juga mengawasi tertib pengiriman data dari seluruh kanwil selalu tepat waktu. KOreksi data atau perbaikan data dapat dikoordinasikan melalui
kanwil terkait. Divisi - divisi pusat segera memproses data dan membuat laporan keuangan yang berguna bagi Top manager untuk mengambil keputusan bisnis.
Kantor pusat juga selalu melakukan pembaharuan data yang berhubungan dengan kanwil dan cabang seperti SE/SK terbaru, aplikasi versi terbaru dan
info penting lainnya melalui FTP kantor pusat sehingga kanwil dan cabang dapat mengupload demi kelancaran operasional terkait. Kantor pusat melalui Kapusti
menyusun perencanaan strategis untuk pengembangan TIK di masa depan seperti membuat aplikasi baru yang handal sesuai kebutuhan bisnis perusahaan, membangun
infrastruktur teknologi seperti pembangunan database terpusat menggunakan sistem online, merekrut dan melatih SDM handal di bidang TI dimana semua
perencanaan strategis tersebut diajukan kepada top manajer untuk dievaluasi dan disahkan.

Demikian konsep alur pengiriman data di Perum Pegadaian, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan koreksi teman-teman semua

PRADA TI PEGADAIAN....GO

SEPTIAN GAMA YUDHA
P.82457
KELAS B
CP.SAMARINDA

6:48 AM  
Blogger Setiyo-Handayani said...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALUR DATA
PRINSIP
“Tidak semua data yang terkumpul pada level tertentu harus di kirim ke level diatasnya . Data paling rinci harus disimpan di tempat yang mengumpulkan dan kebutuhan pelaporan ke tingkat yang lebih tinggi sebaiknya dibatasi.

LANGKAH-LANGKAH
Menentukan siapa yang bisa merumuskan data,dengan cara identifikasi :
- Identifikasi variabel/indikator kebutuhan penentu keputusan
- Identifikasi unit yang sesuai dan posisi dari seseorang dimana ia dapat menyimpulkan permintaan.
1. Faktor Determinan yang perlu diperhatikan pada langkah ini adalah Fungsi dari kantor atau orang yang dapat memanfaatkan data dalam kaitannya dengan kelanjutan dan pemanfaatan informasi.
2. Menentukan berapa sering data dibutuhkan dalam semua tingkat,mengandung berapa faktor:
- Kebutuhan dari semua tingkat
- Seberapa jauh fenomena dapat diobservasi
3. Menentukan bagaimana format data sesuai dengan permintaan pada semua tingkat.
- Data dasar dari kesimpulan
- Prin Out File secara elektrik
4. Membuat diagram dan kesimpulan informasi dari pembuat keputusan

ISSUE.
1. Kurangnya pemahaman dalam pengumpulan data.
2. Ketidakmampuan membedakan data yang dibutuhkan untuk pelayanan dan data yang dibutuhkan untuk menejemen program dan monitoring
3. Rendahnya tingkat kemampuan administrasi untuk menyimpulkan data dasar yang dikumpulkan, antara lain :
- Kurangnya keahlian teknis dari staff
- Kurangnya fasilitas memproses data (Kalkulator,komputer ,dsb)
- Kurangnya keahlian staff dalam mengoperasikan komputer
4. Kurangnya fasilitas untuk mengumpulkan data dasar pada bagian administrasi level rendah
5. Issue dalam mendapatkan data,ketidakmampuan dalam menggali informasi karena keterbatasan atau kerusakan komputer.
(skema alur data lewat.. email)

8:24 AM  
Anonymous Anonymous said...

Perkembangan tehnologi informasi yang semakin cepat membawa dampak pengaruh besar kepada perekonomian .di era ini, tehnologi bukanlah sekedar alat pembantu, melainkan sudah menjadi suatu penentu maju mundurnya perekonomian.
Banyak sekali tehnologi yang menawarkan paket data cepat dan aman seperti VPN, ftp dll , Penggunaan ftp berkembang dengan pesat, banyak perusahaan dan lembaga-lembaga pendidikan menggunakan ftp sebagai sarana transfer data yang cukup aman dibandingkan dengan transfer data via email dan konfgurasi yang cukup mudah.pemanfaatan ftp sendiri di pegadaian sudah + 2 tahun.
Prosedur Pengiriman Data (Upload)
- Data dari cabang (harian, mingguan, bulanan) setelah di verivikasi di upload ke ftp kanwil
- Setelah data masuk ke ftp kanwil akan didistribusikan ke masing masing bagian sesuai dengan kebutuhan.
- Masing-masing bagian melakukan verifikasi ulang
- Setelah data benar-benar valid, data di upload ke ftp Kantor Pusat
- Setelah data masuk ke ftp Kantor Pusat, data didistribusikan ke masing masing bagian sesuai dengan kebutuhan.
- Masing-masing bagian melakukan verifikasi ulang
- Setelah data benar benar valid data disimpan pada BANK Data Kantor Pusat

Prosedur Penggunduhan Data (download)
Kantor cabang, maupun kanwil dapat melakukan download via ftp dari ftp kantor pusat

SE/SOP/SK
Perlunya dibuatkan SE/SOP/SK tentang penggunaan ftp
- Annual Ftp (Prosedur Penggunaan FTP)
- Pemberian Hak Akses yang jelas baik dari sisi user maupun admin




JUNASRI SAMAD EKA PUTRA, Skom
Peserta DIklat Pranata Muda Kelas B

11:09 AM  
Anonymous Anonymous said...

Ketersediaan informasi yang tepat dan akurat sangat diperlukan oleh Manajemen dalam rangka pengambilan keputusan strategis mengembangkan Perusahaan. Paradigma Sistem Teknologi Informasi (STI) menjadi solusi guna memenuhi kebutuhan tersebut. Seperti yang dikutip James O’Brien 2007 oleh Bapak Kapusti bahwa STI mutlak membicarakan proses bisnis, TI dan SDM.

Faktor – faktor yang mempengaruhi STI :

a. Metode Kuantitatif yang dilakukan sebagai alat bantu pengambilan keputusan Manajemen seperti Program Evalution and Review ataupun Analisa Regresi yang dikelompokkan sebagai subsistem yang disebut Decision Support System.

b. Penggunaan Komputer yang basis proses pengolahan informasi.

c. Sumber Daya Manusia sebagai operator and user. STI tidak akan berhasil jika manusia di dalamnya tidak dapat berkawuyanan atau bersinergi dalam mewujudkannya.

Mempertimbangkan penyebaran lokasi Unit Pengelola Cabang (UPC), Kantor Cabang dan Kantor Wilayah PERUM PEGADAIAN yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kondisi topografi yang luas dan kondisi SDM yang masih dalam proses pembelajaran agar “melek” TI, menjadi hal yang bijak untuk menerapkan pilihan strategi pengembangan Mixed Application (Desktop Application pada UPC & CPP/CPS dan Web Application pada Kantor Wilayah & Kantor Pusat) merupakan fondasi awal terwujudnya real time STI.

Proses alur pengunggahan (upload) dan pengunduhan data(download) pengiriman/penerimaan data dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas File Transfer Protector (FTP). Pengoperasian FTP lebih cepat dan mudah karena bisa dijalankan di berbagai Operating System yang banyak digunakan.

Proses alur pengunggahan (upload) dan pengunduhan data (download) dari Pusat ke Kanwil terus ke Cabang melalui website resmi perusahaan yakni www.pegadaian.co.id guna mensosialisasikan informasi kebijakan perusahaan di berbagai bidang.

Tantangan bersama ke depan adalah komitmen semua pihak untuk memaknai keberadaan STI sebagai investasi jangka panjang yang akan memudahkan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Tersedianya server Kantor Pusat yang terkoneksi secure dengan semua server kantor wilayah, kantor cabang hingga ke UPC akan mensupport (upload) dan pengunduhan data(download) pengiriman/penerimaan data real time dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat ataupun sebaliknya.

Semoga dengan semangat sense of belonging togetherness akan tercapailah kondisi STI PEGADAIAN berikut :

1. STI mengubah dasar persaingan. Nasabah PEGADAIAN bisa menggunakan transaksi ulang gadai lewat sms ataupun internet anytime anywhere.

2. STI membangun entry barier. Menutip pepatah “Tak kenal maka tak sayang, maka penyediaan informasi lengkap seputar layanan produk perusahaan yang mudah diakses publik akan menjadikan PEGADAIAN sebagai lembaga jasa keuangan prioritas yang dihubungi ketika masyarakat membutuhkan solusi pendanaan.

3. STI menghasilkan produk baru. Produk KUCICA yang merupakan join cooperation PEGADAIAN dengan Western Union adalah contohnya. Kini juga telah hadir produk MULIA yang memudahkan masyarakat berinvestasi emas melalui sistem delivery order.

4. STI membangun biaya berpindah. Model e-learning yang diterapkan bisa meng-cost downkan pengeluaran biaya diklat. Pemanfaatan fasilitas arsip digital pada situs resmi guna mewujudkan efisiensi biaya ATK (paperless).

5. STI merubah keseimbangan kekuatan hubungan dengan pemasok. Sebagai contoh penerapannya adalah informasi kerjasama pengadaan barang dan jasa secara terbuka atau pengumuman perekrutan pegawai kini bisa diakses dengan mudah melalui situs resmi perusahaan.

Semoga bermanfaat – terima kasih

Insanti Kamilia

P 82541 Kelas A

Dari hal kecil pada diri sendiri dan mulai saat ini-“GO PRADA”

12:46 PM  
Anonymous Anonymous said...

TUGAS SISTIM INFORMASI MANAJEMEN

PENGAMANAN DATA SISCADU UNDER LINUX DI KANTOR CABANG

Pendahuluan
Sebuah Sistim Informasi pada hakekatnya merupakan suatu sistim yang memiliki komponen-komponen atau sub sistim – sub sistim untuk menghasilkan informasi.Dalam pengerian lain “sistim” juga bisa diartikan sebagai “cara”. Seperti misalnya kita sering mendengar kata-kata sepeti sistim pengamatan, sistim penilaian, sistim pengajaran dan lain sebagainya.Dai sekian banyak arti kata sistim yang sudah kita ketahui, saya akan mengambil pengertian bahwa sisitim adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi unk mencapai tujuan tertentu.
Didalam sistim itu sendiri pastinya terdapat subsistim-subsistim yang harus selalu berhubungan dan berinteraksi melalui komunikasi yang relevan sehingga sistim dapat bekerja secara efektif dan efisien. Begitu juga di Perusahan kita PERUM Pegadaian mengenal suatu sistim. Dan pada tulisan ini saya ingin memberikan masukan yang walaupun sedikit namun kiranya dapat bermanfaat bagi sistim informasi khususnya teknologi informasi yang menyangkut pemanfaatan perangkat informasi dan aplikasinya baik komputer maupun SISCADU di kantor cabang.
Komponen Sistim Informasi
Dalam suatu Sistim Informasi kita mengenal beberapa komponen yang merupakan bagian dari sistim informasi itu sendiri yang dapat membuat sebuah sistim dapat bekerja dengan baik.
1 Komponen Input
Merupakan bagian dari sistim yang bertugas untuk menerima data masukan. Dikantor Cabang PERUM Pegadaian komponen input ini bisa kita artikan dengan para user yang mengoperasikan sistim aplikasi SISCADU dikomputer guna pengumpulan data-data baik nasabah, barang jaminan dan pelaporan.
2 Komponen Proses
Komponen proses merupaka komponen dalam sistim yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil atau tujuan yang diiginkan. Dalam suatu proses pengolahan input / data di kantor cabang terjadi berbagai kegiatan seperti klasifikasi barang, golongan, uang pinjaman, penulisan Surat Bukti Kredit, pelaporan data dan lain sebagainya. /pada tahap ini diperlukan terjadinya suatu integrasi yang baik antara subsistem baik itu vertikal ( manajer cabang, asmen ) maupun horisontal ( penaksir, kasir,tu )agar proses interaksi untuk mencapai tujuan ( omzet ) dapat berjalan lancar.
3 Komponen output
Komponen output merupakan komponen hasil pengoperasian dari suatu sistim. Komponen tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh berjalannya sebuah sistim. Di kantor cabang ini bisa berupa tujuan usaha, kebutuhan sistim pemecahan masalah di kantor cabang dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dari sistim.
4. Komponen Kendala
Merupakan komponen yang berisikan aturan atau batas-batas yang berlaku. Pendifinisian kendala yang jelas, akan membuat tujuan menjadi lebih bemanfaat. Dikantor cabang itu sendiri masih terdapat banyak kendala baik dari kemampuan dan pemahaman user dikantor cabang dalam mengoperasikan komputer, sikap mental aparat cabang yang kurang bertanggung jawab dalam menjalankan sistim di cabang sampai pada kurangnya kesadaran aparat cabang bkerjasama sebagai suatu sistim yang baik untuk mencapai tujuan.
5. Komponen Kontrol.
Komponen kontrol merupakan komponen pengawasan dari pelaksanaan proses pencapaian tujuan.Kontrol disini dapat berupa kontrol mulai pemasukan input/data, pengolahan data, pengeluaran data dan kontorl terhadap pengoperasian. Kaitannya dikantor cabang, seorang Manejer Cabang harus mampu melakukan kontrol terhadap semua komponen opersional cabang. Jika kontrol sangat lemah dan tidak berjalan dengan baik maka akan terjadi kemacetan dalam sistim yang berjalan, seperti adanya kecurangan, kesengajaan atau ketidaksengajaan dalam pengoperasian komputer serta aplikasi SISCADU itu sendiri. Hal ini tentunya akan menyebabkan kerugian dan akhirnya menyebabkan suatu sistim tidak berjalan dengan baik.
Komponen Kendala Dalam Pengoperasian SISCDU Di Kantor Cabang
Sehubungan dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi di PERUM Pegadaian maka hal ini menuntut perlunya peningkatan kemampuan pegawai dalam pemanfaatan teknologi informasi itu sendiri. Seiring berjalannya perubahan yang terjadi dikantor cabang mulai dari hadirnya perangkat komputer yang semakin canggih, aplikasi SISCADU yang terus disempurnakan makin menuntut aparat cabang untuk lebih bekerja keras dalam menguasai dan memanfaatkan komputerdan aplikasinya dimana pada akhirnya proses operasional dan pelaporannya benar-benar menghasilkan data atau informasi yang valid sehingga dengan demikian akan mendukung kepada terciptanya suatu sumber data yang lengkap dan benar yang mendukung sistim penyimpanan database yang sementara dikembangkan di kantor pusat PERUM Pegadian.
Seperti sudah saya uraikan diatas bahwa dalam operasional dikantor cabang masih banyak kendala yang muncul baik yang disengaja ataupun tidak menyangkut pengoperasian komputer dan aplikasi SISCADU, dimana pada umumnya sangat merugikan perusahaan dalam hal keamanan data SISCADU maupun keuangan perusahaan. Begitu banyak contoh kasus yang sudah kita ketahui bersama bahwa sistim aplikasi SISCADU bisa dan sering dibobol oleh aparat cabang itu sendiri. Sebagai seorang yang peduli terhadap keamanan sistim dan data pada SISCADU saya menyampaikan suatu ide yang tentunya bukanlah hasil murni dari pemikiran saya melainkan suatu tulisan atau ide yang saya peroleh dari pihak lain yang sangat bermanfaat dan dapat kita coba praktekan dalam mengamankan data dalam SISCADU di kantor cabang.



Cara Mengunci Folder Tanpa Menggunakan Software
Trik ini dapat digunakan untuk mengunci folder SISCADU yang beroperasi di LINUX tanpa menggunakan software khusus. Kita bisa membuatnya sendiri. Sengaja saya menyampaikan ide ini agar kita semua para siswa DIKLAT Pranata TI 2008 dapat mempelajarinya dan mengembangkannya dalam penyempurnaan sistim pengamanan data dalam SISCADU.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
BIKIN NEW TEXT DOCUMENT
Kemudian isi dengan
@ECHO OFF
Titipan kunci folder
If EXIST “Control Panel {21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”goto UNLOCK
If NOT EXIST locker goto MDLOCKER:CONFIRM
Echo serius mau kunci ??(Y/N)
Set/p”cho=>”
If%cho%==Y goto LOCK
If%cho%==y goto LOCK
If%cho%==n goto END
If%cho%==N goto END
Echo invalid choice.
Goto CONFIRM
:LOCK
Ren Locker “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}
Attrib +h +s “Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
Echo Foldernya dan terkunci goto END : UNLOCK
Echo Eiittt masukkan pasword dulu
Set/p “pass=>”
If NOT %pass%== titipan goto FAIL
Attrib –h –s “Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}”
Ren Control Panel. {21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}” Locker
Echo Folder Onlocked succsessfully
Goto End : FAIL
Echo invalid password
Goto end : MDLOCKER
Md locker
Echo Foldernya berhasil di buat
Goto End : END

Petrus Marius Abanat (P82147)
Kelas A

1:20 PM  
Anonymous Anonymous said...

Ketersediaan informasi yang tepat dan akurat sangat diperlukan oleh Manajemen dalam rangka pengambilan keputusan strategis mengembangkan Perusahaan. Paradigma Sistem Teknologi Informasi (STI) menjadi solusi guna memenuhi kebutuhan tersebut. Seperti yang dikutip James O’Brien 2007 oleh Bapak Kapusti bahwa STI mutlak membicarakan proses bisnis, TI dan SDM.
Faktor – faktor yang mempengaruhi STI :
a.Metode Kuantitatif yang dilakukan sebagai alat bantu pengambilan keputusan Manajemen seperti Program Evalution and Review ataupun Analisa Regresi yang dikelompokkan sebagai subsistem yang disebut Decision Support System.
b.Penggunaan Komputer yang basis proses pengolahan informasi.
c.Sumber Daya Manusia sebagai operator and user. STI tidak akan berhasil jika manusia di dalamnya tidak dapat berkawuyanan atau bersinergi dalam mewujudkannya.
Mempertimbangkan penyebaran lokasi Unit Pengelola Cabang (UPC), Kantor Cabang dan Kantor Wilayah PERUM PEGADAIAN yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kondisi topografi yang luas dan kondisi SDM yang masih dalam proses pembelajaran agar “melek” TI, menjadi hal yang bijak untuk menerapkan pilihan strategi pengembangan Mixed Application (Desktop Application pada UPC & CPP/CPS dan Web Application pada Kantor Wilayah & Kantor Pusat) merupakan fondasi awal terwujudnya real time STI.
Proses alur pengunggahan (upload) dan pengunduhan data(download) pengiriman/penerimaan data dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas File Transfer Protector (FTP). Pengoperasian FTP lebih cepat dan mudah karena bisa dijalankan di berbagai Operating System yang banyak digunakan.
Proses alur pengunggahan (upload) dan pengunduhan data (download) dari Pusat ke Kanwil terus ke Cabang melalui website resmi perusahaan yakni www.pegadaian.co.id guna mensosialisasikan informasi kebijakan perusahaan di berbagai bidang.
Tantangan bersama ke depan adalah komitmen semua pihak untuk memaknai keberadaan STI sebagai investasi jangka panjang yang akan memudahkan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Tersedianya server Kantor Pusat yang terkoneksi secure dengan semua server kantor wilayah, kantor cabang hingga ke UPC akan mensupport (upload) dan pengunduhan data(download) pengiriman/penerimaan data real time dari Cabang ke Kanwil terus ke Pusat ataupun sebaliknya.
Semoga dengan semangat sense of belonging togetherness akan tercapailah kondisi STI PEGADAIAN berikut :
1.STI mengubah dasar persaingan. Nasabah PEGADAIAN bisa menggunakan transaksi ulang gadai lewat sms ataupun internet.
2.STI membangun entry barier. Menutip pepatah “Tak kenal maka tak sayang, maka penyediaan informasi lengkap seputar layanan produk perusahaan yang mudah diakses publik akan menjadikan PEGADAIAN sebagai lembaga jasa keuangan prioritas yang dihubungi ketika masyarakat membutuhkan solusi pendanaan.
3.STI menghasilkan produk baru. Produk KUCICA yang merupakan join cooperation PEGADAIAN dengan Western Union adalah contohnya. Kini juga telah hadir produk MULIA yang memudahkan masyarakat berinvestasi emas melalui sistem delivery order.
4.STI membangun biaya berpindah. Model e-learning yang diterapkan bisa meng-cost downkan pengeluaran biaya diklat. Pemanfaatan fasilitas arsip digital pada situs resmi guna mewujudkan efisiensi biaya ATK (paperless).
5.STI merubah keseimbangan kekuatan hubungan dengan pemasok. Sebagai contoh penerapannya adalah informasi kerjasama pengadaan barang dan jasa secara terbuka atau pengumuman perekrutan pegawai kini bisa diakses dengan mudah melalui situs resmi perusahaan.
Semoga bermanfaat – terima kasih
Insanti Kamilia
P 82541
Kelas A
“Dari hal kecil pada diri sendiri dan mulai saat ini”

1:21 PM  
Anonymous Anonymous said...

gimana cara nge-instal mp3 player di linux?

8:25 PM  
Blogger KISPRIJONO said...

Jika pakai fedora core 6 ketikkan pada Terminal:

> sudo apt-get install fedora_fc6-restricted-extras

Kemudian tekan enter, dan tunggu sampai proses download dan install selesai.
Jika masih tidak bisa, buka & pelajari link berikut ini :

http://www.gagme.com/greg/linux/fc5-tips.php
http://www.gagme.com/greg/linux/fc6-tips.php
http://ubuntuguide.org/wiki/Fedora_fc6

7:34 AM  
Blogger buyung purwanto said...

wah rame juga tuh jawaban bersliweran...... ;)

10:45 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home


Damai Sejahtera @ Terima Kasih

Free Website Counter